Portal Berita Ekonomi Minggu, 28 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 20:36 WIB. London - Diego Costa menutup peluang bermain di China setelah memutuskan bertahan di Chelsea.
  • 20:01 WIB. Wagub Jabar - Telah berpulang ke Rahmatullah mantan Wakil Gubernur Jawa Barat H. Aboeng Koesman Somawidjaja pada Sabtu (27/5) malam.
  • 19:19 WIB. Vlog - Kaesang buat Vlog berjudul #BapakMintaProyek sindir anak pejabat yang meminta proyek kepada orangtuanya.
  • 19:18 WIB. BIN - Ketua Budi Gunawan serukan perang terhadap terorisme.
  • 19:18 WIB. BIN - Ketua Budi Gunawan sebut Indonesia jangan seperti Irak dan Suriah.
  • 18:25 WIB. Filipina - Otoritas Filipina: Sekitar 2000 penduduk terjebak dalam pertempuran antara militer dan militan di sebelah selatan kota Filipina.
  • 18:20 WIB. Portugal - Organisasi amal Portugal galang aksi kumpulkan makanan untuk orang miskin.
  • 18:17 WIB. Maroko - Otoritas Maroko tahan 20 orang menyusul bentrokan yang terjadi antara polisi dan demonstran di kota bagian utara, Al Hoceima.
  • 18:15 WIB. Turki - Militer Turki eksekusi 13 gerilyawan Kurdi di Irak utara.
  • 18:14 WIB. Bom Manchester - Kepolisian Inggris keluarkan foto pelaku bom bunuh diri di Manchester.
  • 18:12 WIB. China - China kecewa dengan pernyataan G7 terkait dengan isu Laut China Timur dan Selatan.

Perburuhan: Menjaga Keseimbangan Upah dan Produktivitas (Bagian II)

Foto Berita Perburuhan: Menjaga Keseimbangan Upah dan Produktivitas (Bagian II)

Upah minimum telah ditetapkan, tapi perdebatan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah masih berlangsung. Dalam salah satu rekomendasinya untuk menghadapi tantangan dan risiko tahun 2013, Komite Ekonomi Nasional (KEN) mengatakan pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap permasalahan ketenagakerjaan secara komprehensif dan mengambil inisiatif untuk menjembatani kebuntuan perundingan mengenai ketenagakerjaan. Menurut KEN, hampir setiap negara yang mengalami transformasi ekonomi yang cepat akan selalu mengalami persoalan ketenagakerjaan.

Selama Indonesia berada dalam proses transformasi ini, lanjut KEN, Indonesia akan terus menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan pasar tenaga kerja. Keseimbangan ini harus dapat dijaga dari waktu ke waktu dengan memastikan keselarasan kenaikan upah tenaga kerja dan perbaikan produktivitas tenaga kerja. Maksudnya, jika upah tenaga kerja naik terlalu cepat melebihi kenaikan produktivitas, maka itu akan menyebabkan pengembangan usaha dan penyerapan tenaga kerja di tahap selanjutnya akan terbatas. Namun, di sisi lain, dunia usaha juga perlu menaikkan upah agar kesejahteraan pekerja naik dan menaikkan semangat dan produktivitas bekerja.

Dalam survei Daya Saing Ekonomi (Global Competitiveness Index) yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF), untuk tahun 2012–2013 peringkat daya saing Indonesia berada pada posisi ke-50, menurun dua tingkat dari posisi ke-46 pada periode sebelumnya. Dibanding negara-negara tetangga, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang mengalami penurunan peringkat secara konsisten dalam tiga tahun terakhir. Dalam hal ini, faktor efisiensi pasar tenaga kerja Indonesia yang mengalami penurunan paling tajam, turun 24 tingkat (ke posisi ke-120 dari 144 negara, sementara Malaysia di peringkat ke-24) dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor tenaga kerja merupakan faktor daya saing Indonesia yang paling buruk di antara faktor-faktor lainnya.

