Market Indices

Kisah Teddy (T.P. Rachmat) Memetik Bibit Keberhasilan

Oleh Hatta - Rubrik Buku

23 Desember 2012 10:03:00 WIB

Keberhasilan T. P. Rachmat memimpin Grup Astra sekian lama menjadikan dia CEO panutan bagi banyak eksekutif negeri ini. Lewat buku ini, ia membeberkan pembelajaran manajemen yang diperolehnya selama ini, baik ketika menjadi CEO Astra maupun ketika menjadi entrepreneur sekarang ini.

T. P. Rachmat memulai menjadi entrepreneur kala usianya beranjak 55 tahun. Bagi pria yang akrab disapa Teddy ini, tidak ada kata terlambat, karena entrepreneur memang bukanlah sebuah profesi, melainkan lebih merupakan spirit berdikari. Menurut Teddy, tidak ada istilah terlalu tua untuk memulai sesuatu, karena manusia tak bisa berhenti bermimpi.

Begawan CEO yang selalu tampil bersahaja mengenakan kemeja putih ini memiliki filosofi sederhana, tetapi “dalam”, soal menjalankan bisnis. Meski demikian, pada kenyataannya, untuk mengaplikasikan filosofi itu tidaklah sesederhana ketika mengucapkannya. Seperti yang dialami Teddy sendiri, kesalahan fatal dalam menjalankan filosofi itu bisa membuat bangkrut.

Puluhan tahun menjadi CEO yang membesarkan PT Astra International Tbk.,  Teddy berani menyimpulkan bahwa keberadaan bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu menjadi aset nasional. Jika yang dikejar hanyalah kemapanan diri semata, lantas siapa yang memikirkan untuk membantu yang lain? Niat inilah yang nantinya akan membedakan apakah seseorang berjiwa pemimpin atau bukan. Jadi, sebuah bisnis pada dasarnya harus memiliki landasan yang tidak kalah hebatnya dengan misi sosial.

Give back juga dibahas secara tuntas dalam buku berjudul Pembelajaran T. P. Rachmat yang ditulis Ekuslie Goestiandi dan Yusi Avianto Pareanom ini. Hal itu merupakan bagian dari perjalanan karier T. P. Rachmat, baik ketika menjadi CEO maupun hingga kini ketika ia sudah berada di kuadran entrepreneur.

 

Pembelajaran Manajemen Teddy

Gaya penceritaan bertutur umumnya menjadi ciri-ciri sebuah buku biografi. Namun, buku terbitan 2012 ini menjadi khas karena garis besar dari perjalanan T. P. Rachmat adalah pembelajaran manajemen. Hal ini menarik karena jika disajikan dalam bentuk diktat kuliah akan menjadi sejumlah diktat dengan pembahasan terpisah.

Buku ini seakan ingin mempermudah menjadi sosok CEO sekaligus entrepreneur. Mengintip kilas balik Teddy puluhan tahun lalu, ia hanyalah anak muda yang menunjukkan wajah sumringahnya setelah menyandang gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Hanya ada keyakinan saja bahwa gelar mentereng kala itu akan menghantarkan dirinya ke dunia karier yang cemerlang. Namun, ia pun mengerti, memperoleh pekerjaan bukanlah perkara mudah kala itu, apalagi memulai bisnis.

Pada masa itu, tahun 1968, Indonesia baru saja merayakan gegap gempita satu tahun Orde Baru. Keadaan ekonomi sedang tidak bergairah akibat pergantian rezim. Namun, dari tangan dingin Teddy, akhirnya ia bisa menunjukkan kemampuan untuk mengurus anak-anak usaha Astra International dalam mengisi pembangunan perekonomian nasional.

Hanya berselang 10 tahun setelah itu, kecakapan Teddy mendapat predikat sebagai penggerak utama roda bisnis PT Astra International Tbk. Telinga dan mata siapa yang tidak menilai, bahwa kala itu publik tahu Teddy bukan hanya keponakan William Soeryadjaya, pemilik Grup Astra, tetapi sekaligus orang yang bisa dipercaya untuk mengembangkan bisnis. Walau masih terhitung anggota keluarga pemilik, toh urusan bisnis dijalankan Teddy secara profesional.

Kekayaan sang paman akhirnya terus beranak pinak. Perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah Astra pun tidak hanya bergerak di sektor otomotif, tetapi merambah ke sektor keuangan, perbankan, perhotelan, dan properti.

As long as you live, keep learning how to live, Teddy menyitir filsuf Romawi Lucius Seneca (4 SM–65 M) dalam pengantarnya di buku ini. Menurutnya, langkah dalam pembelajaran tentu saja harus dilakukan dengan strategi dan eksekusi yang baik.

Apabila strategi adalah doing the right things, eksekusi adalah doing things right. Banyak variabel untuk menggerakkan laju bisnis. Paling tidak dimulai dari mengikuti ke mana tren bisnis sedang bergerak. Namun, jangan lupakan kunci sumber daya manusia. Pegawai sebagai SDM harus benar-benar pilihan.

 

Pembelajaran Bisnis Teddy

Usai membesarkan Astra, kepemimpinan Teddy di Astra akhirnya selesai, dan kemudian ia membangun bisnis sendiri di bawah payung Adira. Namun, berselang lama, ia diminta kembali ke Astra. Permintaan itu ia penuhi. Sayang, hal itu tidak berlangsung lama, sehingga kuadran entrepreneur itulah yang memang harus dipilihnya.

