Portal Berita Ekonomi Selasa, 30 Agustus 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5370.764 Change: -68.067 Stock: 534
  • Agriculture Today: 1839.817 Change: -39.708 Stock: 21
  • Mining Today: 1136.522 Change: -16.473 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 509.378 Change: -4.248 Stock: 63
  • Miscellanous Industry Today: 1346.283 Change: -40.769 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2506.214 Change: -13.226 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 566.348 Change: -11.640 Stock: 62
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1130.093 Change: -23.179 Stock: 56
  • Finance Today: 794.158 Change: -9.838 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 863.516 Change: -2.874 Stock: 120

IDM: Usut Tuntas Jual Beli Jabatan Direktur Bank BTN

Foto Berita IDM: Usut Tuntas Jual Beli Jabatan Direktur Bank BTN

RUPSLB Bank BTN, tanggal 28 Desember 2012, menyisakan persoalan serius karena 2 direksi Bank BTN, Sdr.Purnomo dan Sdr.Mas Guntur Dwi S adalah kandidat terpilih yang memiliki track record melakukan pelanggaran integritas berat. Sehingga keduanya tidak  memenuhi syarat formal maupun material untuk menjadi Direksi BUMN yaitu sebelum pencalonan tercatat tidak pernah melakukan perbuatan yang dikategorikan dapat memberikan keuntungan secara melawan hukum kepada pribadi atau pihak tertentu dan melakukan perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan yang berkaitan dengan prinsip – prinsip pengurusan perusahaan yang sehat. Berikut ini siaran pers Indonesia Development Monitoring yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif, Fahmi Hafel yang diterima pada Rabu (2/1).

Berdasar penelusuran informasi yang dilakukan oleh Komite Perlindungan Pemegang Saham Minoritas (KPPSM) terindikasi kuat penetapan dua Direktur Bank BTN yaitu Mas Guntur Dwi S dan Purnomo sarat dengan rekayasa, kolusi dan bahkan terindikasi kuat ada permainan politik uang yang melibatkan oknum developer-developer Bank BTN sebagai penyokongnya dengan imbalan kemudahan dalam pemberian kredit proyek-proyek properti apabila sang calon terpilih.

Kolusi dalam pemilihan Direktur Bank BTN terjadi antara mantan Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro yang konkalikong dengan mantan Komisaris Independent Bank BTN, Deswandy Agusman sebagai Ketua Komite Nominasi Bank BTN yang berkuasa menyusun long list usulan calon Direktur dibantu dengan konsultan yang bernama AMROPS.
                         
Nama-nama yang diusulkan oleh Ketua Komite Nominasi Bank BTN tersebut sebelum secara formal diusulkan ke Meneg BUMN melalui Deputi Meneg BUMN Bidang Jasa dan Sekretaris Menteri BUM, telah memperoleh persetujuan dalam pertemuan setengah kamar yang melibatkan Iqbal Latanro dan pejabat-pejabat dilingkaran dalam Meneg BUMN seperti Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN yang saat ini menjabat Direktur Bank BRI Gatot Mardiwasisto, Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa, Gatot Trihargo dan Sekretaris Menteri Negara BUMN, Wahyu Hidayat.

Informan KPPSM yang merupakan pejabat tinggi dan sudah sangat senior di Bank BTN mengungkapkan bahwa dalam perjalanannya praktek kolusi berupa jual beli jabatan Direktur Bank BTN tersebut, telah memicu timbulnya konflik antara Ketua Komite Nominasi dengan pejabat-pejabat di linkungan Kantor Meneg BUMN yang berdampak pada dicopotnya Deswandy Agusman selaku Ketua Komite Nominasi sekaligus Komisaris Independent Bank dalam pada RUPSLB tanggal 28 Desember 2012, digantikan dengan Dwijanti Tjahjaningsih.

Praktek kongkalikong dalam pemilihan Direksi Bank BTN, pada dasarnya dipicu oleh penafsiran Biro Hukum Kementerian BUMN terhadap Pasal 16 ayat 4 UU No. 19/2003 tentang BUMN yang menetapkan masa jabatan Iqbal Latanro sebagai Direktur Utama Bank BTN dinyatakan berakhir karena sudah dianggap menjabat selama 2 periode.

Atas keputusan pemberhentian oleh Kementerian BUMN tersebut, Iqbal Latanro menyatakan penolakannya, karena penafsiran Biro Hukum Kementerian BUMN terhadap Pasal 16 ayat 4 UU No. 19/2003 tersebut dianggap tidak adil dan ambivalen, mengingat Meneg BUMN tetap mengangkat Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Direktur Utama Pelni Jussabella Sahea meskipun masa jabatannya sudah 2 periode.

