Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Antraks - YLKI minta pemerintah cepat tangani dugaan kasus virus antraks di Kabupaten Kulon Progo.
  • Bulog - Bulog Cianjur pasok kebutuhan pokok untuk progam e-warong Kota Sukabumi.
  • Anthraks - Wakil Ketua Komisi IX DPR Partaonan Daulay minta pemerintah serius sikap dugaan virus anthraks di Kulon Progo.
  • Vietnam - Kepolisian Vietnam tahan seorang warga karena sebar informasi yang diduga berisi propaganda antipemerintah.
  • Australia Open - Federer melaju ke perempat final Australia Open usai menang atas Nishikori 6-7 (4), 6-4, 6-1, 4-6, dan 6-3.
  • Rod Laver -  Juara bertahan Australia Open Angelique Kerber harus tersingkir di babak keempat usai kalah 2-6 dan 3-6 dari petenis AS Coco Vandeweghe
  • Agrikultur - Nelayan cantrang masih menunggu kepastian untuk tetap dapat melaut sembari mengurus peralihan alat penangkap ikan.

OJK akan Bereskan 3 Hal di Pasar Modal Indonesia

Foto Berita OJK akan Bereskan 3 Hal di Pasar Modal Indonesia

Pasar modal resmi dalam supervisi komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai saat ini. Muliaman D. Hadad, ketua Komisioner OJK  melihat sejumlah tantangan yang akan dihadapi pasar modal Indonesia. Ia juga menandaskan adanya hal-hal yang harus dilakukan pasar modal Indonesia agar tetap menarik para investor.

Muliaman mengatakan, belum lama ini, tantangan pasar modal Indonesia adalah menambah emiten lebih banyak, mensosialisasikan dan komunikasi serta edukasi pasar modal. Pasar modal harusnya bisa bertumbuh seiring sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Ia juga mengharapkan pasar modal tetap baik pada tahun 2013, seiring dengan perekonomian yang baik.

Tidak hanya itu, Muliaman juga menandaskan banyak hal yang harus dibereskannya pada pasar modal di Indonesia. Paling tidak Ia menyebutkan adanya 3 hal yang harus dibereskan. Pertama, membangun capacity building di bidang keuangan. Termasuk menyangkut penunjang serta sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, Ia mengatakan perlu adanya talent pool,  yang dapat berfungsi sebagai pengembangan SDM yang ahli dalam keuangan.

Kedua, membangun infrastruktur di pasar modal. Ia mengatakan akan memberikan waktu yang lebih besar untuk melihat infrastruktur pasar modal dan pendukungnya.

Ketiga, aturan-aturan yang mendukung pasar modal menjadi kompetitif. Ia mengatakan akan membuat aturan pasar modal yang dapat membuat pasar modal kompetitif. Bahkan bila perlu membuang aturan yang menghambat. “Kita bukan hobi membuat aturan, kita akan lihat aturan-aturan yang membuat pasar modal kompetiting,” katanya.

Ketiga hal tersebut, menurut Muliaman menjadi syarat pasar modal Indonesia untuk menjadi kompetitif.

 

(hatta@wartaekonomi.com)

Foto: sufri yuliardi

Penulis/Editor: Arif Hatta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5254.311 -44.637 539
2 Agriculture 1894.581 -24.228 21
3 Mining 1381.906 -15.398 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.376 -3.276 66
5 Miscellanous Industry 1329.269 -22.152 42
6 Consumer Goods 2332.767 -12.449 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.596 -1.551 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1029.623 -27.356 56
9 Finance 800.382 -5.744 89
10 Trade & Service 857.727 3.453 122
No Code Prev Close Change %
1 DEWA 54 72 18 33.33
2 PLIN 3,640 4,550 910 25.00
3 NAGA 175 218 43 24.57
4 SKLT 795 925 130 16.35
5 PTSN 66 76 10 15.15
6 WOMF 197 226 29 14.72
7 BRMS 78 89 11 14.10
8 NIKL 3,010 3,400 390 12.96
9 UNSP 50 56 6 12.00
10 IKAI 82 90 8 9.76
No Code Prev Close Change %
1 INCF 480 390 -90 -18.75
2 UNIC 2,720 2,230 -490 -18.01
3 WAPO 67 57 -10 -14.93
4 TBMS 785 680 -105 -13.38
5 ARTA 282 246 -36 -12.77
6 PGLI 61 54 -7 -11.48
7 AHAP 196 174 -22 -11.22
8 POLY 75 67 -8 -10.67
9 PLAS 228 206 -22 -9.65
10 MGNA 121 110 -11 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 DEWA 54 72 18 33.33
2 UNSP 50 56 6 12.00
3 BRMS 78 89 11 14.10
4 ENRG 50 50 0 0.00
5 TLKM 3,970 3,830 -140 -3.53
6 SRIL 252 250 -2 -0.79
7 PBRX 440 442 2 0.45
8 ADRO 1,730 1,730 0 0.00
9 KREN 438 446 8 1.83
10 BHIT 136 142 6 4.41