Portal Berita Ekonomi Jum'at, 26 Agustus 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5454.116 Change: 50.124 Stock: 534
  • Agriculture Today: 1896.831 Change: 11.082 Stock: 21
  • Mining Today: 1161.238 Change: -15.510 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 507.349 Change: 3.601 Stock: 63
  • Miscellanous Industry Today: 1395.572 Change: 27.884 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2519.191 Change: 50.882 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 582.935 Change: 2.575 Stock: 62
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1156.559 Change: 6.363 Stock: 56
  • Finance Today: 806.537 Change: 4.048 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 873.132 Change: 5.376 Stock: 120

Perburuhan: Menjaga Keseimbangan Upah dan Produktivitas (Bagian II)

Foto Berita Perburuhan: Menjaga Keseimbangan Upah dan Produktivitas (Bagian II)

Upah minimum telah ditetapkan, tapi perdebatan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah masih berlangsung. Dalam salah satu rekomendasinya untuk menghadapi tantangan dan risiko tahun 2013, Komite Ekonomi Nasional (KEN) mengatakan pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap permasalahan ketenagakerjaan secara komprehensif dan mengambil inisiatif untuk menjembatani kebuntuan perundingan mengenai ketenagakerjaan. Menurut KEN, hampir setiap negara yang mengalami transformasi ekonomi yang cepat akan selalu mengalami persoalan ketenagakerjaan.

Selama Indonesia berada dalam proses transformasi ini, lanjut KEN, Indonesia akan terus menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan pasar tenaga kerja. Keseimbangan ini harus dapat dijaga dari waktu ke waktu dengan memastikan keselarasan kenaikan upah tenaga kerja dan perbaikan produktivitas tenaga kerja. Maksudnya, jika upah tenaga kerja naik terlalu cepat melebihi kenaikan produktivitas, maka itu akan menyebabkan pengembangan usaha dan penyerapan tenaga kerja di tahap selanjutnya akan terbatas. Namun, di sisi lain, dunia usaha juga perlu menaikkan upah agar kesejahteraan pekerja naik dan menaikkan semangat dan produktivitas bekerja.

Dalam survei Daya Saing Ekonomi (Global Competitiveness Index) yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF), untuk tahun 2012–2013 peringkat daya saing Indonesia berada pada posisi ke-50, menurun dua tingkat dari posisi ke-46 pada periode sebelumnya. Dibanding negara-negara tetangga, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang mengalami penurunan peringkat secara konsisten dalam tiga tahun terakhir. Dalam hal ini, faktor efisiensi pasar tenaga kerja Indonesia yang mengalami penurunan paling tajam, turun 24 tingkat (ke posisi ke-120 dari 144 negara, sementara Malaysia di peringkat ke-24) dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor tenaga kerja merupakan faktor daya saing Indonesia yang paling buruk di antara faktor-faktor lainnya.

Padahal, masalah ketenagakerjaan memiliki kaitan dengan potensi ekonomi Indonesia. Salah satu jantung dari realisasi potensi ekonomi ada pada produktivitas buruh. Dalam laporan terbaru McKinsey Global Institute (MGI), dikatakan bahwa Indonesia akan mencapai posisi pertumbuhan tinggi dengan syarat terjadi peningkatan produktivitas buruh. Dengan tingkat produktivitas pekerja pada level sekarang ini, hingga 2030 Indonesia hanya akan mampu tumbuh sekitar 5%–6% per tahun. Namun, jika ada peningkatan produktivitas pekerja, pertumbuhan bisa didorong hingga paling kurang 7% sampai 2030 nanti.

Menurut perhitungan MGI, diperlukan peningkatan sebesar 60% produktivitas buruh dari level yang telah terjadi selama 10 tahun terakhir untuk pertumbuhan ekonomi minimal 7% hingga 2030. Apalagi, laporan OECD menyebutkan kontribusi tenaga kerja Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) masih sekitar US$6.000, sementara Malaysia telah sebesar US$14.000.

