Market Indices

OJK akan Bereskan 3 Hal di Pasar Modal Indonesia

Oleh Hatta - Rubrik Finansial

02 Januari 2013 11:02:00 WIB

Pasar modal resmi dalam supervisi komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai saat ini. Muliaman D. Hadad, ketua Komisioner OJK  melihat sejumlah tantangan yang akan dihadapi pasar modal Indonesia. Ia juga menandaskan adanya hal-hal yang harus dilakukan pasar modal Indonesia agar tetap menarik para investor.

Muliaman mengatakan, belum lama ini, tantangan pasar modal Indonesia adalah menambah emiten lebih banyak, mensosialisasikan dan komunikasi serta edukasi pasar modal. Pasar modal harusnya bisa bertumbuh seiring sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Ia juga mengharapkan pasar modal tetap baik pada tahun 2013, seiring dengan perekonomian yang baik.

Tidak hanya itu, Muliaman juga menandaskan banyak hal yang harus dibereskannya pada pasar modal di Indonesia. Paling tidak Ia menyebutkan adanya 3 hal yang harus dibereskan. Pertama, membangun capacity building di bidang keuangan. Termasuk menyangkut penunjang serta sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, Ia mengatakan perlu adanya talent pool,  yang dapat berfungsi sebagai pengembangan SDM yang ahli dalam keuangan.

Kedua, membangun infrastruktur di pasar modal. Ia mengatakan akan memberikan waktu yang lebih besar untuk melihat infrastruktur pasar modal dan pendukungnya.

Ketiga, aturan-aturan yang mendukung pasar modal menjadi kompetitif. Ia mengatakan akan membuat aturan pasar modal yang dapat membuat pasar modal kompetitif. Bahkan bila perlu membuang aturan yang menghambat. “Kita bukan hobi membuat aturan, kita akan lihat aturan-aturan yang membuat pasar modal kompetiting,” katanya.

Ketiga hal tersebut, menurut Muliaman menjadi syarat pasar modal Indonesia untuk menjadi kompetitif.

 

(hatta@wartaekonomi.com)

Foto: sufri yuliardi

Recomended Reading

Rabu, 20/08/2014 12:09 WIB

Dahlan Resmikan Proyek Besar PTPP

Rabu, 20/08/2014 09:01 WIB

Pengamat Sayangkan Pengunduran Diri Karen

Rabu, 20/08/2014 16:14 WIB

Dahlan Usulkan Tiga Nama Gantikan Karen

Kabar EkBis

20 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Kiara: Nelayan Kecil Belum Siap Hadapi MEA

20 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Pemprov Bali Dorong Kinerja IMK

20 Agustus 2014 - Properti

Dahlan Resmikan Proyek Besar PTPP

Executive Brief

BKPM: Program Pelayanan Terpadu Satu Pintu belum sempurna.

CT: Pengunduran diri Karen dari Dirut Pertamina bukan karena alasan politis.

BKPM berupaya untuk pangkas perizinan usaha yang dianggap kurang relevan.

CT: Dirut Pertamina pengganti Karen akan dipilih dan ditetapkan pemerintahan baru.

BI: Kondisi perbankan di Banten pada triwulan II-2014 secara umum baik.

BKPM optimis investasi akan terus meningkat.

Panin Asset Management tawarkan produk reksa dana melalui penjualan properti.

BI habiskan sekitar Rp 3 triliun per tahun untuk cetak uang kartal.

BI dorong Pemprov Jateng sosialisasikan transaksi nontunai.

Tri Herdianto: Keberadaan OJK arahkan industri keuangan untuk ikuti aturan hukum.

KSEI akan kerja sama dengan Bank Mandiri untuk sinergikan pasar modal dan perbankan.

Menkeu: :enaikan harga BBM bersubsidi dapat berikan ruang fiskal yang lebih ekspansif.

Enny Sri Hartati: RAPBN 2015 butuhkan terobosan fundamental oleh pemerintah baru.

PDI-P: RAPBN 2015 masih miskin program stimulus yang bermanfaat.

Menkeu: Alokasi dana desa yang ideal adalah Rp 64 triliun.

OJK: Pengembangan infrastruktur dan perbaikan peraturan perlu terus dilakukan.

Budi Gunadi optimis kinerja IHSG di BEI akan terus membaik.

Menkeu: Pemerintah dan DPR siap lakukan pembahasan RUU Redenominasi.

Faisal Basri harapkan pemerintahan baru naikkan rasio alokasi anggaran infrastruktur.

Menkeu: Penerbitan uang NKRI jadi momentum penggunaan rupiah dalam setiap transaksi.

Entertainment & Life Style

18 Agustus 2014 - Olahraga

Sturridge Bawa Liverpool Raih Kemenangan