Sebenarnya Teddy sudah memasuki masa-masa pensiun. Akan tetapi, sekali lagi, masih ada yang menggerakkan Teddy dalam dunia bisnis. Yang ada dalam benaknya, setiap masa seseorang pasti akan memiliki driver sukses. Ia tidak memungkiri, ketika muda, keinginan sukses itu menjadi motivasi yang paling dominan. Namun, tempaan waktu kini memberikan kearifan yang tidak bisa dipelajari kecuali dengan pengalaman.

Teddy seakan ingin membuktikan bahwa yang terpenting dalam setiap kesempatan yang ada, seorang pebisnis hanyalah perlu melakukan eksekusi bisnis. Meski demikian, itu saja ternyata belum cukup. Bisnis belum dianggap cukup berhasil sampai mampu memberdayakan ekonomi masyarakat. Salah satu bisnis yang dirintisnya kini tumbuh baik, berada di bawah payung  Grup Triputra.

Sebagai sosok yang nasionalis, ia juga tak segan mengutip salah satu semangat Bung Karno, gantungkan cita-citamu setinggi langit! Dalam implementasinya, ia memberikan tips harus melakukan perumusan “what” lebih dahulu baru kemudian pikirkan “how”. Meski usianya sudah tidak lagi muda, terbukti ia memiliki semangat yang tidak kalah hebat dibandingkan entrepreneur muda. Selamat memetik bibit-bibit keberhasilan.

 

Boks:

Judul                       : Pembelajaran T. P. Rachmat

Penulis                    : Ekuslie Goestiandi dan Yusi Avianto Pareanom

Penerbit                   : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit            : Maret 2012

Jumlah Halaman     : 372

 

 

Jajang Y Habib

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 23/2012)

Foto: sufri yuliardi

Recomended Reading

Jum'at, 18/04/2014 06:56 WIB

Jelang Paskah, Harga Minyak Dunia Ditutup Bervariasi

Jum'at, 18/04/2014 09:37 WIB

Atletico Menuju Gelar Liga

Jum'at, 18/04/2014 01:00 WIB

LSM: Alasan Akuisisi BTN Rekayasa

Kabar EkBis

18 April 2014 - Ekonomi Bisnis

Pakaian Produk Bali Raup Devisa US$ 6,36 Juta

17 April 2014 - Ekonomi Bisnis

Centro Keramik Akan Luncurkan Keramik Batik

17 April 2014 - Agrikultur

AEKI: Harga Kopi Naik Dua Kali Lipat

Executive Brief

BI: Pembangunan "smelter" minerba percepat pertumbuhan ekonomi.

Libur panjang, wisatawan serbu kota Bandung.

Perayaan Hari Raya Paskah berlangsung khidmat di sejumlah daerah.

Gempa 5,6 SR guncang Gunung Kidul Yogyakarta, Jumat (18/4) malam.

Winson sebut isu utang Rp 14 T Kertas Nusantara trik jatuhkan Prabowo.

Timnas U-19 ditahan imbang al-Shabab dengan skor 2-2, Jumat (18/4) malam.

Putin: Saya berharap tidak gunakan kekuatan militer di Ukraina Timur.

Indonesia Property Watch: Alasan akuisisi BTN mengada-ada.

Pemerintah timbang pengurangan kewajiban bea keluar tambang mineral.

KKP akui kemampuan awasi pencurian ikan di perairan RI terbatas.

Dahlan minta Freeport setor dividen interim.

BPS cegah korupsi dengan Program Pengendalian Gratifikasi.

OJK kaji mekanisme akuisisi Bank Mandiri atas BTN.

BPS pastikan harga komoditas dalam negeri terkendali.

LPS akan likuidasi Tugu Kencana di Sukoharjo.

PT Phapros akan lakukan IPO pada tahun 2015.

Dahlan: Akuisisi BTN, Bank Mandiri akan kalahkan Bank Malaysia.

Standard Chartered: Harga BBM bersubsidi harus naik.

KPU: Jadwal pendaftaran capres dan cawapres tanggal 18-20 Mei 2014.

Syarief Hasan: Demokrat tetap lanjutkan konvensi dan ajukan capres.

Recommended Reading

Sabtu, 19/04/2014 07:10 WIB

Kunjungi Malaysia, Obama Tidak Temui Partai Oposisi

Jum'at, 18/04/2014 17:30 WIB

Menkes Temukan 150 Penderita Kusta di Asmat

Jum'at, 18/04/2014 15:30 WIB

Dahlan Ultimatum Pertamina dan PLN Tuntaskan Jual Beli Listrik

Jum'at, 18/04/2014 13:30 WIB

Tolak Pemilu, 70 Pemuda Aljazair Cedera

Jum'at, 18/04/2014 13:06 WIB

Peringatan untuk Operator Seluler

Jum'at, 18/04/2014 08:35 WIB

Krisis Ukraina Sebabkan Nilai Dolar dan Euro Datar

Jum'at, 18/04/2014 07:30 WIB

Menkeu Minta Kementerian BUMN Tagih Dividen Freeport

Jum'at, 18/04/2014 04:30 WIB

Pemerintah Pertimbangkan Pengurangan Bea Keluar Tambang

Entertainment & Life Style

18 April 2014 - Olahraga

Kiper Everton Howard Perpanjang Kontrak

18 April 2014 - Olahraga

Atletico Menuju Gelar Liga