Selanjutnya guna meredam konflik, maka atas jasa mantan komisaris Bank BTN dan mantan Assiten Deputi Bidang Jasa Meneg BUMN, Gatot Mardiwasisto ,dilakukanlah komunikasi antara Iqbal Latanro dengan pejabat Kementerian BUMN. Dalam proses komunikasi tersebutlah muncul praktek dagang sapi, jual beli jabatan calon Direktur Bank BTN, dimana kepada Iqbal Latanro ditawarkanlah konsesi berupa penawaran jabatan pengganti bagi Iqbal Latanro sebagai Direktur Bank BRI atau Direktur Utama Taspen serta Iqbal Latanro diberikan kewenangan untuk menunjuk ”2 orang dalam” sebagai penerus dalam kebijakannya. Kewenangan Iqbal Latanro menunjuk 2 orang dalam sebagai calon Direksi Bank BTN adalah harga mati yang dipersyaratkan oleh Iqbal Latanro.     

                                                                      
Konflik selama perundingan mulai terasa, pada saat Gatot Mardiwasisto mulai memaksakan nama teman dekatnya , Purnomo, yang saat itu menjabat Kepala Regional Office-2 Bank BTN sebagai calon Direksi Bank BTN.

Pencalonan Purnomo tersebut, kontan mendapatkan penolakan keras dari Iqbal Latanro, karena Iqbal Latanro yang selalu menyebut dirinya adalah representasi wakil masyarakat Indonesia Timur, meminta agar ”2 orang dalam” tersebut adalah calon Direktur Bank BTN yang dapat mewakili perasaan masyarakat Indonesia Timur.

Dua orang dalam yang diusulkan oleh Iqbal Latanro adalah Mas Guntur Dwi S yang merupakan menantu dari Prof.Amirrudin mantan Rektor Unhas Makassar dan pejabat junior Bank BTN Sdr.Sasmaya Tuhuleley yang berasal dari Bula Maluku. Iqbal latanro sangat berkepentingan terhadap 2 orang tersebut, karena mereka berdua adalah kader dan loyalis Iqbal yang diharapkan masih dapat mengamankan kepentingan Iqbal setelah Iqbal tidak menjabat lagi, karena Iqbal khawatir banyak persoalan selama kepemimpinannya yang  mulai diungkit-ungkit setelah Iqbal kehilangan kekuasaannya.

Guna memperkuat alasan penolakannya Iqbal mengatakan bahwa prestasi maupun kompetensi Purnomo sangat rendah bahkan dibawah rata-rata pejabat Bank BTN dan selama menjadi Kepala Cabang Bank BTN nilai KPI-nya selalu C. Disamping mengkritik performance Purnomo, Iqbal juga tidak suka dengan gaya komunikasi Purnomo yang sering mengeluarkan statemen kontroversial, seperti pidato Purnomo didepan karyawan BTN Bandung yang menyatakan ”bekerja di BTN tidak perlu prestasi tetapi cukup PLN yaitu ”Pendekatan, Loyalitas dan Nasib”. Materi pidato tersebut sempat menghebohkan karyawan Bandung dan Iqbal marah karena statement tersebut dapat membunuh motivasi karyawan dalam berprestasi.

Namun data-data yang berhasil dihimpun oleh KPPSM, Purnomo selain bermasalah dengan Iqbal juga tercatat pernah melakukan pelanggaran integritas dalam kategori sangat berat sewaktu menjadi Kepala Cabang Semarang dan akibatnya Bank BTN menanggung potensi kerugian sekitar 10 Milliar.

Pelanggran integritas tersebut bermula dari kejadian pemberian Kredit Modal Kerja Kontraktor (KMK Kontraktor) oleh Purnomo dalam kewenangannya sebagai Kepala Cabang BTN Semarang, kepada PT.Makmur Mandiri Sawargi dan PT.Crown Simbol, untuk pembiayaan Pipanisasi dari Dinas PU sebagai pemberi kerja.

Dalam pelaksanaan pemberian kredit tersebut, banyak kejanggalan yang terjadi dan pelanggaran SOP Perkreditan dalam kategori sangat berat, karena Kepala Cabang melakukan pelanggaran SOP Perkreditan dalam kategori risiko yang sangat tinggi yaitu Kepala Cabang melakukan pencairan kredit yang tidak didukung dengan alas hak berupa prestasi proyek. Selain pelanggaran SOP pencairan kredit, terdapat indikasi kuat, Purnomo melakukan kolusi dengan PT.Makmur Mandiri Sawargi dan PT.Crown Simbol karena debitur tersebut mendapat privilage khusus berupa pembebasan kewajiban bagi debitur KMK Kontraktor tersebut dari kewajiban pemberian jaminan berupa fixed asset senilai 50 % dari total kredit.

