Market Indices

Kemendag Gandeng Ormas Wujudkan Konsumen Cerdas

Oleh Cipto - Rubrik Nasional

17 Desember 2012 20:01:00 WIB

Kementerian Perdagangan mendukung upaya mewujudkan konsumen cerdas di Indonesia yang diinisiasi oleh beberapa organisasi massa (Ormas) Islam di Indonesia. Ormas di Indonesia merupakan salah satu mitra penting Kemendag karena mereka memiliki sumber daya yang besar, baik dari segi komposisi, kuantitas maupun kualitasnya. Ormas memiliki potensi yang besar untuk memotivasi masyarakat dengan 'bahasa komunitas' mereka. Komunitas konsumen yang well educated diharapkan menjadi jembatan untuk memotivasi lingkungannya agar menjadi konsumen-konsumen cerdas yang well informed.

Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Nus Nuzulia Ishak, menyampaikan hal itu di hadapan beberapa Ormas Islam dalam acara media hearing dengan tema 'Kolaborasi Kemendag dan Organisasi Massa (Ormas) dalam Edukasi Konsumen', hari ini, Senin (17/12), di Kantor Kementerian Perdagangan.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Muhammadiyah Syafrudin Anhar, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid, Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Umum PP Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Iffah Budiningsih, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Faisal Badroen, serta Ketua Majelis Ekonomi dan Tenaga Kerja PP 'Aisyiyah Latifah.

Ormas Islam yang menyambut baik fasilitasi Kemendag ini, yaitu Muhammadiyah (PP Muhammadiyah, PP 'Aisyiyah), Nahdlatul Ulama (PP NU, PP Muslimat dan PP Anshor), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).

Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah, Syafrudin Anhar menyatakan bahwa program konsumen cerdas sejalan dengan kiprah organisasi tersebut. "Edukasi konsumen cerdas, sangat baik mengajarkan untuk menegakkan yang hak dan menjalankan yang wajib, teliti dalam mengonsumsi pangan yang sehat dan halal, mengajarkan hidup hemat dan tidak boros, serta mendukung upaya negara untuk menertibkan pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab," imbuhnya.

Dukungan juga datang dari Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI, M. Faisal Badroen yang menyatakan bahwa MUI akan berperan sebagai akselerator dan fasilitator dalam kerjasama dengan Kemendag bersama para anggota MUI dan Perguruan Tinggi Islam lainnya.

Lebih lanjut, Dirjen SPK Nus Nuzulia Ishak menegaskan adanya korelasi positif antara konsumen cerdas dengan daya saing. Daya saing suatu bangsa dapat tercipta melalui langkah proteksi alamiah dari konsumennya sendiri sehingga pemahaman kritis dari konsumen dapat meningkatkan kualitas produk yang beredar.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Syafrudin dari Muhammadiyah. "Melalui kecerdasan mengonsumsi produk yang memenuhi standar keamanan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan (K3L), akan berdampak bagi peningkatan permintaan produk dalam negeri skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang basisnya banyak di PP Muhammadiyah dan PP ‘Aisyiyah," tuturnya.

Untuk menyukseskan program konsumen cerdas ini, Ditjen SPK telah menyusun beberapa program kerja sama yang akan diimplementasikan di tahun 2013, yaitu:
1) Memperluas kerja sama dengan ormas lainnya, seperti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
   (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dan
   Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).
2) Menyusun dan Memperbanyak Modul Edukasi untuk Da’i dan Aktivis Ormas.
3) Melakukan Training of Trainers (ToT) dengan Para Da’i dan Pendeta.
4) Kerjasama Edukasi Konsumen Cerdas kepada Masyarakat.


(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y.

Recomended Reading

Kabar EkBis

01 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Sambut MEA 2015, KKP Siapkan SDM Unggul

01 September 2014 - Penerbangan

Garuda akan Terbangkan 83.144 Calon Haji

01 September 2014 - Agrikultur

BI Bantu Petani Bawang di Simalungun

Executive Brief

Harga kebutuhan pokok di Biak Numfor relatif stabil.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar di Biak Numfor masih normal. 

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Garuda Indonesia akan lakukan investigasi penyebab meninggalnya Kapten Ramdanto.

Recommended Reading

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Senin, 01/09/2014 05:59 WIB

Manufacturing Hope 142 - Agar Aset Rp30 Triliun Tidak Mubazir

Minggu, 31/08/2014 10:46 WIB

Kolom Yuswohady: Kelas Menengah Muslim dan Pasar Halal

Minggu, 31/08/2014 10:12 WIB

Kolom: Pekerjaan Rumah Pemerintah Baru

Sabtu, 30/08/2014 18:08 WIB

Kadin Apresiasi Kebijakan Tegas Terkait BBM

Sabtu, 30/08/2014 10:07 WIB

CT: Biaya Produksi Listrik Gunakan Batu Bara Jauh Lebih Murah

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton