Market Indices

Dirut PLN Suarakan PLN Bersih

Oleh Cipto - Rubrik Ekonomi Bisnis

01 Februari 2013 20:02:00 WIB

Aksi PLN dan Transparency International Indonesia (TII) untuk mewujudkan PLN Bersih dengan melakukan collective action dalam memberantas korupsi, mendapat perhatian para CEO (Chief Executif Officer) perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia.

Dalam forum CEO Breakfast Meeting di Hotel Mulia, Jum’at (1/2) yang diikuti CEO perusahan besar seperti PT Freeport Indonesia, PT Garuda Indonesia, PT Siemens Indonesia, Chevron dan lainnya, Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyampaikan aksi bersama melawan korupsi pada program PLN bersih.

Dalam hal ini, PLN menggandeng TII untuk bersama-sama melakukan reformasi sistem pengadaan barang dan jasa serta pelayanan pelanggan di PLN agar terbebas dari praktek korupsi.

“Intinya, kami ingin menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance (GCG) di PLN dengan menggunakan strategi aksi bersama (collective action) dalam mencegah korupsi,” ujar Nur, seperti dikutip website PLN hari ini.

Collective actions, lanjut Nur, merupakan kerjasama berbagai pihak untuk melawan suap sehingga bisa mempromosikan kompetisi yang tidak terdistorsi oleh suap dan memastikan bahwa perusahaan berperilaku jujur dan etis. “Collective actions ini akan mengikat komitmen berbagai pihak untuk menjamin transparansi dalam bisnis,” ucapnya.

Sejak terjalinnya kerjasama dengan TII awal Maret 2012 silam, PLN telah melakukan berbagai kegiatan seperti FGD (focus group discussion) dengan berbagai pihak baik internal PLN, media massa, anak perusahaan, vendor PLN, pelanggan, maupun asosiasi terkait, juga melakukan deklarasi PLN Bersih No Suap serta Deklarasi Collective Action.

Pada kesempatan itu juga, Nur menunjukkan bahwa PLN telah menerbitkan buku PLN Bersih dan melayani yang berjudul “Saatnya Hati Bicara”. Buku yang berisi testimoni para pegawai PLN ini, mencerminkan tekad seluruh insan PLN memerangi korupsi. Karena tidak sedikit, publik menilai bahwa PLN merupakan sarang korupsi.

Bidang pengadaan barang dan jasa misalnya, menjadi salah satu sorotan PLN agar benar-benar bersih dari praktek korupsi. Adnan Pandu Praja, Komisioner KPK, yang menjadi keynote speaker saat itu, mengatakan menurut data laporan KPK, pengaduan tindak pidana korupsi yang paling banyak adalah pada bidang atau area pengadaan barang dan jasa.

“Mulai 2008 hingga 2012, pengaduan tindak pidana korupsi bidang pengadaan barang dan jasa mencapai 3.893 pengaduan. Dan sejak 2004 sampai 2012, KPK telah sukses menangani ratusan kasus korupsi yang dilakukan CEO perusahaan baik swasta maupun BUMN,” tegas Adnan.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Dok. PLN

Kabar EkBis

02 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Wacana Kenaikan BBM Pengaruhi Usaha UKM di Depok

02 September 2014 - Agrikultur

BPS: Petani Bali Kreatif Olah Hasil Panen

Kabar Indonesia

02 September 2014 - Politik

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Recommended Reading

Selasa, 02/09/2014 21:22 WIB

BI: Penjualan Rumah pada Triwulan II Turun

Selasa, 02/09/2014 18:09 WIB

OJK: Pemberian Kredit Harus Perhatikan Aspek Lingkungan Hidup

Selasa, 02/09/2014 17:04 WIB

Aviliani Harapkan Pemerintahan Jokowi-JK Galakkan Padat Karya

Selasa, 02/09/2014 10:13 WIB

BI: Penggunaan Transaksi Non-Tunai Masih Rendah

Selasa, 02/09/2014 05:58 WIB

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Alex Song "Barcelona" Perkuat West Ham

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton