Market Indices

Swasembada sebagai Dasar Kedaulatan Pangan (Bag II)

Rubrik Agrikultur

10 Februari 2013 15:02:00 WIB

M. Jafar  Hafsah, Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengaku prihatin melihat potret tingginya impor komoditas pertanian dan perikanan sekarang ini. Hal itu jelas menghabiskan banyak devisa negara. Bahkan, hal itu merupakan ironi bagi sebuah negara yang memiliki sumber daya agraris dan maritim yang besar seperti Indonesia.

Peraih gelar doktor dari Institut Pertanian Bogor itu kemudian melihat diperlukan terobosan kebijakan dan langkah-langkah strategis operasional yang progresif dari pemerintah bersama masyarakat (pusat-provinsi-kabupaten/kota) untuk mendongkrak produktivitas, terutama melalui teknologi dan rancang bangun sosial. Untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan nasional yang andal dan sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada petani dan nelayan negeri sendiri, maka swasembada komoditas pangan utama (beras, jagung, kedelai, gula, daging, garam, dan ikan) menjadi imperatif. Swasembada-lah yang menjadi alas pijak kemandirian dan kedaulatan pangan.

Mengapa Indonesia harus berdaulat di bidang pangan? Jafar menjelaskan hal itu diperlukan guna memenuhi kebutuhan makanan seluruh rakyat Indonesia, sumber gizi, sumber kehidupan, sumber kecerdasan, modal untuk pertumbuhan fisik, sebagai sumber mata pencaharian, sebagai sumber pendapatan, membuka banyak lapangan kerja, untuk pengentasan kemiskinan, sebagai bahan baku industri, sebagai sumber devisa, sebagai bahan baku energi alternatif, mewujudkan stabilitas sosial, politik, dan keamanan, alat pemersatu bangsa, wujud budaya bangsa, sebagai hak asasi manusia, dan sebagai perwujudan harga diri dan martabat bangsa. “Pangan sebagai hak asasi manusia berarti semua warga negara berhak mendapatkan makanan secara mudah, bermutu, dan terjangkau harganya,” tandas Jafar.

Jika diidentifikasi, menurut Jafar, permasalahan umum pertanian, perikanan, dan kelautan Indonesia memang banyak sekali. Di antaranya, lemahnya keberpihakan kebijakan, manajemen dan tata kelola yang salah, disinergisitas lintas sektoral/arogansi sektor, industri hulu, tengah, dan hilir yang belum padu, kurangnya infrastruktur pendukung, aset petani dan nelayan yang minim, adanya konversi lahan, keterbatasan akses permodalan, dan keterbatasan informasi pasar. Persoalan lainnya adalah peran litbang yang lemah, alat tangkap dan kapal tangkap yang masih tradisional, illegal fishing, konsumsi ikan per kapita yang masih rendah, dan kualitas sumber daya manusia yang rendah.

Berdasarkan segenap permasalahan itu, Jafar merekomendasikan 18 strategi perwujudan kedaulatan pangan di negara ini. Dimulai dari kebijakan yang komprehensif dalam membangun pertanian, perikanan, dan kelautan; mengoptimalkan peran Dewan Ketahanan Pangan yang dipimpin Presiden; membangun sinergisitas dan jaringan lintas sektoral; pembangunan infrastruktur ekonomi perdesaan; reformasi agraria, optimalisasi pemanfaatan lahan, pembukaan lahan baru, dan penetapan lahan abadi; pengembangan sistem inovasi pertanian dan perikanan berbasis teknologi; peningkatan kualitas produksi; kebijakan impor; peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama petani dan nelayan; pengembangan kelembagaan pertanian, perikanan, dan perdesaan; pengembangan market intelligence dan informasi pasar; konsolidasi vertikal agrobisnis; peningkatan produktivitas; promosi diversifikasi pangan serta mengembangkan alternatif pangan lokal; promosi makan ikan, karena konsumsi per kapita Indonesia masih rendah; pemberian kebijakan insentif dan disinsentif; kebijakan permodalan petani dan nelayan; dan revitalisasi pola dan tata kerja penyuluhan.