Padahal, masalah ketenagakerjaan memiliki kaitan dengan potensi ekonomi Indonesia. Salah satu jantung dari realisasi potensi ekonomi ada pada produktivitas buruh. Dalam laporan terbaru McKinsey Global Institute (MGI), dikatakan bahwa Indonesia akan mencapai posisi pertumbuhan tinggi dengan syarat terjadi peningkatan produktivitas buruh. Dengan tingkat produktivitas pekerja pada level sekarang ini, hingga 2030 Indonesia hanya akan mampu tumbuh sekitar 5%–6% per tahun. Namun, jika ada peningkatan produktivitas pekerja, pertumbuhan bisa didorong hingga paling kurang 7% sampai 2030 nanti.

Menurut perhitungan MGI, diperlukan peningkatan sebesar 60% produktivitas buruh dari level yang telah terjadi selama 10 tahun terakhir untuk pertumbuhan ekonomi minimal 7% hingga 2030. Apalagi, laporan OECD menyebutkan kontribusi tenaga kerja Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) masih sekitar US$6.000, sementara Malaysia telah sebesar US$14.000.

 

Perbaikan Menyeluruh

KEN menyarankan agar pemerintah seyogianya tidak hanya membantu pekerja pemula minim pengalaman yang baru masuk ke pasar kerja dengan upah minimum, tetapi juga harus mencakup seluruh kelompok pekerja.

KEN pun menilai perlindungan regulasi yang seharusnya diberikan oleh pemerintah bukanlah upah minimum semata, tetapi juga mengatur seluruh elemen hubungan industrial, seperti masalah aturan mengenai kesepakatan kerja, jaminan sosial, cuti dan libur, tenaga kontrak, dan sebagainya. Perbaikan seyogianya dilakukan dengan memerhatikan elemen-elemen tersebut secara menyeluruh. KEN menegaskan peningkatan kesejahteraan pekerja Indonesia tidak hanya bergantung pada peningkatan upah minimum dari tahun ke tahun.

 

Fadjar Adrianto

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 26/2012

Foto: trust

Penulis: Redaksi

Editor: Arif Hatta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,563.12 3,526.98
British Pound GBP 1.00 17,216.98 17,042.92
China Yuan CNY 1.00 1,944.89 1,925.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,361.00 13,229.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,932.57 9,827.82
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,714.53 1,697.57
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.67 9,544.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,957.64 14,808.54
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,125.38 3,090.89
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.15 11,847.57

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5716.815 13.382 547
2 Agriculture 1803.514 0.219 21
3 Mining 1365.142 8.539 43
4 Basic Industry and Chemicals 617.827 0.932 66
5 Miscellanous Industry 1478.993 4.609 42
6 Consumer Goods 2523.638 -9.955 40
7 Cons., Property & Real Estate 495.589 0.371 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.860 19.515 59
9 Finance 913.941 0.109 89
10 Trade & Service 898.255 3.266 124
No Code Prev Close Change %
1 UNIC 4,030 4,990 960 23.82
2 BMSR 119 146 27 22.69
3 MTSM 304 358 54 17.76
4 HOME 262 300 38 14.50
5 BJBR 1,960 2,240 280 14.29
6 UNIT 246 278 32 13.01
7 NIPS 416 470 54 12.98
8 RANC 426 478 52 12.21
9 AGRS 195 218 23 11.79
10 CASS 770 860 90 11.69
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 198 156 -42 -21.21
2 BSWD 2,340 1,890 -450 -19.23
3 CMPP 139 120 -19 -13.67
4 VICO 320 278 -42 -13.12
5 GSMF 118 104 -14 -11.86
6 DART 388 352 -36 -9.28
7 BVIC 316 292 -24 -7.59
8 GMTD 7,500 7,000 -500 -6.67
9 IDPR 1,330 1,250 -80 -6.02
10 LPIN 1,200 1,130 -70 -5.83
No Code Prev Close Change %
1 INPC 103 99 -4 -3.88
2 SRIL 314 340 26 8.28
3 PGAS 2,460 2,540 80 3.25
4 BUMI 354 366 12 3.39
5 TLKM 4,360 4,470 110 2.52
6 MLPL 246 238 -8 -3.25
7 PBRX 496 498 2 0.40
8 UNTR 24,100 24,575 475 1.97
9 BBCA 17,475 17,575 100 0.57
10 MNCN 1,825 1,880 55 3.01