Market Indices

Agustus 2013, Bandara Internasional Kualanamu Beroperasi

Rubrik Infrastruktur

27 Maret 2013 06:29:00 WIB

Pembangunan Bandara Kualanamu yang berlokasi di desa Beringin, kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akan selesai tepat waktu dan dapat beroperasi Agustus 2013.  Bandara yang dibiayai dari sumber dana lokal melalui APBN murni, Departemen Perhubungan dan Anggaran PT Angkasa Pura II (sektor privat) selesai sesuai ketentuan. Hal ini disampaikan oleh pimpinan Proyek Bandara Internasional Kualanamu, Joko Waskito di kota Medan belum lama ini.

Joko menambahkan, bandara bertaraf internasional yang cukup besar dan megah itu, dapat beroperasi pada Agustus 2013, dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi penundaan seperti sebelumnya yang direncanakan selesai pada Maret 2013. "Saya yakin, Bandara Kualanamu kebanggaan masyarakat Sumatera Utara dapat selesai dan sesuai yang telah direncanakan sebelumnya," katanya yang dikutip dari sumutprov.go.id.

Menurut Joko, Bandara Kualanamu dapat selesai karena saat ini pengerjaan proyek tersebut telah rampung mencapai 95 persen dan tinggal merapikan bangunan. "Jadi, masih ada waktu cukup panjang untuk menyelesaikan sisa 5 persen lagi bangunan Bandara Kualanamu itu hingga Agustus," jelasnya.

Bandara Internasional Kualanamu dengan total dana (privat dan APBN) sebesar Rp4,69 triliun. Luas area Bandara tersebut mencapai 1.365 hektar, area terminal 118.930 meter persegi (M2), kapasitas terminal 8.1 juta pax per tahun, luas area parkir 50.820 meter persegi (M2), gudang kargo seluas 13.000 meter persegi (M2) dan kapasitas parkir, 407 taksi, 55 bus dan 908 mobil. “Selesainya bandara internasional itu, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Sumatera Utara”, katanya.

 

(nisa@wartaekonomi.com)

Editor: Arief Hatta

Executive Brief

Kadin: Jumlah wirausaha di Indonesia masih berada di bawah standar internasional.

Bank Mandiri targetkan 200.000 nasabah "Rekening Hape" setiap bulan.

OJK berencana perluas sumber pendanaan industri modal ventura.

BRI proyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2015 di 4,9-5 persen.

Aset OCBC NISP tumbuh 21 persen berdasarkan laporan kinerja per 31 Maret 2015.

OJK: Pengembangan modal ventura di Tanah Air perlukan langkah terobosan.

Manajemen Railink pastikan operasional kereta api bandara dilakukan pada 2016.

BTN catat pertumbuhan laba pada triwulan pertama 2015 sebesar 18 persen.

BTN bukukan kenaikan kredit 17 persen pada triwulan pertama 2015.