Saat ini kredit PT.Makmur Mandiri Sawargi dan PT.Crown Simbol dalam status kolektibilitas macet dan pekerjaan telah diputus secara sepihak oleh Dinas PU dan SPKnya selanjutnya dipindahtangankan kepada kontraktor lain. Akibat perbuatan debitur yang mendapat keistimewaan dari Purnomo tersebut, maka Bank BTN terpaksa menanggung kredit macet tanpa dicover oleh jaminan dengan potensi kerugian Bank mencapai 10 Miliar. Direktur perusahaan, Yuni Eva Etlina, dalam kasus yang serupa, saat ini menjadi buron Polda Jateng karena dilaporkan oleh pihak Bank BPD Jateng telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan oknum petugas dan pejabat kredit Bank BPD Jateng.

Kasus pembobolan Bank BPD Jateng yang melibatkan oknum petugas dan pejabat kredit Bank BPD Jateng telah menjadi berita yang menghebohkan, dan pada saat yang bersamaan terdapat perintah tertutup dengan model garis Komando dari Direktur Utama Bank BTN sebagai Direktur Supervisi Audit Intern Bank BTN kepada Kepala Divisi Audit Intern Mas Guntur Dwi S agar Bank BTN melindungi petugas dan pejabat yang terlibat dalam kasus ”Yuni Eva Etlina” tersebut. Perintah penghentian pemeriksaan atas kasus pembobolan Bank BTN KC.Semarang oleh Yuni Eva Etlina tersebut dapat diduga juga karena Iqbal merasa tidak enak dengan Gatot Mardiwasisto, teman golf purnomo yang saat itu masih menjadi Komisaris Bank BTN.

Dalam kasus yang lain berdasar penelusuran data dan informasi dari KPPSM terdapat informasi bahwa Purnomo juga terlibat dalam kegiatan yang menjurus kepada conflict of interest yang menghambat terungkapnya kasus fraud di Bank BTN. Sebagai contoh adalah adanya perbuatan fraud yang dilakukan oleh pejabat Bank BTN Surabaya Bukit Darmo, berupa pemberian 60 unit KPR fiktif atau dikenal dengan KPR Rumput dimana Bank BTN mencairkan kredit KPR tetapi tidak didukung dengan alas hak berupa adanya fisik rumah sebagai jaminan kredit.

Kasus pembobolan Bank berupa pemberian 60 unit KPR fiktif oleh Bank BTN Surabaya Bukit Darmo tidak dapat segera terungkap, karena praktek tersebut mendapat dukungan dari Purnomo mengingat developer yang memperoleh fasilitas kredit tersebut yaitu PT.Gemilang Arta Chassanah dengan Direktur Utama Sdr.Didik Hariyanto adalah masih bersaudara dengan Purnomo, sehingga pejabat pemutus kredit tidak dapat berkutik, pada saat developer meminta beberapa kemudahan sehingga Bank BTN KC.Surabaya Bukit Darmo mengabaikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perkreditan yang sehat.

Posisi Iqbal Latanro yang hendak mematahkan pencalonan Purnomo, mendapat hadangan dari Pejabat-Pejabat Meneg BUMN yang sudah sejak dari awal berhasil dilobi dan dimobilisasi oleh Gatot Mardiwasisto. Gatot Mardiwasisto mempermasalahkan persyaratan formal dari Sdr.Sasmaya Tuhuleley yang tidak terpenuhi karena baru bertindak sebagai Kepala Cabang Utama. Sedangkan calon Iqbal Latanro yang lain yaitu Mas Guntur Dwi S juga tidak terlepas dari masalah integritas yang berkategori lebih berat.

Sebagai mantan Komisaris Bank BTN, Gatot Mardiwasisto mengetahui bahwa pencalonan Mas Guntur Dwi S pada saat menjabat Kepala Divisi Audit adalah bermasalah karena Direktur Utama menyembunyikan informasi yang material terhadap profile Mas Guntur Dwi S dan tidak sesuai dengan Pasal 7, Peraturan BI Nomor: 12/ 23 /PBI/2010, Tentang Uji Kemampuan Dan Kepatutan,
dimana ketentuan tersebut mensyaratkan Kepala Divisi Audit sebagai pejabat eksekutif bank, wajib memiliki komitmen terhadap pengembangan operasional Bank yang sehat dan tidak memiliki riwayat pernah melakukan perbuatan yang dikategorikan dapat memberikan keuntungan secara melawan hukum kepada pribadi atau pihak tertentu dan melakukan perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan yang berkaitan dengan prinsip – prinsip pengurusan perusahaan yang sehat.

Bagi publik Bank BTN, Mas Guntur Dwi S adalah orang yang sakti. Berkali-kali melakukan tindak pidana fraud tetapi selalu diampuni dan hanya dihukum ringan meskipun pelanggarannya terhadap prinsip – prinsip pengurusan perusahaan yang sehat adalah sudah sedemikian besar sehingga mungkin tidak termaafkan. Tetapi publik rasanya dipaksa untuk memaklumi pada saat Mas Guntur Dwi S ditetapkan sebagai Kepala Divisi Audit Intern dan mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia karena Mas Guntur Dwi S dibacking secara kuat oleh sahabat masa kuliahnya di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta yaitu Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah.

Pelanggaran integritas Mas Guntur Dwi S, sudah dalam kategori sangat berat bahkan Mas Guntur Dwis S pernah dikenakan sanksi hukuman berat yaitu dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Cabang Kelas Utama menjadi Wakil Kepala Divisi, karena tindakannya mengakibatkan Bank BTN terpaksa melakukan write off senilai Rp.554,270 Milyar dan mengakibatkan terjadinya penurunan asset Bank BTN Medan sebesar 85,77 %, namun semua dosa tersebut dimaafkan dimasa Iqbal Latanro berkuasa dan jabatannya dipulihkan menjadi Kepala Divisi Audit Intern.       

Berdasar catatan KPPSM, Mas Guntur Dwi S memiliki catatan pelanggaran integritas dalam kategori berat sbb :
1.Berdasar keputusan rapat Direksi Bank BTN, 30 September 1998, Mas Guntur Dwi S sebagai Kepala Cabang Bank BTN KC.Medan dikenakan sanksi, karena pada tanggal 31 Oktober 1997, telah menempatkan dana tunai senilai Rp.300 Juta kepada Bank South East Asian Bank (Bank SEAB) tanpa persetujuan dari Divisi Treasury yang memiliki kewenangan memberikan izin kepada Kantor Cabang untuk melakukan kegiatan Money Market Line.

Dan satu hari setelah penempatan dana tersebut Bank SEAB dinyatakan Bank Indonesia dalam likuidasi, sehingga penempatan dana sehari menjelang penetapan Bank SEAB dalam likuidasi mengindikasikan adanya kolusi antara Kepala Cabang Bank BTN Medan dan Kepala Cabang Bank SEAB. Akibat perbuatan tersebut Bank BTN dirugikan sebesar Rp.100 Juta yaitu senilai uang yang tidak dapat dikembalikan oleh Bank SEAB.

2.Berdasar keputusan Direksi Bank BTN melalui Surat No.99/RHS/DSDM/PAK-PA/02, Sdr.Mas Guntur Dwi S dikenakan sanksi berat dengan menurunkan jabatannya dari Kepala Cabang Utama menjadi Wakil Kepala Divisi karena dalam kapasitasnya sebagai Kepala Cabang Bank BTN Medan Periode April 1995 s/d Oktober 1999, telah melakukan pemberian kredit kepada debitur-debitur Kantor Cabang dengan tidak memperhatikan prinsip-prinsip prudential banking yaitu kredit dicairkan tetapi tidak didukung dengan prestasi proyek dan dikenal dengan mega skandal KPR Rumput.

Praktek pemberian kredit tanpa didukung prestasi proyek seperti yang dipersyaratkan dalam  SOP Perkreditan Bank tersebut mengindikasikan kuat telah terjadi praktek kolusi antara Kepala Cabang dengan developernya.Tercatat developer-developer yang pada saat itu memperoleh keistimewaan adalah PT.Sanggirs, PT.Bahagia Asri Selaras, PT.Kanalom, PT.Nurotin Karya dll.

Akibat kolusi tersebut adalah banyaknya kredit macet KPR-BTN yang diakibatkan konsumen tidak mau membayar angsurannya karena rumahnya belum jadi atau dikenal dengan ”Proyek Skandal KPR Rumput”, dan Bank terpaksa mengeluarkan kebijakan write off senilai senilai Rp.554,270 Milyar.

Akibat kebijakan write off yang luar biasa besar tersebut berdampak terjadi penuruanan asset Bank BTN KC.Medan pada saat itu mencapai 85,77 % dan Bank BTN tidak mendapatkan potensi pendapatan bunga sebagai sumber pendapatan Bank.

3.Mas Guntur Dwi S tercatat dalam kapasistas jabatannya sebagai Kepala Cabng Utama Medan telah menyalahgunakan kekuasaannya (abuse of power) yaitu mengambil fasilitas KPR Bersubsidi (KPR Griya Inti dengan nomor rekening lama yaitu 00320 715 B 000 16R) yang seharusnya dilarang karena Mas Guntur Dwi S bukan kelompok konsumen penerima subsidi.

4.Mas Guntur Dwi S sebagai Kepala Divisi Audit Intern bersama Iqbal Latanro sebagai Direktur Utama selama kepemimpinannya telah menjadi bunker bagi para pelaku fraud yang terbukti dari dihukum ringannya pelaku-pelaku fraud penyebab kredit Macet Harmoni yang mencapai 130 Milyar.

