Portal Berita Ekonomi Minggu, 02 Oktober 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5364.804 Change: -67.153 Stock: 538
  • Agriculture Today: 1793.358 Change: -0.566 Stock: 21
  • Mining Today: 1158.594 Change: -28.037 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 512.808 Change: -11.547 Stock: 66
  • Miscellanous Industry Today: 1368.732 Change: -58.675 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2459.164 Change: -50.419 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 565.086 Change: -5.105 Stock: 63
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1131.971 Change: -0.183 Stock: 56
  • Finance Today: 803.852 Change: -3.696 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 852.405 Change: -3.354 Stock: 120

Swasembada sebagai Dasar Kedaulatan Pangan (Bag II)

Foto Berita Swasembada sebagai Dasar Kedaulatan Pangan (Bag II)

M. Jafar  Hafsah, Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengaku prihatin melihat potret tingginya impor komoditas pertanian dan perikanan sekarang ini. Hal itu jelas menghabiskan banyak devisa negara. Bahkan, hal itu merupakan ironi bagi sebuah negara yang memiliki sumber daya agraris dan maritim yang besar seperti Indonesia.

Peraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor itu kemudian melihat diperlukan terobosan kebijakan dan langkah-langkah strategis operasional yang progresif dari pemerintah bersama masyarakat (pusat-provinsi-kabupaten/kota) untuk mendongkrak produktivitas, terutama melalui teknologi dan rancang bangun sosial. Untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan nasional yang andal dan sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada petani dan nelayan negeri sendiri, maka swasembada komoditas pangan utama (beras, jagung, kedelai, gula, daging, garam, dan ikan) menjadi imperatif. Swasembada-lah yang menjadi alas pijak kemandirian dan kedaulatan pangan.

Mengapa Indonesia harus berdaulat di bidang pangan? Jafar menjelaskan hal itu diperlukan guna memenuhi kebutuhan makanan seluruh rakyat Indonesia, sumber gizi, sumber kehidupan, sumber kecerdasan, modal untuk pertumbuhan fisik, sebagai sumber mata pencaharian, sebagai sumber pendapatan, membuka banyak lapangan kerja, untuk pengentasan kemiskinan, sebagai bahan baku industri, sebagai sumber devisa, sebagai bahan baku energi alternatif, mewujudkan stabilitas sosial, politik, dan keamanan, alat pemersatu bangsa, wujud budaya bangsa, sebagai hak asasi manusia, dan sebagai perwujudan harga diri dan martabat bangsa. “Pangan sebagai hak asasi manusia berarti semua warga negara berhak mendapatkan makanan secara mudah, bermutu, dan terjangkau harganya,” tandas Jafar.

Jika diidentifikasi, menurut Jafar, permasalahan umum pertanian, perikanan, dan kelautan Indonesia memang banyak sekali. Di antaranya, lemahnya keberpihakan kebijakan, manajemen dan tata kelola yang salah, disinergisitas lintas sektoral/arogansi sektor, industri hulu, tengah, dan hilir yang belum padu, kurangnya infrastruktur pendukung, aset petani dan nelayan yang minim, adanya konversi lahan, keterbatasan akses permodalan, dan keterbatasan informasi pasar. Persoalan lainnya adalah peran litbang yang lemah, alat tangkap dan kapal tangkap yang masih tradisional, illegal fishing, konsumsi ikan per kapita yang masih rendah, dan kualitas sumber daya manusia yang rendah.

Berdasarkan segenap permasalahan itu, Jafar merekomendasikan 18 strategi perwujudan kedaulatan pangan di negara ini. Dimulai dari kebijakan yang komprehensif dalam membangun pertanian, perikanan, dan kelautan; mengoptimalkan peran Dewan Ketahanan Pangan yang dipimpin Presiden; membangun sinergisitas dan jaringan lintas sektoral; pembangunan infrastruktur ekonomi perdesaan; reformasi agraria, optimalisasi pemanfaatan lahan, pembukaan lahan baru, dan penetapan lahan abadi; pengembangan sistem inovasi pertanian dan perikanan berbasis teknologi; peningkatan kualitas produksi; kebijakan impor; peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama petani dan nelayan; pengembangan kelembagaan pertanian, perikanan, dan perdesaan; pengembangan market intelligence dan informasi pasar; konsolidasi vertikal agrobisnis; peningkatan produktivitas; promosi diversifikasi pangan serta mengembangkan alternatif pangan lokal; promosi makan ikan, karena konsumsi per kapita Indonesia masih rendah; pemberian kebijakan insentif dan disinsentif; kebijakan permodalan petani dan nelayan; dan revitalisasi pola dan tata kerja penyuluhan.

