Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Cukai - Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi pastikan rencana objek cukai baru hanya untuk plastik.
  • Sauber - Mantan pembalap Manor Pascal Wehrlein akan berseragam Sauber di musim 2017
  • Serie A Italy (17/1) - Torino 2 - 2 AC Milan
  • Piala Afrika (16/1) - Pantai Gading 0 - 0 Togo
  • Piala Afrika (17/1) - Kongo 1 - 0 Maroko
  • Asuransi - PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera menargetkan bisa meraup premi sebesar Rp400 miliar sepanjang 2017.
  • Italia - Italia melakukan pembicaraan dengan Uni Eropa tentang defisit anggaran
  • Fiat - Italia menolak hasil test emisi oleh Jerman terhadap mobil Fiat Chrysler
  • PBB - Pemkot Malang berikan diskon PBB 50 persen agar petani tetap pertahankan lahan pertanian.
  • Kurs Rupiah - Awal Pekan ini (16/1) kurs rupiah referensi Bank Indonesia melemah di Rp13.354 dibanding kemarin jumat di Rp13.308.

Kondisi Bisnis Indonesia Triwulan I 2013 Diprediksi Turun

Foto Berita Kondisi Bisnis Indonesia Triwulan I 2013 Diprediksi Turun

Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan I-2013 sebesar 104,44 artinya secara umum kondisi bisnis pada triwulan I-2013 diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV-2012. Akan tetapi, tingkat optimisme pelaku bisnis di Indonesia dalam melihat potensi bisnis pada triwulan I-2013 diperkirakan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2012 (nilai ITB sebesar 105,29). Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS, Suryamin dalam acara Press Release BPS (5/2).

Menurut Suryamin, walaupun masih terjadi cuaca buruk pada beberapa bulan ini dan masih belum pulih krisis global tetapi kondisi bisnis Indonesia tetap masih optimis. Dilihat dari variabel pembentuknya, kondisi bisnis pada triwulan I-2013 diperkirakan akan meningkat disebabkan adanya peningkatan order dalam negeri dengan nilai ITB sebesar 104,86. “Selain itu, terjadi juga peningkatan harga jual produk dalam negeri (dengan nilai indeks sebesar 104,51) serta  meningkatnya order barang input (nilai ITB sebesar 103,22)”ujar Suryamin.

Akan tetapi, ungkap Suryamin, order dari luar negeri masih dalam variabel pembentuk indeks tendensi bisnis dalam kondisi relatif stagnan (nilai indeks sebesar 100,07). “Hal ini masih belum pulih krisis global di beberapa negara” jelas Suryamin.
Sementara itu, Suryamin menambahkan peningkatan tertinggi untuk order dari dalam negeri diperkirakan terjadi pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan (nilai indeks sebesar 117,39) sebaliknya penurunan terjadi pada sektor industri pengolahan (nilai indeks sebesar 99,08). “Hal ini disebabkan sektor pertanian akan mulai masa panen pada bulan-bulan ini sehingga order produk sektor tersebut mengalami peningkatan” ujar Suryamin.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkiraan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) menurut sektor pada triwulan I tahun 2013 antara lain :

 No                              Sektor                                       Perkiraan ITB Triwulan I-2013   
  1 Sektor pengangkutan dan komunikasi   105,71
  2 Sektor perdagangan, hotel dan restoran   102,55
  3 Sektor konstruksi    104,40
  4 Sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan 104,55
  5 Sektor listrik, gas dan air bersih 103,38
  6 Sektor industri pengolahan 101,55
  7 Sektor jasa-jasa 105,20
  8 Sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan

110,98

  9 Sektor pertambangan dan penggalian 

101,65

  Indeks Tendensi Bisnis  104,44

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS)

Alnisa Septya Ratu (nisa@wartaekonomi.com)

Foto: Alnisa

Penulis: Alnisa Septya Ratu

Editor: Sucipto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5270.011 -2.972 541
2 Agriculture 1873.717 1.922 21
3 Mining 1394.938 2.956 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.178 0.335 66
5 Miscellanous Industry 1323.361 -3.350 42
6 Consumer Goods 2349.481 11.027 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.631 -3.144 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1047.805 -3.051 56
9 Finance 801.560 -2.158 89
10 Trade & Service 851.884 -1.049 122
No Code Prev Close Change %
1 MCOR 158 212 54 34.18
2 JAWA 132 173 41 31.06
3 DGIK 61 73 12 19.67
4 DART 320 380 60 18.75
5 BNLI 645 745 100 15.50
6 MDIA 2,600 3,000 400 15.38
7 ALKA 200 230 30 15.00
8 ARTO 138 155 17 12.32
9 LMPI 145 162 17 11.72
10 SPMA 190 212 22 11.58
No Code Prev Close Change %
1 PDES 190 125 -65 -34.21
2 NAGA 210 171 -39 -18.57
3 MGNA 146 125 -21 -14.38
4 MITI 71 63 -8 -11.27
5 RUIS 250 228 -22 -8.80
6 BINA 366 338 -28 -7.65
7 MRAT 214 200 -14 -6.54
8 CASS 850 800 -50 -5.88
9 TOBA 1,275 1,200 -75 -5.88
10 CKRA 69 65 -4 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 388 410 22 5.67
2 BNLI 645 745 100 15.50
3 MCOR 158 212 54 34.18
4 DGIK 61 73 12 19.67
5 BIPI 106 115 9 8.49
6 DYAN 60 64 4 6.67
7 INCO 2,480 2,510 30 1.21
8 SSMS 1,475 1,525 50 3.39
9 PBRX 428 432 4 0.93
10 INPC 113 117 4 3.54