Lemahnya penegakan hukum dan terjadinya praktek main mata dalam penyelesaian kasus-kasus fraud selama kepemimpinan Mas Guntur Dwi S membuat Bank Indonesia menyatakan Divisi Audit Intern Bank BTN dalam kondisi mandul dan menjadi penyebab maraknya praktek-praktek window dressing di Bank BTN seperti adanya dugaan rekayasa NPL, rekayasa penghimpunan dana pihak ketiga, rekayasa penghimpunan laba dll.

Setelah melalui proses tawar menawar yang alot, maka akhirnya ditemukanlah kata sepakat antara Iqbal Latanro darn group Kementerian BUMN yaitu :                                                                                             
                                   
1.Iqbal Latanro mendapat tempat sebagai Dirut Taspen atau Direktur BRI setelah penetapan RUPSLB Bank BTN yang melengserkan Iqbal Latanro.
2.Iqbal Latanro hanya berhak mengusulkan 1 orang dalam sebagai Direksi Bank BTN sebagai Direksi baru yaitu Mas Guntur Dwi S
3.Kementerian BUMN dibawah komando Gatot M dan Gatot T berhak mengusulkan 1 orang dalam Bank BTN sebagai Direksi baru yaitu Purnomo.
4.Iqbal L berkolaborasi dengan Deswandy Agusman sebagai Ketua Komite Nominasi bertugas mengamankan usulan nama Mas Guntur Dwi S dan Purnomo untuk disampaikan kepada Meneg BUMN melalui Sekretaris Meneg BUMN dan Deputi Bidang Jasa Meneg BUMN.
5.Iqbal Latanro wajib melakukan kerjasama untuk pengaturan nilai dari masing-masing kandidat dan atas hal tersebut Iqbal Latanro mengarahkan pemilihan konsultannya kepada AMROPS.
6.Gatot S bertugas mengamankan nama-nama tersebut sampai dengan ditangan Meneg BUMN untuk mendapat penetapan sebagai Direksi baru Bank BTN dan bertugas mengamankan nama Iqbal Latanro untuk menjadi Dirut Bank BRI menggantikan Sofjan Basyir atau Dirut Taspen menggantikan Agus Haryanto.

Merespon perkembangan pemilihan Direksi Baru Bank BTN dan berkemaan dengan catatan rekam jejak yang sangat buruk atas calon-calon Direksi Bank BTN yang dipilih melalui RUPSLB Bank BTN tanggal 28 Desember 2012, yaitu atas nama Mas Guntur Dwi S dan Purnomo maka Indonesia Development Monitoring menuntut:

1.Menolak dan meminta pembatalan hasil RUPSLB Bank BTN tanggal 28 Desember 2012,khususnya dalam hal penetapan Mas Guntur Dwi S dan Purnomo sebagai Direksi.
2.Meminta Bank Indonesia untuk bersikap independent dan transparan dalam penilaian Fit and Proper Test Bank atas calon Direksi baru Bank BTN yaitu Mas Guntur Dwi S dan Purnomo dan secara khusus meminta kepada Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah tidak menjadi pelindung dari kesalahan yang dilakukan oleh sahabatnya,
3.Sebelum pelaksanaan fit and proper 2 orang calon Direksi Bank BTN, Indonesia Development Monitoring menuntut BI melakukan spesial audit terhadap kasus fraud yang diduga dilakukan oleh Purnomo sewaktu menjadi Kepala Cabang Semarang dan melakukan spesial audit terhadap kasus kredit macet di KC.Jkt Harmoni yang diduga syarat dengan kongkalikong dan main mata yang melibatkan Mas Guntur Dwi S, Iqbal Latanro dan para terperiksa.                              
4.Bank Indonesia agar memaksa Bank BTN segera melakukan reformasi dan reposisi petugas dan pejabat Auditor Intern Bank BTN, yang ditandai dengan pemilihan Kepala Divisi Audit Intern yang kredibel, karena Auditor Intern Bank BTN diduga terlibat dalam jual beli perkara yang mendorong maraknya praktek window dressing sehingga kredibilitas laporan keuangan Bank BTN selama ini diragukan.
5.Agar tercapai prinsip transaparansi dan fairness serta menghasilkan output seleksi calon Direktur Bank BTN yang kredibel, Indonesia Development Monitoring menuntut pembatalan hasil seleksi konsultan AMROPS dan daftar long list versi Komite Nominasi yang disampaikan kepada Kementerian BUMN, karena diduga kuat penetapan daftar long list tersebut sarat muatan kepentingan pihak tertentu saja dan ada indikasi kuat terjadi antara kolusi Direktur Bank BTN dengan oknum pejabat Kementerian BUMN yang mengarah kepada jual beli jabatan.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y.