Lebih jauh,  Jafar juga menyarankan 22 kebijakan yang perlu dipertimbangkan guna mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Mulai dari kebijakan penyediaan dan subsidi benih, pupuk, dan kredit; kebijakan produksi; kebijakan stabilisasi harga gabah; kebijakan perdagangan beras; kebijakan penelitian dan pengembangan; kebijakan pengembangan SDM petani; kebijakan pengembangan kelembagaan; kebijakan pengembangan penyuluhan/pendampingan; kebijakan kredit agrobisnis beras; kebijakan penanganan pasca-panen beras; kebijakan pembangunan lahan sawah abadi; kebijakan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan; kebijakan pembangunan jaringan irigasi lahan sawah; kebijakan proteksi beras dalam negeri; kebijakan insentif petani produsen, kebijakan khusus pengembangan food estate; kebijakan khusus peningkatan produksi garam; kebijakan khusus peningkatan produksi ikan tangkap dan budidaya; kebijakan khusus peningkatan produksi kedelai; kebijakan khusus peningkatan produksi tebu dan gula; kebijakan menjaga kelestarian swasembada jagung; hingga kebijakan peningkatan produksi ternak sapi.

 

Fadjar Adrianto

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 1/2013

Penulis: Redaksi

Editor: Arief Hatta

Executive Brief

  • Energi - Kementerian ESDM memutuskan agar harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar pada periode Oktober tak mengalami perubahan.

  • Pajak - Menkeu Sri Mulyani Indrawati akan fokus untuk mendorong keterlibatan UMKM agar lebih tertarik mengikuti program amnesti pajak pada periode kedua.

  • PNIN - PT Bank Panin Tbk. Branch Bali terus melakukan sosialisasi kepada nasabah setelah ditunjuk kembali sebagai agen penjual obligasi ritel Indonesia atau ORI013.

  • Pajak - Pemprov Jatim ingin menggejot pertumbuhan di sektor UMKM, infrastruktur serta pariwisata dari hasil kinerja program tax amnesty.

  • Perbankan - Bank syariah diproyeksikan butuh waktu antara 3 tahun hingga 5 tahun untuk bisa mencapai besaran aset 10% terhadap aset perusahaan induk.

  • Energi - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah melakukan evaluasi administrasi dan teknis untuk lelang pembangkit listrik tenaga uap dan gas (PLTGU) Jawa I.

  • Golkar - Kader muda Golkar pertanyakan kembali keputusan Golkar untuk memilih kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR RI.

  • Tax Amnesty - Akhir Periode I Tax Amnesty, Uang Tebusan mencapai Rp 97,2 triliun atau 58.9 % dari target Rp 165 Triliun.

  • Ahok - Roy Suryo mengkritik Ahok hanya menjalankan program yang ada tanpa terlihat visi yang jelas.

  • Golkar - Kader muda Golkar mempertanyakan komitmen Golkar untuk mendorong kembali Setya Novanto menjadi Ketua DPR RI.

  • City - Guardiola menyebut permainan Manchester City akan jauh lebih baik di tahun ketiga dirinya bersama City.

  • Inggris - Juara Dunia Tinju Kelas Berat asal Inggris Tyson Fury positif menggunakan kokain dalam test yang dilakukan oleh VADA.

  • Volkswagen - Volkswagen akan membayar US$ 1.2 Milliar kepada 652 dealer mobil di Amerika Serikat sebagai kompensasi kecurangan yang dilakukan VW terhadap emisi diesel di mobilnya.

  • Pilgub DKI - Ketiga pasangan Cagub dan Cawagub telah dinyatakan lolos kesehatan.

  • KPK - KPK tidak memperpanjang pencekalan terhadap saksi kasus Reklamasi, Aguan.

  • Ritel - Aprindo memberhentikan program kantong plastik berbayar yang dijalankan toko ritel modern di seluruh Indonesia, terhitung 1 Oktober 2016.

