Market Indices

Ditjen Bina Marga Sudah Kontrak Paket Pekerjaan Senilai Rp20,98 Triliun

Oleh Cipto - Rubrik Infrastruktur

27 Maret 2013 17:01:00 WIB

Paket pekerjaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah terkontrak sebanyak 2.378 paket, atau senilai Rp 20,983 triliun (status 25 Maret 2013).  Diketahui bahwa terdapat 3.134 jumlah paket pekerjaan dengan jumlah Rp 28,455 triliun.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI hari ini (27/3).

”Saat ini 496 paket pekerjaan senilai Rp 4,038 triliun sedang dalam proses lelang dan masih terdapat 260 paket pekerjaan senilai Rp 3,433 triliun belum lelang,” tambah Djoko Murjanto, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PU.

Dikatakan Djoko Murjanto, paket belum lelang tersebut terdiri dari paket-paket LOAN yang belum efektif senilai Rp 1,42 triliun, Paket Multi Years Contract (MYC) APBN senilai Rp 1,12 triliun, paket yang masih dalam proses revisi (pindah lokasi, pengadaan alat berat) senilai Rp 0,21 triliun, paket penunjang Rp 0,06 triliun dan paket fisik Rp 0,62 triliun.

Diketahui bahwa Ditjen Bina Marga Kementerian PU mendapatkan anggaran Rp 38,833 triliun, menurut jenis kegiatannya Rp 36,701 triliun dialokasikan untuk pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional dan Rp 1,256 triliun dialokasikan untuk pengaturan dan pembinaan teknik preservasi, peningkatan kapasitas jalan.

Selain itu Alokasi dana sebesar Rp 103,317 miliar untuk pengaturan, pengusahaan dan pengawasan jalan tol, Rp 111,993 miliar untuk pengaturan, pembinaan, perencanaan, pemrogaman dan pembiayaan penyelenggaraan jalan, Rp 137,477 miliar untuk pembinaan pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional dan Rp 522,642 miliar untuk dukungan manajemen koordinasi, pengaturan, pembinaan dan pengawasan.

Selanjutnya Djoko menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program penyelenggaraan jalan nasional TA 2013, yang menjadi tanggung jawab Ditjen Bina Marga, unit kerja yang melaksanakan kegiatan tersebut meliputi 11 Balai Besar/Balai Pelaksana Jalan Nasional.

”Yang juga melibatkan 190 satker fisik dan non fisik baik pusat maupun yang berada di daerah antara  lain satker perencanaan dan pengawasan jalan nasional, satker pelaksanaan jalan nasional, satker pelaksanaan jalan metropolitan, dan juga 616 PPK yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia,” tambah Djoko Murjanto.

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Dok. Kementerian PU

Recomended Reading

Kabar EkBis

01 September 2014 - Infrastruktur

Menteri PU Resmikan Pembangunan Jalan Padang Bypass

01 September 2014 - Ekonomi Bisnis

Sambut MEA 2015, KKP Siapkan SDM Unggul

Kabar Indonesia

Executive Brief

BI: Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2014 lebih baik dari perkiraan bank sentral.

Bappenas sandingkan program prioritas Jokowi dengan program kebijakan SBY.

Pengamat: Pemerintah perlu genjot pertumbuhan ekonomi yang lambat.

BI isyaratkan akan terus menahan suku bunga acuan.

BPS catat kenaikan tarif tenaga listrik menjadi salah satu komoditas penyumbang laju inflasi.

KSEI harapkan bank pembayaran transaksi bursa terintegrasi dengan fasilitas AKSes.

Wamenkeu: Target laju inflasi hingga akhir 2014 sebesar 5,3 persen dapat tercapai.

OJK akan bentuk tim pengembang surat utang.

Pengamat: Pembiayaan perbankan nasional masih terbatas dalam pembangunan infrastruktur.

OJK: Tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi reksa dana meningkat.

Harga kebutuhan pokok di Biak Numfor relatif stabil.

Pemerintah siapkan langkah terobosan untuk dorong pemulihan hutan yang alami kebakaran.

Penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar di Biak Numfor masih normal. 

Bali raih devisa sebesar 50.745,77 dolar AS dari ekspor kerajinan tulang.

Selandia Baru nilai Makassar tempat yang menjanjikan di bidang investasi pangan. 

BI sarankan industri hijau cari pasar baru.

Hipmi usulkan agar pemerintah tidak naikkan harga solar bersubsidi.

Peluang industri nutrisi termasuk susu di Indonesia dinilai semakin prospektif.

Citilink Indonesia bersinergi dengan operator akomodasi pariwisata Best Western International.

Garuda Indonesia akan lakukan investigasi penyebab meninggalnya Kapten Ramdanto.

Recommended Reading

Selasa, 02/09/2014 05:58 WIB

Hatta Ucapkan Selamat Kepada Jokowi

Senin, 01/09/2014 16:04 WIB

OJK Cabut Izin PT Cahyagold Prasetya Finance

Senin, 01/09/2014 14:07 WIB

BPS: Ekspor Juli 2014 Turun 6,03%

Senin, 01/09/2014 13:17 WIB

BPS Catat Inflasi Agustus 2014 Sebesar 0,47%

Senin, 01/09/2014 05:59 WIB

Manufacturing Hope 142 - Agar Aset Rp30 Triliun Tidak Mubazir

Minggu, 31/08/2014 10:46 WIB

Kolom Yuswohady: Kelas Menengah Muslim dan Pasar Halal

Minggu, 31/08/2014 10:12 WIB

Kolom: Pekerjaan Rumah Pemerintah Baru

Sabtu, 30/08/2014 18:08 WIB

Kadin Apresiasi Kebijakan Tegas Terkait BBM

Entertainment & Life Style

31 Agustus 2014 - Olahraga

Chelsea Tundukkan Everton