Market Indices

Beri Tambahan DAU Daerah yang Peduli Lahan Pangan

Oleh Cipto - Rubrik Daerah

02 Januari 2013 12:02:00 WIB

Daerah yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan lahan pertanian khususnya pangan perlu mendapat penghargaan pemerintah pusat.

Penghargaan tersebut menurut Anggota Komisi IV DPR Habib Nabiel Almusawa, bisa berupa penambahan dana perimbangan DAU atau DAK dari yang semestinya didapat oleh daerah bersangkutan.

“Harus diakui bahwa saat ini mengalokasikan lahan untuk industri atau kegiatan komersial lainnya, jauh lebih menguntungkan dibandingkan mempertahankan lahan tersebut untuk pertanian pangan.  Karena itu bila ada daerah yang tetap mempertahankan lahan untuk pertanian pangan maka daerah tersebut telah berkorban untuk masa depan. Pengorbanan ini harus diberi penghargaan yang setimpal,” ungkap Habib Nabiel Almusawa di Jakarta, Senin (31/12), menanggapi peringatan Kementerian Pertanian bahwa pada tahun 2015 Indonesia diperkirakan mengalami defisit lahan pertanaman padi hingga 730 ribu hektare.

Defisit tersebut akan semakin serius bila tidak segera ditangani. Tanpa penanganan, Kementan memperkirakan defisit lahan akan menjadi 2,21 juta ha pada tahun 2020, lalu 3,75 juta ha tahun 2025 dan 5,38 juta ha tahun 2030. Susutnya lahan tersebut bisa berdampak pada turunnya produksi pangan nasional.

Sementara peningkatan produksi pangan terutama beras merupakan hal penting bagi bangsa Indonesia.  Hal ini karena kebutuhan terhadap pangan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

”Agar daerah lebih bersemangat dalam mempertahankan lahan pangan, maka nilai tambahan dana perimbangan itu harus lebih besar dibandingkan nilai ekonomis bila lahan tersebut dikonversi ke peruntukan lain,” imbuh Habib Nabiel Almusawa.

Dengan insentif tersebut, menurutnya, diharapkan daerah-daerah yang masih memiliki lahan pertanian agar berlomba-lomba mempertahankan bahkan meningkatkan luasan lahan untuk pangan. ”Tentu bagi daerah yang berhasil meningkatkan luasan lahan pertanaman pangan dengan cara mengoptimalkan lahan tidur atau lahan terlantar yang ada, harus diberi insentif yang lebih besar lagi,” pungkasnya.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Kementan

Recomended Reading

Executive Brief

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/newsflash.php

Line Number: 7

Recommended Reading

Selasa, 29/07/2014 12:01 WIB

Puncak Arus Balik di Soekarno-Hatta Minggu

Selasa, 29/07/2014 08:06 WIB

Enam Alasan Memilih Berinvetasi Reksadana

Minggu, 27/07/2014 21:51 WIB

MK Berjanji Netral Sidangkan Sengketa Pilpres 2014

Minggu, 27/07/2014 18:57 WIB

Kadin: Peran Atase Perdagangan Perlu Lebih Efektif

Minggu, 27/07/2014 16:14 WIB

Kadin Inginkan Percepatan Realisasi Infrastruktur yang Tertunda

Minggu, 27/07/2014 15:43 WIB

BI: Kredit Perbankan Sulut Tumbuh 11,76 Persen pada 2014

Sabtu, 26/07/2014 14:01 WIB

Beredar Website Palsu Bank Indonesia

Sabtu, 26/07/2014 04:05 WIB

BEI Tetapkan 28 Juli-1 Agustus Libur Bursa

Entertainment & Life Style

27 Juli 2014 - Entertainment & Life Style

Sebelum Menu Utama, Yuk "Foreplay" Dahulu!

27 Juli 2014 - Entertainment & Life Style

Mudik Nyaman Ala Atalia Kamil