  • Infrastruktur - Kementerian PUPR menggunakan pinjaman luar negeri hingga US$ 2 miliar untuk pembangunan jalan nasional hingga 2019.

  • Kurs Rupiah - Hari ini (30/9) kurs rupiah referensi Bank Indonesia menguat di Rp12.998 dibandingkan  kemarin Rp 12.952.

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (30/9) Rp549.000 per gram.

  • GIAA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) memeroleh fasilitas kredit dari Bank BRI (BBRI) senilai US$50 juta.

  • BINAA - PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) berencana melakukan penambahan modal melalui  rights issue dengan menerbitkan 2,93 miliar saham baru.

  • JTPE - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.(JTPE) melakukan penambahan setoran modal anak usaha senilai Rp4,25 miliar.

  • EMDE - PT Megapolitan Development Tbk. membeli lima kavling tanah seluas 7.220 m2 seharga Rp57,5 miliar di Cinere dari beberapa pemegang saham.

  • CTRA - PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) membukukan pendapatan sebanyak Rp2,87 triliun dalam enam bulan pertama 2016.

  • PTPP - PT PP Properti Tbk. menyiapkan investasi sebesar Rp500 miliar untuk membangun tiga menara apartemen di Semarang.

  • Obligasi - Pefindo menerima mandat untuk memeringkat penerbitan obligasi, sukuk dan medium term notes (MTN) senilai Rp11,39 triliun pada akhir kuartal tahun ini.

  • MNCN - RUPSLB PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) mengangkat David Fernando Audy sebagai direktur utama perseroan.

  • MEDC - Setelah menderita kerugian pada paruh pertama tahun lalu,  PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) kini berhasil meraup untung.

  • Manufaktur - Pelaku industri kelapa sawit akan membangun industri pengolah limbah spent bleaching earth untuk menjadi minyak kembali dengan kandungan nilai tinggi.

  • WSKT - Korporasi konstruksi milik negara, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., menargetkan dapat menambah ekuitas sebesar Rp10 triliun pada akhir 2016.

  • BTPN - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) masuk ke dalam daftar 50 perusahaan yang mengubah dunia Fortune Change the World 2016, melalui produk BTPN Wow!.

Click to Scroll Down

Berita Terkini

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 BTEK 940 1,175 235 25.00
2 CANI 280 350 70 25.00
3 KPIG 1,240 1,550 310 25.00
4 SRAJ 348 430 82 23.56
5 AMAG 326 400 74 22.70
6 PLAS 900 1,100 200 22.22
7 BRAM 6,200 7,400 1,200 19.35
8 AIMS 228 268 40 17.54
9 DYAN 55 64 9 16.36
10 INAF 2,150 2,490 340 15.81
No Code Prev Close Change %
1 BAYU 1,200 1,080 -120 -10.00
2 BCIP 650 585 -65 -10.00
3 DSSA 7,100 6,400 -700 -9.86
4 OKAS 92 83 -9 -9.78
5 IGAR 496 448 -48 -9.68
6 SKBM 690 625 -65 -9.42
7 ARTI 75 68 -7 -9.33
8 GEMS 1,560 1,420 -140 -8.97
9 KARW 312 284 -28 -8.97
10 LMPI 168 153 -15 -8.93
No Code Prev Close Change %
1 PPRO 1,260 1,330 70 5.56
2 PGAS 2,850 2,870 20 0.70
3 ASII 8,675 8,250 -425 -4.90
4 TLKM 4,290 4,310 20 0.47
5 ELSA 472 456 -16 -3.39
6 SRIL 220 208 -12 -5.45
7 BMRI 11,425 11,200 -225 -1.97
8 ANTM 830 820 -10 -1.20
9 MYRX 145 140 -5 -3.45
10 LPKR 1,005 990 -15 -1.49
No Code Freq Value
1 MS 11,973 1,064,184,591,900
2 KZ 12,573 924,592,835,100
3 MU 1,032 878,390,661,000
4 YU 20,153 864,486,860,820
5 ML 28,193 842,425,469,900
6 ZP 18,117 728,402,775,952
7 YP 51,396 702,330,909,300
8 CS 14,271 695,625,822,700
9 CC 37,331 685,102,454,400
10 RB 59 683,621,405,135