Market Indices

Sembari Menunggu, Bulog Telah Siapkan Direksi Anak Usaha

Rubrik Ekonomi Bisnis

03 Januari 2013 15:32:00 WIB

Rencana Perum Bulog membangun anak usaha sepertinya masih harus bersabar. Perum ini masih harus menunggu ijin usaha anak usahanya ini. Menurut Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso, tidak mudah mendirikan usaha.

"Mudah-mudahan dari Kementerian Hukum dan HAM dapat selesaikan dalam waktu dekat ini. Sekarang masih di Kemenkumham," kata Sutarto.

Meski demikian, nama anak usaha dan direksi telah disiapkan. Menurut Sutarto, telah diajukan dan disetujui Kementerian BUMN. "Nama direksi sudah ada dan sudah diajukan ke Kementerian BUMN dan sudah disetujui oleh Menteri BUMN," jelas Dirut Bulog.

Menurut Sutarto, nama anak usaha Bulog tersebut adalah PT Jasa Prima Logistik. Kepemilikannya mayoritas oleh Bulog, dan pemegang saham lainnya adalah Yapinstra (Yayasan Bina Sejahtera Bulog) dan Koplindo (Koperasi Pegawai Logistik Indonesia).

Anak usaha ini akan bergarak dalam bidang usaha angkutan, survei dan jasa perawatan. Sebelumnya, untuk aktivitas tersebut Bulog mengerjakannya dan dikerjakan oleh pihak
lain.

(hatta@wartaekonomi.com)
Foto: Dok. Bulog

Editor: cipto

Recomended Reading
  • OJK

Berita Terkini

Kamis, 28/05/2015 03:28 WIB

PSSI Bocorkan FIFA Sudah Siapkan Sanksi

Kamis, 28/05/2015 02:21 WIB

Sigma: KPU Tidak Bisa Atur Menkumham

Kamis, 28/05/2015 01:06 WIB

Menpora Ajak Rakyat Tak Takut Hadapi FIFA

Kamis, 28/05/2015 00:07 WIB

Ical dan Agung Sepakat Islah

Rabu, 27/05/2015 23:59 WIB

Golkar Kubu Agung Bantah Mau Gabung ke Ical

Rabu, 27/05/2015 23:56 WIB

Gerindra Minta Dirut BPJS Kesehatan "Blusukan"

Rabu, 27/05/2015 23:53 WIB

Bela UMKM, Fraksi Golkar Perjuangkan RUU Penjaminan "Goal"

Rabu, 27/05/2015 23:51 WIB

Komisi XI Dorong Pemerintah Perhatikan Pengusaha Muda

Executive Brief

Mentan Amran tegaskan tak ada beras plastik yang beredar di Indonesia.

Jokowi minta Tiongkok percepat implementasi proyek kerja sama dengan Indonesia.

BTN dapat pinjaman Rp 1,5 triliun dari SMF guna dukung program sejuta rumah.

DBS prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2015 capai 5,1 persen.

DBS: Pertumbuhan ekonomi Indonesia terhambat oleh penurunan harga komoditas.

Bank BJB siap salurkan Rp 1,3 triliun biayai pembangunan pabrik Semen Baturaja.

Bank BJB siap salurkan Rp 1,3 triliun biayai pembangunan pabrik Semen Baturaja.

Adira Insurance sasar masyarakat yang bukan nasabah bank untuk miliki polis asuransi.

DBS: Cadangan devisa Indonesia perlu diperluas untuk antisipasi risiko arus modal keluar.