 

Perbaikan Menyeluruh

KEN menyarankan agar pemerintah seyogianya tidak hanya membantu pekerja pemula minim pengalaman yang baru masuk ke pasar kerja dengan upah minimum, tetapi juga harus mencakup seluruh kelompok pekerja.

KEN pun menilai perlindungan regulasi yang seharusnya diberikan oleh pemerintah bukanlah upah minimum semata, tetapi juga mengatur seluruh elemen hubungan industrial, seperti masalah aturan mengenai kesepakatan kerja, jaminan sosial, cuti dan libur, tenaga kontrak, dan sebagainya. Perbaikan seyogianya dilakukan dengan memerhatikan elemen-elemen tersebut secara menyeluruh. KEN menegaskan peningkatan kesejahteraan pekerja Indonesia tidak hanya bergantung pada peningkatan upah minimum dari tahun ke tahun.

 

Fadjar Adrianto

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 26/2012

Foto: trust

Penulis: Redaksi

Editor: Arief Hatta

Executive Brief

  • WIKA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) segera menerbitkan saham baru dengan estimasi dana yang diterima perseroan hingga Rp6,15 triliun.

  • DMAS - PT Puradelta Lestari Tbk. tetap menggenjot penjualan lahan industri kendati target penjualan 50 hektare sudah terpenuhi pada awal bulan ini.

  • TBLA - PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) mencatat kenaikan penjualan dan pendapatan sebesar 6,98% sepanjang semester I/2016.

  • PANR - PT Panorama Sentrawisata Tbk. (PANR) mencatat pertumbuhan laba bersih 2,66% sepanjang semester I/2016.

  • PSKT - PT Red Planet Indonesia Tbk. membatalkan rencana untuk menambah permodalan dengan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.

  • Bursa - Menjelang akhir Agustus 2016, nilai pencatatan saham baru dan rights issue di PT BEI masih menjadi capaian terendah dalam 10 tahun terakhir.

  • MEDC - PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue dengan target perolehan dana Rp1,94 triliun.

  • NIRO - PT Nirvana Development Tbk merevisi target pendapatan sewa tahun ini menjadi di atas 15% menyusul akuisisi Supermall Sukabumi.

  • UNVR - PT Unilever Indonesia Tbk meningkat dua kali sehingga mendorong pertumbuhan penjualan hingga dua digit.

  • MYOH - PT Samindo Resources Tbk. (MYOH) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 25% menjadi US$12,19 juta dari sebelumnya US$9,75 juta lantaran tertolong laba kurs.

  • BEKS - Sandiaga Salahuddin Uno dan Edwin Soeryadjaya sebagai pemilik Saratoga & Recapital Group menjual seluruh kepemilikan di dalam PT Bank Pundi Indonesia Tbk. (BEKS).

  • TBMS - PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS) melesat tajam sebesar 535% menjadi US$4,24 juta dari sebelumnya US$667.453 lantaran tertolong laba kurs.

  • Jalan tol - Pemerintah menargetkan lelang konstruksi yang menjadi porsi pemerintah untuk tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi I Oktober tahun ini.

  • Tol laut - Kementerian Koordinator bidang Maritim kembali mengkaji kinerja program tol laut dengan membuka rute baru di kawasan Indonesia bagian Bara.

  • Infrastruktur - Indonesia masih menghadapi tantangan yang sangat mendesak dalam percepatan pembangunan infrastruktur dengan rendahnya kualitas infrastruktur di Indonesia.

  • Pangan - Pemerintah meyakini perubahan cuaca belum menganggu produksi pangan seperti beras, kendati kemarau kering dan basah melanda.

  • BMRI - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. meproyeksi pertumbuhan kredit tahun depan lebih tinggi di atas tahun ini.

  • KKP - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diperintah oleh Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi peraturan yang menghambat pengembangan perikanan.

  • BBRI - Meski BI menurunkan target kredit akhir tahun menjadi 7%9%, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. masih optimistis dapat menyalurkan kredit sebesar 16%.

