Market Indices

Kecelakaan Kerja di Indonesia Cukup Tinggi

Rubrik Ekonomi Bisnis

16 Januari 2013 08:02:00 WIB

Tingkat kecelakaan kerja dan berbagai ancaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Indonesia masih cukup tinggi. Berbagai kecelakaan kerja masih sering terjadi dalam proses produksi terutama di sektor jasa konstruksi. Di Indonesia, setiap 100.000 tenaga kerja terdapat 20 orang fatal akibat kecelakaan kerja.

 Berdasarkan laporan International Labor Organitation (ILO) , setiap hari terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal sekitar  6.000 kasus. Tak hanya itu, menurut kalkulasi ILO, kerugian yang harus ditanggung akibat kecelakaan kerja di negara-negara berkembang juga tinggi, yakni mencapai 4% dari GNP (gross national product).

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan seluruh pihak harus mulai melakukan upaya dan kerja keras di tahun 2013 agar penerapan sistem manajemen K3 (SMK3) di dalam setiap jenis kegiatan usaha dan berbagai kegiatan masyarakat dapat menekan angka kecelakaan kerja. “Kita terus mendorong partisipasi para pimpinan perusahaan dan buruh/pekerja untuk bersatu padu bersama pemerintah dan masyarakat luas agar terus berusaha mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan melaksanakan agar budaya K3 di seluruh level kehidupan masyarakat kita," kata Muhaimin Iskandar di kantor Kemnakertrans Jakarta pada Selasa (15/1) yang dikutip dari lama Kemnakertrans.

 Muhaimin mengatakan angka tingkat keparahan dan kerugian akibat kecelakaan kerja itu memerlukan perhatian serius dari semua pihak, bukan hanya pemerintah. Penerapan budaya K3 harus diintegrasikan pada setiap jenjang manajemen perusahaan, sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja. “Integrasi penerapan budaya K3 di perusahaan dapat dilakukan melalui pendekatan prinsip-prinsip manajemen agar tidak hanya mengurangi kecelakaan kerja, tapi juga menekan tingkat keparahan dan pencapaian kecelakaan nihil, “kata Muhaimin.

Sistem SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No.50/2012 tentang Penerapan SMK3 yang juga diawali dengan penandatanganan komitmen dan kebijakan penerapan SMK3. “Pemerintah berharap komitmen itu tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen, tapi perlu diimplementasikan dalam bentuk kegiatan yang nyata dan peran aktif dari semua pihak,” ungkapnya.  

 

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: sufri yuliardi

Editor: Hatta

Recomended Reading

Kabar EkBis

28 November 2014 - Ekonomi Bisnis

Apindo Minta BKPM Dorong Investasi Industri Hulu

28 November 2014 - Agrikultur

Mentan Amran Janji Penuhi Kebutuhan Petani

Kabar Indonesia

28 November 2014 - Daerah

Ahok Minta Tentara Keroyok Sungai Ciliwung

28 November 2014 - Daerah

Ahok: Saya Bukan Tidak Suka Boy Sadikin

28 November 2014 - Politik

Apa yang SBY Lakukan pada Masa Pensiun?

Executive Brief

Akbar Tandjung minta penundaan Munas Partai Golkar di Bali.

Korban tewas epidemi Ebola menjadi 5.689 dari 15.935 kasus hingga November.

Recommended Reading

Jum'at, 28/11/2014 23:17 WIB

Lion Air akan Bangun Infrastruktur Penerbangan

Jum'at, 28/11/2014 17:09 WIB

Selain Kredit, OJK Juga Minta Perusahaan Asuransi Proteksi Nelayan

Jum'at, 28/11/2014 16:38 WIB

Lima Juta Buruh Siap Demo Pemerintahan Jokowi-JK

Jum'at, 28/11/2014 13:08 WIB

Golkar Tidak akan Pecah

Jum'at, 28/11/2014 11:02 WIB

Mentan Amran Janji Penuhi Kebutuhan Petani

Jum'at, 28/11/2014 08:02 WIB

Pertamina: Konsumsi Pertamax Mulai Meningkat

Jum'at, 28/11/2014 03:22 WIB

Akbar Tanjung Minta Munas Golkar Ditunda

Kamis, 27/11/2014 17:31 WIB

Megawati Pastikan Tidak Usulkan Boy Sadikin sebagai Wagub

Entertainment

27 November 2014 - Olahraga

Zenit Menang 1-0 Atas Benfica

27 November 2014 - Olahraga

Thailand Ke Semifinal Piala AFF