Market Indices

Kenaikan UMP 2013 Kaltim Tertinggi, Sulbar Terendah

Rubrik Nasional

09 Januari 2013 10:02:00 WIB

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menyatakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2013 secara rata-rata sebesar 18,32 persen. Persentase kenaikanUMP ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kenaikan UMP tahun 2012 yang hanya mencapai 10, 27 persen.

Dalam Rakornis Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian tahun 2013 di Jakarta, Selasa (8/1), Menakertrans menguraikan pencapaian UMP terhadap Komponen Hidup Layak (KHL) rata-rata nasional tahun 2013 di 33 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 89,78 persen. Kenaikan UMP 2013 tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Timur yang mengalami peningkatan sebesar 48,86 persen dari  Rp1.177.000 menjadi Rp1.752.073. Sedangkan kenaikan UMP 2013 terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang mengalami kenaikan sebesar 3,37 persen dari Rp1.127.000 menjadi Rp1.165.000.

Sedangkan dari keseluruhan 33 Provinsi di Indonesia, Provinsi yang menetapkan UMP terbesar tahun 2013 adalah DKI Jakarta sebesar Rp2.200.000. Sementara itu, ada empat provinsi yang tidak menetapkan UMP yaitu  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta yang telah memutuskan untuk tidak menetapkan.

"Kenaikan Upah merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh. Namun kenaikan upah harus disambut dengan momentum  peningkatan produktivitas kerja agar perusahaan dapat terus maju dan berkembang dan menambah lapangan kerja baru," kata Menakertrans.

Menurutnya, pemerintah, pengusaha dan pekerja sepakat bahwa untuk mendorong terus kenaikan upah pekerja/buruh secara bertahap, namun ketentuan kenaikan rata-rata UMP per tahun tidak dapat disamaratakan karena bergantung dari sejumlah indikator, yaitu tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, daya beli dan kebutuhan hidup pekerja dan kemampuan perusahaan di daerah masing-masing.

"Patut dipahami semua pihak, bahwa konsep dan kebijakan upah minimun itu merupakan upah terendah yang diperuntukkan bagi pekerja lajang dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Upah minimum hanya sekedar jaring pengaman sosial," ujarnya.

Sedangkan di luar ketentuan tersebut, penetapan besaran upah dan besaran tunjangan-tunjangan   lainnya lebih ditekankan pada perundingan dan kesepakatan secara bipartit antara pengusaha dan pekerja/buruh. Bila kesejahteraan para pekerja/buruh dapat terus naik, maka hal ini akan berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja dan keuntungan perusahaan.

Pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) harus bekerja sama membangun hubungan industrial yang harmonis, demokratis dan berkeadilan, termasuk dalam penetapan upah di masing-masing perusahaan. Hal ini, diperlukan untuk mewujudkan suatu iklim usaha yang kondusif, sehingga dapat menciptakan ketenanganan bekerja dan sekaligus membuka lapangan kerja baru dalam rangka penanggulangan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Kedua belah pihak harus menyamakan persepsi mengenai cara-cara penciptaan hubungan industrial yang baik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, menarik investasi serta yang paling penting menghindari terjadinya PHK.

Namun, pemerintah pun tidak menafikkan adanya kenyataan bahwa ada beberapa perusahaan di Indonesia  yang termasuk UKM di sektor industri padat karya (usaha tekstil, alas kaki dan indutri mainan) yang kesulitan dalam mencapai upah minimum yang telah ditetapkan. Sebagai solusinya, perusahaan-perusahaan tersebut dapat mengajukan penangguhan penerapan UMP yang sekarang masih diproses oleh masing-masing Gubernur.

Daripada usahanya berhenti dan mengakibatkan terjadinya pengangguran, maka lebih baik UKM yang benar-benar tidak mampu memenuhi kewajiban upah minimum menempuh  mekanisme penangguhan upah minimum dan di harapkan gubernur untuk membantu prosesnya supaya lebih mudah namun tetap sesuai dengan mekanismenya.

"Terkait dengan pelaksanaan penetapan UMP 2013 ini, pihaknya, akan terus melakukan monitoring, konsultasi dan pendampingan bagi Dinas Tenaga Kerja, Dewan Pengupahan Daerah dan para pimpinan di daerah," tandasnya.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y.

Penulis/Editor: Sucipto

Executive Brief

ELSA - Perusahaan jasa minyak dan gas bumi PT Elnusa Tbk (ELSA) membidik penyediaan pembangkit listrik berkapasitas 20 MW dalam tiga tahun ke depan.

PMN - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menerbitkan surat utang jangka menegah senilai Rp170 miliar.

WIKA - Korporasi konstruksi milik negara, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. membukukan peningkatan laba bersih 16,51% menjadi Rp71,67 miliar pada kuartal I/2016.

San Francisco - Perusahaan jasa perminyakan Halliburton dan Baker Hughes tidak jadi merger karena desakan Otoritas anti monopoli AS.

Jadwal Pertandingan Champions League (4/5)

01:45 Bayern Munich vs Atletico Madrid

Nelayan - Menko Maritim Rizal Ramli berencana bangun perkampungan nelayan menjadi bersih dan hijau.

Inflasi - Menko Darmin Nasution sebut laju inflasi sepanjang tahun 2016 ini sesuai dengan harapan.

OJK - Meski sempat terhenti, OJK tetap finalisasi layanan syariah BPJS Kesehatan

Manufaktur - BPS catat pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan I 2016 meningkat sebesar 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

INKB - OJK catat pertumbuhan aset industri keuangan non-bank (INKB) per Maret 2016 sebesar Rp 1.940,59 triliun naik 24,08 persen secara tahunan.

MBTO -PT Martina Berto Tbk. membukukan kenaikan penjualan neto sebesar Rp181,15 miliar sepanjang kuartal I/2016.

Hague - Greepeace mengancam akan membocorkan dokumen deal antara AS dan EU yang mengancam lingkungan hidup.

Brussels - Bandara Brussels sebagian mulai dioperasikan pada Minggu (1/5), sekitar 6 minggu setelah serangan ISIS.

DMAS - Sepanjang kuartal I/2016, emiten properti PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) mengalami penurunan laba hingga 45,03%.

SIMP - PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 44,98% sepanjang kuartal I/2016.

LSIP - Laba emiten perkebunan PT London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) anjlok hingga 67,03% sepanjang kuartal I/2016.

SIMP - Sepanjang kuartal I/2016, produksi tandan buah segar (TBS) PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) turun 3%.

LSIP - Sepanjang kuartal I/2016, produksi tandan buah segar (TBS) inti PT London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) turun 5,1%.

Recommended Reading

Senin, 02/05/2016 19:46 WIB

Selama Tiga Bulan Laba Bersih Asuransi Jiwa Capai Rp2,51 Triliun

Senin, 02/05/2016 18:59 WIB

1.600 Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Cirebon Menganggur

Senin, 02/05/2016 18:14 WIB

IHSG Terkoreksi 0,63% Senin Ini

Senin, 02/05/2016 17:31 WIB

2015, Aset IKNB Tumbuh 8,67 Persen

Senin, 02/05/2016 15:35 WIB

Kemenkeu: Enam Arahan Dukung Penyusunan RAPBN 2017

Senin, 02/05/2016 14:24 WIB

TransBekasi Akan Susul TransJakarta

Senin, 02/05/2016 12:59 WIB

PLN: Tarif Listrik Nonsubsidi Mei Naik Rp7-10/kwh

Senin, 02/05/2016 11:46 WIB

BPS: April Deflasi 0,45 Persen