Penulis/Editor: Sucipto

Executive Brief

  • Kebakaran Hutan - BMKG sebut ada 167 titik panas di Pulau Sumatera dengan tingkat kebakaran hutan dan lahan lebih dari 50 persen.

  • Idul Adha - Kementerian Agama akan menggelar sidang Isbat untuk menetapkan Awal Zulhijjah atau Hari Idul Adha 1437 H pada Kamis (1/9/).

  • Politik - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebut Rapat paripurna yang digelar DPR pada hari ini, Selasa (30/8), akan membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2017.

  • New York - Presiden New York Knicks, Phil Jackson mengatakan kesalahan terbesarnya adalah tidak menukar pemain untuk mendapatkan Jae Crowder.

  • Don't Breathe - Film Horror Don't Breathe berhasil memuncaki Box Office pekan ini dengan raihan US$ 26,4 Juta di pekan pertama pemutarannya menggeser Suicide Squad ke peringkat kedua.

  • Haji - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi merilis nomor saran dan aduan para jamaah, beritkut nomornya call center 9200 1 3210, serta Whatsapp/SMS Center di nomor 0503 5000 17 aduan selama 24 jam.

  • Jakarta - Sistem pembatasan jumlah kendaraan di jalan raya berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap mulai diterapkan di beberapa ruas jalan DKI Jakarta hari ini, selasa (30/8).

  • Cirebon - Dua awak pesawat latih Cessna 172 mengalami luka-luka setelah pesawatnya jatuh di areal persawahan di Desa Banjarwangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/8) pukul 09.10 WIB.

  • Kurs Rupiah - Pagi ini (30/8) Rupiah dibuka menguat 18,00 poin (0.14%) ke Rp13.249 per dolar AS dibanding kemarin di Rp13.267. (Data Bloomberg).

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (30/8) Rp557.000 per gram.

  • Kurs Rupiah - Hari ini (30/8) kurs rupiah referensi Bank Indonesia menguat di Rp13.260 dibanding kemarin di Rp13.275.

  • CPO - Pembukaan harga pagi ini (30/8) CPO Kontrak Okt. 2016, naik 5 poin pada harga 2.613,00 Ringgit per metric ton (Bursa Malaysia).

  • Jerman - Petenis Jerman Angelique Kerber menang mudah atas Jelena Ostapenko 7-5, 6-3 di babak pertama US Open.

  • Pendapatan Negara RAPBN 2017 - Target pendapatan negara RAPBN tahun 2017 turun sebesar 2,72 persen dari Rp. 1.786.225,0  miliar ditahun 2016 menjadi Rp. 1.737.629,4 miliar ditahun 2017.

  • Pendapatan Dalam Negeri RAPBN 2017 - Target pencapaian pendapatan dalam negeri RAPBN 2017 sebesar Rp. 1.736.256,7 miliar terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp. 1.495.893,8 miliar (86,16%) dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp. 240.362,9 miliar (13,84%).

  • Penerimaan Perpajakan RAPBN 2017 - Target pendapatan perpajakan RAPBN 2017 turun sebesar 2.69 persen dari Rp. 1.539.166,2 miliar ditahun 2016 menjadi Rp. 1.495.893,8 miliar ditahun 2017.

  • Penerimaan Hibah RAPBN 2017 - Target penerimaan hibah RAPBN 2017 turun sebesar 30.50 persen dari Rp. 1.975.2 miliar ditahun 2016 menjadi Rp. 1.372,7 miliar ditahun 2017.

  • Bursa - Pagi ini (30/8) IHSG dibuka turun 2,20 poin (0,04%) ke level 5.368,57

  • Football - Wayne Rooney remains captain for England in World Cup competition.

  • US Open - Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic melaju ke babak kedua US Open usai menang 6-3, 5-7, 6-2, dan 6-1 atas Jerzy Janowicz.

  • United Continental Holdings Inc has hired the No. 2 executive at rival American Airlines Group Inc , Scott Kirby, to be its president, the companies said on Monday (29/8).

  • Singapore -  Germany-Singapore SME Funding Programme was launched by Trade and Industry Minister (Industry) S Iswaran on Monday (29/8).

  • Mondelez International Inc (Oreo and Cadbury) said it was no longer pursuing the acquisition of Hershey Co , two months after the U.S. chocolate company turned down its US$23 billion cash-and-stock bid.

  • Yamaha - Gantikan Bradley Smith, Alex Lowes akan memulai debutnya di Moto GP akhir pekan nanti.

  • Renault - Pembalap Renault Kevin Magnussen masih menjalani perawatan intensif dirumah sakit pasca kecelakaan hebat di GP Belgia.