Lebih jauh,  Jafar juga menyarankan 22 kebijakan yang perlu dipertimbangkan guna mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Mulai dari kebijakan penyediaan dan subsidi benih, pupuk, dan kredit; kebijakan produksi; kebijakan stabilisasi harga gabah; kebijakan perdagangan beras; kebijakan penelitian dan pengembangan; kebijakan pengembangan SDM petani; kebijakan pengembangan kelembagaan; kebijakan pengembangan penyuluhan/pendampingan; kebijakan kredit agrobisnis beras; kebijakan penanganan pasca-panen beras; kebijakan pembangunan lahan sawah abadi; kebijakan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan; kebijakan pembangunan jaringan irigasi lahan sawah; kebijakan proteksi beras dalam negeri; kebijakan insentif petani produsen, kebijakan khusus pengembangan food estate; kebijakan khusus peningkatan produksi garam; kebijakan khusus peningkatan produksi ikan tangkap dan budidaya; kebijakan khusus peningkatan produksi kedelai; kebijakan khusus peningkatan produksi tebu dan gula; kebijakan menjaga kelestarian swasembada jagung; hingga kebijakan peningkatan produksi ternak sapi.

 

Fadjar Adrianto

(redaksi@wartaekonomi.com)

Sumber: Warta Ekonomi No 1/2013

Editor: Hatta

Recomended Reading

Kabar EkBis

26 November 2014 - Ekonomi Bisnis

Apindo Jabar Gugat Penetapan UMK Lampaui KHL

25 November 2014 - Ekonomi Bisnis

Berapa Upah Layak Jurnalis 2015?

Kabar Indonesia

26 November 2014 - Daerah

Industri di Batam Terancam Lumpuh Total

26 November 2014 - Daerah

Wali Kota Batam Salah Baca Teks Pancasila

26 November 2014 - Daerah

Ahok Ingin Bank DKI Jadi Bank Buku Empat

Executive Brief

DPRD Manado dukung penambahan penerima bantuan bencana jadi 4.400 rumah rusak.

Telkom bangun Jakarta Digital Valley (JakDiva).

Bursa Saham AS

Indeks Dow Jones ditutup turun 2,96 poin atau 0,02% menjadi 17.814,94 poin.

Indeks S&P 500 ditutup turun 2,38 poin atau 0,12% menjadi 2.067,03 poin.

Indeks Nasdaq ditutup naik 3,36 poin atau 0,07% menjadi 4.758,25 poin.

ISIS lempari batu hingga tewas dua pria yang diduga gay di Suriah.

Ledakan ranjau darat tewaskan dua tentara dan lukai sembilan orang lain di Mali.

Hasil Pertandingan Liga Champion Grup H

BATE Borisov 0 - 3 FC Porto

Shakhtar Donetsk 0 - 1 Athletic Bilbao

Hasil Pertandingan Liga Champion Grup G

Schalke 04 0 - 5 Chelsea

Sporting CP 3 - 1 Maribor

Hasil Pertandingan Liga Champion Grup F

APOEL Nicosia 0 - 4 Barcelona

Paris Saint Germain 3 - 1 Ajax

Hasil Pertandingan Liga Champion Grup E

CSKA Moscow 1 - 1 Roma

Manchester City 3 - 2 Bayern Munich

Sebanyak 157 anggota DPR dari KMP gunakan hak interplasi terkait pengalihan subsidi BBM.

Pengurus serikat pekerja dan manajemen Freeport sepakat bentuk dewan arbitrase.

Entertainment

25 November 2014 - Olahraga

Mantan Bos Chelsea John Neal Tutup Usia

24 November 2014 - Olahraga

"Derby" Milan Berakhir Imbang 1-1

24 November 2014 - Olahraga

Arema Banjir Tawaran Turnamen Pramusim

24 November 2014 - Olahraga

Crystal Palace Menang 3-1 Atas Liverpool