Market Indices

BPS: Februari 2013, Inflasi 0,75 Persen

Oleh Hatta - Rubrik Ekonomi Bisnis

01 Maret 2013 17:16:00 WIB

Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2013 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 66 kota pada Februari 2013 terjadi inflasi 0,75 persen. Selain itu, BPS juga umumkan tingkat inflasiyear on year (Februari 2013 terhadap Februari 2012) sebesar 5,31 persen.

BPS, dalam siaran berita yang dirilisnya menyatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,08 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,47 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,82 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,56 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,19 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,59 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Februari 2013 antara lain bawang putih, tarif listrik, tomat sayur, bawang merah, cabai merah, tomat buah, cabai rawit, telur ayam ras, jeruk, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor, daging sapi, ikan segar, ikan diawetkan, bayam, kangkung, nangka muda, wortel, anggur, apel, melon, pepaya, pir, pisang, ayam goreng, kue basah, mie, nasi dengan lauk, rokok kretek, rokok kretek filter, tarif kontrak rumah, bahan bakar rumahtangga, upah pembantu rumah tangga, tarif dokter spesialis, tarif rumah sakit, uang sekolah SLTP, dan mobil. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah emas perhiasan, daging ayam ras, dan sawi hijau.

Kelompok-kelompok komoditas yang pada Februari 2013 memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,49 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,01 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Namun, ada kelompok yang alamin penurunan yakni kelompok sandang pada bulan ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,05 persen.

Bulan lalu, BPS melaporkan inflasi Januari 2013 sebesar 1,03 persen. Dan tingkat inflasi seacara y-o-y (Januari 2013 terhadap Januari 2012) sebesar 4,57 persen.

 

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: sufri

Recomended Reading

Executive Brief

Rupiah ditutup naik 0,26% ke level Rp 12.001 per dolar AS.

Bursa Saham Indonesia

IHSG ditutup melemah 11,2 poin atau 0,22% ke level 5.029,34 poin.

Jakarta Islamic Index ditutup melemah 0,11% ke level 661,88 poin.

Indeks Bisnis 27 ditutup melemah 0,48% atau 1,88 poin ke level 435 poin.

LQ45 ditutup turun 1,59 poin atau 0,19% ke posisi 853,43 poin.

Peripura Jayapura berhasil kalahkan Arema Cronus dengan skor 2-1 pada Selasa (21/10).

Seorang laki-laki diduga WNA ditemukan di Bali dalam kondisi tak bernyawa dan terbungkus plastik.

Bursa Saham Eropa

Indeks Stoxx Europe 600 dibuka melemah 0,16% ke level 316,49 poin.

Indeks CAC 40 dibuka melemah 0,56 persen menjadi 3.968,79 poin.

Indeks FTSE 100 dibuka turun 0,20 persen ke level 6.254,31 poin.

Indeks DAX 30 dibuka turun 0,28 persen menjadi 8.693,06 poin.

Bursa Saham Asia Pasifik

Indeks NZX Ordinaries ditutup naik 0,65% ke level 1.056,43 poin.

Indeks NZX 50 ditutup menguat 0,68% ke level 5.233,12 poin.

Indeks Nikkei 225 ditutup anjlok 2,03% ke level 14.804,28 poin.

Indeks Topix ditutup terpuruk 1,55% ke level 1.224,34 poin.

Indeks KOSPI ditutup terkoreksi 0,77% ke level 1.915,28 poin.

Indeks PSE ditutup naik 10,50 poin menjadi 7.068,03 poin.

Indeks Hang Seng ditutup menguat 18,32 poin atau 0,08% ke level 23.088,58 poin.

Indeks Komposit Shanghai ditutup turun 17,07 poin atau 0,72% menjadi 2.339,66 poin.

Indeks Komposit Shenzhen ditutup turun 10,21 poin atau 0,76% menjadi 1.330,77 poin.

Indeks Straits Times ditutup menguat 17,13 poin atau 0,54% ke posisi 3.198,18 poin.

Indeks STI ditutup menguat 13,32 poin atau 0,42% menjadi 3.181,05 poin.

Microsoft akan sediakan aplikasi penelitian bagi ilmuwan medis yang tengah pelajari Ebola.

Presiden Jokowi bertemu PM Papua Nugini Peter O'Neill serta Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia Denis Manturov, Selasa pagi (21/10).

Pada hari pertama tugas kenegaraan Wapres JK terima sembilan utusan pemerintahan asing.

Uni Eropa berencana untuk perkuat hukuman terhadap Suriah.

Media Nusantara Gemilang mengajukan gugatan penghapusan merek Tribun Bali.

BEI terbitkan aturan di bidang pertambangan mineral dan batu bara yang mulai berlaku 1 November 2014.

Bursa Saham AS

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,9% ke level 1,904,02 poin.

Indeks Dow Jones ditutup naik 19,26 poin atau 0,1% ke 16.399,67 poin.

Korea Utara dan Qatar lolos ke final Piala AFC U-19.

Hasil Pertandingan Semi Final Piala AFC U-19

Uzbekistan U-19 0 vs 5 Korea Utara U-19

Myanmar U-19 2 vs 3 Qatar U-19

Hasil Pertandingan Liga BBVA Spanyol

Real Sociedad 1 vs 2 Getafe

Hasil Pertandingan Liga Serie A Italia

Genoa 1 vs 1 Empoli

Hasil Pertandingan Liga Premier Inggris

West Bromwich Albion 2 vs 2 Manchester United

Irman Gusman: DPD siap dukung program kemaritiman Jokowi.

Jokowi: Kini saatnya berdikari di bidang ekonomi.

Hipmi: Penerapan MEA 2015 akan tingkatkan bisnis e-commerce.

Mulai Juli 2015 nomor call center Layanan Konsumen OJK di 021 500655 berubah jadi 021 1500655.

Entertainment & Life Style

19 Oktober 2014 - Olahraga

Bayern Hancurkan Bremen 6-0