  • Ducati - Dovizioso bersyukur tahun depan dapat satu tim dengan juara dunia Jorge Lorenzo, menurutnya Ducati akan berkembang dengan kehadiran Lorenzo.

  • Belanja Pemerintah Pusat RAPBN 2017 -  target belanja pemerintah pusat RAPBN tahun 2017 naik sebesar 0,28 persen dari Rp. 1.306.696,0 miliar ditahun 2016  menjadi Rp. 1.310439,3          miliar ditahun 2017.

  • Teroris - Menkopolhukam Wiranto sebut pelaku teror bom yang mencoba meledakkan diri di Gereja, Minggu (28/8) belajar cara merakit bom dari internet.

  • Mclaren - Fernando Alonso menilai mobil di Formula 1 akan semakin lambat dan membosankan dengan banyaknya regulasi di musim 2017.

  • Repsol Honda - Wakil Presiden Honda Racing Team, Shuhei Nakatomo mengungkapkan masalah utama Honda musim ini adalah ECU atau perangkat elektronik yang sering dikeluhkan oleh Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

  • Politik - Presiden Joko Widodo panggil para menteri bahas persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

  • Ducati - Rekrut Lorenzo, Ducati dikabarkan mengalami krisis keuangan seperti saat merekrut Rossi 5 tahun lalu.

  • Honda - Kepala Mekanik LCR Honda Cristian Gabbarini, resmi bergabung dengan Jorge Lorenzo di Ducati mulai musim depan.

  • Belanja Negara RAPBN 2017 - Target belanja negara RAPBN tahun 2017 turun sebesar 0,59 persen dari Rp. 2.082.948,9 miliar ditahun 2016 menjadi Rp. 2.070.465,9 miliar ditahun 2017.

  • Transfer ke Daerah dan Dana Desa RAPBN 2017 - targer transfer ke daerah dan dana desa RAPBN tahun 2017 turun 2,09 persen dari Rp. 776.252,9 miliar ditahun 2016 menjadi Rp. 760.026,3 miliar ditahun 2017.

  • Defisit Anggaran RAPBN 2017 - Defisit anggaran belanja pemerintah diperkirakan meningkat 12,17 persen, dari Rp. 296.723,9 miliar ditahun 2016 menjadi Rp. 332.836,6 miliar ditahun 2017.

  • Connecticut Open - Agnieszka Radwanska meraih gelar Connecticut Open usai mengalahkan Elina Svitolina 6-1, 7-6 (3).

  • Sacramento - Ty Lawson dikabarkan bergabung dengan Sacramento Kings dengan durasi kontrak 1 tahun.

  • Philadelphia - Setelah absen selama 2 musim akibat cedera, pemain 76ers Joel Embiid dikabarkan siap kembali tampil musim ini.

  • Kebakaran Hutan - BNPB mengatakan curah hujan pada musim kemarau atau kemarau basah membantu meminimalisasi titik panas yang ada di Indonesia.

  • Pilgub DKI - Ketua DPP PDIP Bidang Keanggotaan dan Organisasi Djarot Saiful Hidayat mengatakan penentuan calon gubernur yang akan diusung di Pilkada DKI Jakarta 2017 mencapai 90 persen.

  • Pilgub DKI - Politisi Partai Hanura Miryam S. Haryani meminta seluruh pihak menghentikan kampanye hitam terhadap Ahok menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

  • Jadwal Pertandingan Copa del Rey Spanyol (31/8)

    23:00 Andorra CF vs Hercules

    23:00 Caudal Deportivo vs Burgos CF

  • Jadwal Pertandingan Persahabatan Antar-klub (31/8)

    23:30 FC Hennef 05 vs FC Cologne

    23:30 NTSV Strand vs Hamburger SV

  • ANTM - Hingga semester I/2016, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) telah menjual bijih nikel domestic hingga 644.125 wet metric ton.

  • DMAS - PT Puradelta Lestari Tbk. Berencana memulai operasional apartemen sewa atau serviced apartment Le Premier pada awal September 2016.

  • LRNA - PT Eka Sari Lorena TransportTbk dalam enam bulan pertama tahun ini membukukan rugi komprehensif Rp12 miliar.

  • TPIA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) akan membagikan dividen interim senilai US$0,01 per saham atau Rp132,68 per saham pada 15 September 2016.

  • PJAA - PT Pefindo menyematkan peringkat idea- untuk obligasi berkelanjutan I/2016 PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) sebesar maksimum Rp1 triliun.

  • TPIA - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) mencatat pertumbuhan laba bersih hingga 636% sepanjang semester I/2016.

  • SILO - Perusahaan investasi global, CVC telah membeli 15% saham PT Siloam Hospitals International Tbk sebesar Rp2,2 triliun dari PT Lippo Karawaci Tbk. dan Ciptadana.

  • ADRO - PT Adaro Energy Tbk. membukukan kenaikan laba bersih 2,48% pada paruh pertama tahun ini.

  • BUMN - Pemerintah  menyuntik modal emiten badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi sebesar Rp11,15 triliun.

  • BMRI - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bakal mencari sumber pendanaan untuk ekspansi tahun depan dari pinjaman luar negeri senilai US$1 miliarUS$2 miliar.

  • Konstruksi - Sejumlah proyek konstruksi tahun jamak terancam mengalami rekomposisi setelah Kementerian PUPR mendapat penugasan penghematan senilai Rp6,98 triliun.

  • BMRI - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menjadikan sektor perumahan sebagai lokomotif pertumbuhan kredit ke depannya.

  • Sekuritas - PT Mandiri Sekuritas menjadi satusatunya perusahaan sekuritas lokal yang masuk kelompok tiga besar terunggul di bisnis penjaminan emisi obligasi, mandat ekuitas dan rights issue.

  • Jakarta - Prov DKI Jakarta usulkan untuk menaikkan target penerimaan pajak daerah dari semula Rp32,01 triliun menjadi Rp32,8 triliun pada pembahasan APBDPerubahan 2016.

  • Kaltim - Mayoritas pengusaha kelapa sawit di Prov Kalimantan Timur enggan terlibat dalam pembelian dan pemeliharaan sapi dalam rangka program dua juta ekor sapi pada 2018.

  • Asuransi - Pelaku industri asuransi bakal menunda penerapan skema koordinasi manfaat dengan BPJS Kesehatan lantaran keberatan dengan sejumlah ketentuan dalam skema tersebut.

  • New York - A senior HSBC Holdings Plc executive pleaded not guilty on Monday to charges that he participated in a fraudulent scheme to front-run a US$3.5 billion currency transaction by one of the bank's clients.

  • Williams - Jenson Button menolak tawaran untuk mengisi kursi Williams di musim 2017.

  • Red Bull - Terlibat clash dengan Vettel dan Raikkonen di GP Belgia, Max Verstappen mengaku gaya balapnya tidak membahayakan.

  • Sean Gelael - Pembalap Indonesia Sean Gelael tak mencapai podium di balapan GP2 Series yang berlangsung di Sirkuit Spa Francorchamps, Belgia.

  • CPO - Pembukaan harga pagi ini (29/8) CPO Kontrak Okt. 2016, naik 2 poin pada harga 2.653,00 Ringgit per metric ton (Bursa Malaysia).

  • Jadwal Pertandingan Persahabatan (30/8)

    17:00 Mesir vs Guinea

    20:00 Uganda vs Kenya

    21:00 Kyrgyzstan vs Kazakhstan

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 POOL 965 1,200 235 24.35
2 MSKY 685 810 125 18.25
3 KAEF 2,500 2,820 320 12.80
4 BIKA 620 695 75 12.10
5 BMAS 300 330 30 10.00
6 BKDP 72 79 7 9.72
7 MLIA 535 585 50 9.35
8 KARW 276 300 24 8.70
9 PDES 230 250 20 8.70
10 INRU 370 400 30 8.11
No Code Prev Close Change %
1 PEGE 260 234 -26 -10.00
2 CNTX 1,000 900 -100 -10.00
3 JKON 650 585 -65 -10.00
4 ESSA 1,420 1,280 -140 -9.86
5 MFMI 266 240 -26 -9.77
6 SMMT 133 120 -13 -9.77
7 FISH 2,370 2,140 -230 -9.70
8 AIMS 248 224 -24 -9.68
9 FORU 498 452 -46 -9.24
10 ICON 226 206 -20 -8.85
No Code Prev Close Change %
1 BEKS 62 67 5 8.06
2 EXCL 3,130 2,960 -170 -5.43
3 TLKM 4,210 4,140 -70 -1.66
4 KAEF 2,500 2,820 320 12.80
5 PGAS 3,350 3,200 -150 -4.48
6 PBRX 418 418 0 0.00
7 BBRI 11,750 11,500 -250 -2.13
8 BMRI 11,400 11,175 -225 -1.97
9 ASII 8,350 8,075 -275 -3.29
10 BSDE 2,230 2,130 -100 -4.48
No Code Freq Value
1 RX 4,921 755,260,360,900
2 YU 19,631 729,892,392,200
3 CC 34,362 669,883,522,500
4 YP 49,662 611,320,851,975
5 MS 7,135 610,711,528,500
6 PD 35,222 520,325,004,700
7 DX 13,261 433,917,573,074
8 CG 9,634 410,470,549,350
9 KI 8,647 389,527,768,770
10 AK 21,833 378,096,535,900