• PT. Sawit Sumber Mas
Market Indices

Indonesia Krisis Kepemimpinan

Rubrik Nasional

31 Januari 2013 18:02:00 WIB

Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah ternyata masih rendah walaupun telah mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Hal ini terungkap dari pemaparan hasil riset Edelman Trust Barometer 2013 di Mercantile Athletic Club WTC, Jakarta (31/1).

Riset ini melibatkan lebih dari 31.000 responden dari 26 negara, termasuk 1.200 masyarakat Indonesia untuk mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap empat institusi dalam suatu negara diantaranya pemerintah, media, institusi bisnis, dan lembaga swadaya masyarakat atau NGO pada 16 Oktober sampai 28 November 2012. Hasilnya adalah insitusi bisnis dan media menjadi lembaga yang paling dipercaya di Indonesia, sedangkan institusi pemerintah dan LSM menjadi lembaga yang paling tidak dipercaya oleh publik di Indonesia.

Brand & Corporate Strategist Edelman Indonesia Henry Manampiring mengatakan bahwa pemerintah memiliki tantangan yang berat dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Kepercayaan masyarakat Indonesia kepada pemerintah hanya sebesar 47%, setara dengan rata-rata global sebesar 48%. Meskipun masih rendah, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 40%.

Berdasarkan riset ini, terdapat dua faktor utama yang menjadi alasan mengapa publik tidak percaya kepada pemerintah. Faktor utamanya adalah tingginya persepsi korupsi publik di lembaga-lembaga pemerintahan yang mencapai 54% dan faktor inkompetensi pejabat pemerintah sebesar 22%.

Sementara itu media dan institusi menjadi institusi yang paling dipercaya di Indonesia dengan persentase sebesar 77% dan 74% secara berurutan, jauh lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 57% dan 58%. Tingginya tingkat kepercayaan kepada media dan institusi bisnis menunjukkan keyakinan masyarakat akan perekonomian dan demokrasi Indonesia yang kuat.

Happy Fajrian (happy@wartaekonomi.com)

Foto ilustrasi: Ist.

Editor: cipto

Recomended Reading

Executive Brief

Bank Mega Syariah Palembang alokasikan kredit UMKM

Realisasi Pajak Riau-Kepri Kuartal I-2015 Capai 24,4 Persen

Lippo Karawaci Bangga Raih Penghargaan Nasional dan Internasional

FGD Expo: Dukung Daya Saing Industri Kreatif di Indonesia Melalui Teknologi Industri Grafika

Pemerintah Fokus Garap Investasi di Luar Jawa

Banyak Bangun Infrastruktur, Pemerintah Minta Produksi Besi dan Baja Ditingkatkan

Pertalite Siap Didistribusikan

Telkomsigma Dukung Kominfo Terapkan Solusi M2M

Semen Baturaja optimis volume penjualan pada 2015 sesuai target.

Tiphone Mobile bagikan dividen Rp 10 per saham atau total sekitar Rp 70,42 miliar.

Kemenpupera targetkan penyerapan anggaran belanja hingga 94 persen pada akhir 2015.

Semen Baturaja catat sampai April tahun 2015 volume penjualan tumbuh 13 persen.