Market Indices

Ciputra World 1 & 2 Masih Jadi Tambang Emas Ciputra di 2013

Oleh Cipto - Rubrik Ekonomi Bisnis

06 Februari 2013 15:03:00 WIB

PT Ciputra Property TBK menargetkan penjualan senilai Rp2,3 triliun di tahun 2013 dengan proyek anyar Ciputra World 1 dan 2 di segitiga emas Jl. Dr. Satria, Jakarta Selata, sebagai kontributor utamanya, ujar Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar, Rabu (6/2), di Jakarta.

Ardinata menuturkan bahwa target penerimaan paling besar berasal dari sisa penjualan di ciputra World 1 dan 2 sebesar Rp1,75 triliun dan sisanya dari recurrent income sebesar Rp550 miliar.

“Grand design dari Ciputra World adalah mengubah mindset orang mengenai kawasan Jl. Dr. Satrio yang sebelumnya diidentikkan sebagai kawasan bintang 4 menjadi kawasan bintang 5,” ujarnya.

Untuk di tahun 2012 sendiri, Artadinata menuturkan bahwa Ciputra Property berhasil mencapai penjualan senilai Rp2,1 triliun, jauh melampaui traget yang ditetapkan di awal tahun itu sebesar Rp1,5 triliun.

Ciputra World 1 dan 2 merupakan bangunan superblock seluas 8,6 hektar yang meliputi apartemen , kondominium, gedung perkantoran, mall dan hotel di Jl. Dr. Satrio, Jakarta Selatan.

Jafei B. Wuysang (Jafei@wartaekonomi.com)

Foto: Dok. Ciputra Dev.

Recomended Reading

Senin, 01/09/2014 14:03 WIB

Sambut MEA 2015, KKP Siapkan SDM Unggul

Senin, 01/09/2014 11:11 WIB

BI Bantu Petani Bawang di Simalungun

Senin, 01/09/2014 11:23 WIB

Garuda akan Terbangkan 83.144 Calon Haji

Berita Terkini

Selasa, 02/09/2014 20:50 WIB

Jokowi: Dukungan Politik Belum Jelas, Ga Apa-apa.

Selasa, 02/09/2014 20:24 WIB

Istri Tak Bergairah? Coba Rangsang dengan Video Game

Selasa, 02/09/2014 20:12 WIB

Apindo Dorong Pemerintah Pusat Bangun Jalan Tol Trans-Sumatera

Selasa, 02/09/2014 20:07 WIB

BSDE Siap Bayar Bunga Obligasi

Selasa, 02/09/2014 19:19 WIB

Wacana Kenaikan BBM Pengaruhi Usaha UKM di Depok

Selasa, 02/09/2014 19:07 WIB

BEI Awasi Perdagangan Saham First Media

Selasa, 02/09/2014 19:02 WIB

CT: Saya Siap Bantu Tim Transisi Jokowi-JK

Selasa, 02/09/2014 18:28 WIB

Pakar: Harus Ada Bahan Bakar Alternatif Murah

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Harga kebutuhan pokok di Biak Numfor relatif stabil.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar di Biak Numfor masih normal. 

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Garuda Indonesia akan lakukan investigasi penyebab meninggalnya Kapten Ramdanto.

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Alex Song "Barcelona" Perkuat West Ham

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton