Market Indices

Aston Hadirkan Bran Quest Hotel di Solo

Oleh Cipto - Rubrik Properti

28 Desember 2012 10:01:00 WIB

Aston International terus mengembangkan bran hotel bintang 3 Quest Hotel dengan melaksanakan Peletakan Batu Pertama Quest Hotel Solo baru-baru ini dan bekerjasama dengan PT. Kaloka Land Hotel Resort.         

Quest Hotel Solo merupakan hotel bintang 3 terjangkau yang telah dikonsepkan untuk memenuhi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan lokal serta para pelancong muda yang lebih mementingkan gaya dan teknologi. Hotel ini akan dilengkapi dengan 180 kamar yang luas pusat ruang konferensi yang mutakhir dengan beberapa ruang pertemuan dan salah satu ballroom terbesar di daerah Solo.

Selain itu Quest Hotel baru ini juga akan dilengkapi dengan lobby lounge eklektik yang akan menjadi salah satu tempat bertemu yang sangat menarik di Solo, restoran dalam dan luar ruangan serta banyak fasilitas rekreasi lainnya seperti kolam renang yang dilengkapi dengan pool bar, spa dan pusat kebugaran  yang lengkap.         

"Solo merupakan pasar yang tepat untuk Quest Hotel karena menawarkan sesuatu yang berbeda dan memberikan pengalaman menyenangkan bagi pasar hotel kelas menengah. Salah satu Quest Hotel kami lainnya di daerah Jawa Tengah yaitu Quest Hotel Semarang, saat ini merupakan salah satu hotel yang populer dengan tingkat hunian kamar mencapai lebih dari 90%, oleh karena itu kami sangat yakin bahwa Quest Hotel Solo akan diterima dengan sangat baik pula nantinya," ujar Wakil Presiden Penjualan Pemasaran Aston International, Norbert Vas, dalam siaran persnya Kamis (27/12).

Solo, yang sekarang ini dikenal sebagai Surakarta, merupakan salah satu tempat di daerah Jawa yang bersejarah, berlokasi 60 km di timur laut  Yogyakarta sehingga memiliki beberapa tempat wisata populer yang sama, seperti Borobudur. Surakarta juga dikenal akan Keraton Jawanya, sangat halus budayanya serta kesenian Jawa yang bercitarasa tinggi termasuk Batik yang sudah dikenal dunia.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Dok. Aston    

Recomended Reading

Kabar EkBis

14 September 2014 - Ekonomi Bisnis

BI: Perkuat UMKM di Sulut untuk Hadapi MEA

14 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Bali Ekspor Aneka Perhiasan ke Empat Negara

14 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Pengusaha Jerman: Pasar Indonesia Sangat Potensial

Kabar Indonesia

14 September 2014 - Daerah

BMKG Peringatkan Cuaca Buruk di Selat Sunda

Executive Brief

Chairul Tanjung: Aceh terbuka bagi setiap investor termasuk asing yang ingin berinvestasi.

Hermanto Dardak: Kesenjangan ekonomi antarwilayah dapat dipecahkan dengan regionalisasi.

SCI: Peraturan Presiden No 26/2012 yang bahas Sislognas dapat ditingkatkan jadi UU.

Bank Panin Syariah: Prospek penggunaan e-money semakin cerah.

Tifatul Sembiring: SDM di bidang TIK hadapi ancaman serius jelang penerapan MEA.

Pemegang saham lokal cemaskan penguasaan saham asing di Bank Muamalat Indonesia.

Pengamat: Pemerintah perlu keluarkan regulasi untuk optimalkan implementasi dana desa.

LIPI: Kenaikan harga BBM idealnya dilakukan pada tahun 2015.

Perbankan di Indonesia dinilai masih ketinggalan terapkan sistem e-money.

BNI lestarikan cagar budaya di Provinsi Sulut.

Adian Napitupulu: Pemberantasan mafia migas harus dilakukan tanpa pandang bulu.

BI: Realisasi kredit investasi BPR Provinsi Sulut pada semester I-2014 alami peningkatan.

Pengamat: Usaha tanaman hias di Banten menjanjikan.

Indosat perbaharui jaringan di empat kota yakni Padang, Mataram, Palembang, dan Manado.

Pengamat: Rasio gaji di Indonesia harus diperbaiki.

Menparekraf: Inisiatif Indonesia soal travel facilitation dapat dukungan dari anggota APEC.

Pengusaha Jerman: Pasar Indonesia sangat potensial dengan 135 juta consuming class.

Inggris akan jadi negara pertama di luar Tiongkok yang terbitkan obligasi berdenominasi yuan.

Industri perbankan di NTB salurkan kredit Rp 23,87 triliun pada triwulan II-2014.

Ekonom: Pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan melambat ke  7-7,5 persen.

Entertainment & Life Style

12 September 2014 - Entertainment & Life Style

Studi Terbaru: Pria Tampan Miliki Kualitas Sperma Rendah