  • BMRI - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I dengan target indikatif Rp5 triliun.

  • Yamaha - Menang lomba ketahanan Motor 8 jam di Suzuka, Alex Lowes mendapatkan kesempatan mencoba Yamaha MotoGP YZR-M1 tim Tech3.

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (25/8) Rp556.000 per gram.

  • Connecticut - Petra Kvitova mengalahkan Eugenie Bouchard 6-3, 6-2 untuk melaju ke perempat final Connecticut Open.

  • Kurs Rupiah - Hari ini (25/8) kurs rupiah referensi Bank Indonesia melemah di Rp13.267 dibanding kemarin di Rp13.252.

  • US Open - Thanasi Kokkinakis absen dari turnamen US Open akibat mengalami cedera.

  • Amerika Serikat - Greg Popovich akan menjadi pelatih baru tim Basket Amerika Serikat.

  • Force India - Force India mentargetkan meraih posisi keempat di klasemen konstruktor musim ini.

  • Ferrari - Bos Mercedes mengatakan Ferrari terlalu cepat untuk mengalihkan fokus ke musim 2017 setelah mengalami musim buruk di 2016.

  •  Kurs Rupiah - Sore ini (25/8) Rupiah ditutup menguat 12,00 poin (0.09%) ke Rp13.242 per dolar AS dibanding kemarin di Rp13.254. (Data Bloomberg).

  • CPO - Penutupan harga sore ini (25/8) CPO Kontrak Okt. 2016, naik 12 poin pada harga 2.650,00 Ringgit per metric ton (Bursa Malaysia).

  • Jadwal Lengkap Formula 1 GP Belgia :

    Jumat, 26 Agustus 2016

    Practice 1 15:00 – 16:30 WIB

    Practice 2 19:00 – 20:30 WIB

    Sabtu, 27 Agustus 2016

    Practice 3 16:00 – 17:00 WIB

    Kualifikasi 19:00 – 20:00 WIB

    Minggu, 28 Agustus 2016

    RACE 19:00 WIB Live Global TV

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 FISH 1,900 2,370 470 24.74
2 LMPI 146 182 36 24.66
3 KARW 222 276 54 24.32
4 IPOL 125 138 13 10.40
5 KBLM 254 278 24 9.45
6 PJAA 1,950 2,120 170 8.72
7 TMAS 1,605 1,720 115 7.17
8 KAEF 2,070 2,200 130 6.28
9 SSTM 198 210 12 6.06
10 INDY 675 715 40 5.93
No Code Prev Close Change %
1 GDST 100 90 -10 -10.00
2 BAJA 222 200 -22 -9.91
3 PICO 224 202 -22 -9.82
4 BYAN 8,200 7,400 -800 -9.76
5 BSWD 2,060 1,860 -200 -9.71
6 MGNA 83 75 -8 -9.64
7 HDFA 250 226 -24 -9.60
8 PLAS 1,590 1,440 -150 -9.43
9 BCIP 1,360 1,235 -125 -9.19
10 BEKS 66 60 -6 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 INPC 110 115 5 4.55
2 PGAS 3,200 3,330 130 4.06
3 SSMS 1,640 1,660 20 1.22
4 TLKM 4,220 4,220 0 0.00
5 ASII 8,200 8,400 200 2.44
6 BHIT 159 159 0 0.00
7 EXCL 3,150 3,080 -70 -2.22
8 KLBF 1,755 1,800 45 2.56
9 INDF 7,900 7,950 50 0.63
10 ICBP 9,300 9,625 325 3.49
No Code Freq Value
1 YU 26,876 1,002,704,621,300
2 RX 8,752 874,430,384,200
3 DX 21,670 815,089,183,195
4 YP 50,847 709,181,484,586
5 CC 43,817 708,834,947,400
6 ML 24,419 696,563,863,500
7 AK 27,245 659,884,999,498
8 DB 26,788 644,999,872,500
9 ZP 12,763 505,194,070,036
10 MS 7,537 491,246,022,000