• PT. Bank Mandiri
Market Indices

Rapat Dewan Gubernur Tetapkan BI Rate di Level 5,75 Persen

Rubrik Finansial

07 Maret 2013 18:03:00 WIB

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tetap berada pada level 5,75 persen. Hal ini disampaikan Kepala Grup Hubungan Masyarakat BI Difi A. Johansyah dalam keterangan resminya pada Kamis (7/3).  

"Tingkat BI Rate tersebut dinilai masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2013 dan 2014, sebesar 4,5 persen ± 1 persen," ungkapnya. Kinerja perekonomian Indonesia, lanjut Difi, masih baik meski terdapat indikasi moderasi pada kegiatan investasi yang berlangsung sejak triwulan IV-2012.  

Ke depan, BI akan mencermati perkembangan inflasi terutama yang bersumber dari harga pangan (volatile foods). BI meyakini bahwa dengan adanya penguatan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta langkah-langkah koordinasi yang solid dengan pemerintah akan mendorong tercapainya sasaran inflasi keseimbangan eksternal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. BI memprediksi perekonomian Indonesia pada triwulan I-2013 akan tumbuh sesuai perkiraan, yaitu sebesar 6,2 persen yang utamanya didukung oleh kuatnya permintaan domestik.  

Konsumsi masih akan tumbuh cukup kuat sejalan dengan keyakinan konsumen dan daya beli masyarakat yang membaik. "Sementara itu, berbagai indikator menunjukkan moderasi pertumbuhan investasi, khususnya pada investasi non-bangunan di tengah investasi sektor bangunan yang masih cukup kuat," kata Difi. Indikasi moderasi tersebut juga terlihat pada melandainya pertumbuhan impor, khususnya impor barang modal.

Di sisi lain, kinerja ekspor ke berbagai negara mitra dagang utama, khususnya China, Amerika Serikat (AS) dan India, diperkirakan akan berangsur membaik. Untuk keseluruhan tahun 2013, setelah memperhitungkan aktivitas ekonomi pada triwulan-triwulan selanjutnya, termasuk pengeluaran untuk persiapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, pertumbuhan ekonomi diperkirakan cenderung mengarah ke batas bawah kisaran 6,3 persen-6,8 persen.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y.

Editor: cipto

Recomended Reading

Executive Brief

Kadin dorong pengembangan industri pengolahan batu di Yogyakarta.

Presiden Jokowi berjanji tak akan bebani swasta untuk bangun infrastruktur.

PGN tegaskan harga Gas Arun di Sumatera Utara belum ditetapkan pemerintah pusat.

Bandara Bawean terancam tak beroperasi saat arus mudik Lebaran 2015.

Ganesa Flight Academy akan buka kelas pelatihan pilot helikopter.

Mendagri ingatkan pejabat perhatikan pertumbuhan ekonomi daerah.

Mandiri Sekuritas nilai pasar modal akan diwarnai penerbitan obligasi.

BNI jadi bagian dari sindikasi pembiayaan pabrik semen di Jawa Tengah.

Pendapatan Solusi Tunas Pratama pada triwulan I 2015 capai Rp 439 miliar.

Recommended Reading

Jum'at, 29/05/2015 23:31 WIB

Mensos Minta Data Penerima KIP Disisir Ulang

Jum'at, 29/05/2015 21:57 WIB

Wapres: Pembayaran Ganti Rugi Lapindo Mulai Juni

Jum'at, 29/05/2015 19:13 WIB

Distributor Elpiji Dituntut Miliki Timbangan

Jum'at, 29/05/2015 18:46 WIB

Pertamina Diprioritaskan Kelola Blok Rokan

Jum'at, 29/05/2015 14:36 WIB

Menaker: H-14 THR Harus Diberikan

Jum'at, 29/05/2015 13:43 WIB

Resmikan Pabrik Suzuki, Mendag: Jadikan Indonesia Basis Produksi Otomotif

Jum'at, 29/05/2015 12:47 WIB

Kejahatan Perpajakan Gunakan Faktur Masih Tinggi

Jum'at, 29/05/2015 10:52 WIB

Jokowi: Pembangunan di Perbatasan Itu Penting

Entertainment

29 Mei 2015 - Olahraga

FIFA Diminta Belajar dari IOC

29 Mei 2015 - Olahraga

Platini Minta Blatter Pergi dari FIFA