Market Indices

Komoditas Hortikultura Penyumbang Inflasi 0,63%

Oleh Jafei - Rubrik Ekonomi Bisnis

01 April 2013 15:00:00 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Inflasi bulan Maret 2013 tembus 0,63%. Inflasi ini masih rendah dibandingkan Februari 2013 yang tercatat mencapai 0,75%. Penyumbang inflasi karena adanya kenaikan beberapa komoditas hortikultura yakni bawang merah dan bawang putih. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Suryamin, Senin (1/4), Jakarta.

Suryamin menyampaikan bawang merah dengan penyumbang inflasi hingga mencapai 0,44% dengan perubahan harga melonjak naik hingga mencapai 82,23% sedangkan bawang putih penyumbang inflasi sebesar 0,23%. Selain itu komoditas penyumbang inflasi antaralain cabe rawit, jeruk, tarif sewa rumah dan daging sapi.

Sementara itu, kata Suryamin, komoditas yang mengalami deflasi antaralain: telur ayam ras, emas perhiasan, beras, daging ayam ras, ikan segar, cabai merah, bayam dan wortel.

Suryamin menambahkan penyumbang komoditas inflasi masih pada kelompok kelompok bahan makanan sebesar 2,04 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,40%,  kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,21 persen. “kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau penyumbang inflasi karena dasarnya kelompok bahan makanan (2,04persen) yang menjadi bahan baku juga meningkat” ujarnya.

Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan harga didominasi pada kelompok sandang sebesar 0,70%.



Alnisa Septya Ratu
(nisa@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Yuliardi

Recomended Reading

Executive Brief

DAI: Pengenalan asuransi kepada mahasiswa cara efektif edukasi kawula muda.

BPS: Kenaikan harga gas elpiji serta tarif tenaga listrik penyumbang laju inflasi nasional.

OJK dan Lembaga Sandi Negara sepakat jalin kerja sama.

Pengamat: Pemerintah perlu berikan peta jalan mengenai konsolidasi perbankan.

Sucorinvest: Tren investasi pada produk pasar modal alami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

XL Axiata jual 3.500 unit menara telekomunikasi senilai Rp 5,6 triliun kepada Solusi.

Menkeu instruksikan jajaran Dirjen Bea Cukai capai target penerimaan APBN 2015.

Sucorinvest perkirakan ada potensi perpindahan dana investasi ke AS.

Menkeu harapkan penerapan Indonesia National Single Window dapat buahkan hasil.

Citi Indonesia salurkan dana sebesar Rp 10,9 miliar kepada lima lembaga mitra.

OJK: Kebijakan pembatasan suku bunga dana bank tidak akan buat bank kesulitan likuiditas.

OJK jajaki kerja sama dengan Kemendagri untuk lakukan pengawasan lembaga keuangan mikro.

Panin Sekuritas optimis kinerja pada 2014 membukukan hasil positif.

OJK kaji definsi baru untuk keberadaan bank asing di Indonesia.

OJK akan terus dorong layanan jasa keuangan mikro terpadu.

Firmanzah prediksi pada satu tahun ke depan perekonomian Indonesia alami sejumlah tantangan.

Bank Mandiri targetkan penurunan tingkat kredit bermasalah.

KPPU antisipasi potensi terjadinya tindakan kartel dalam penurunan suku bunga deposito.

Menkeu: APBN 2015 disusun penuh kehati-hatian untuk hadapi potensi risiko perekonomian global.

Bank QNB Kesawan komitmen dukung perkembangan sektor perbankan dan keuangan Indonesia.

Entertainment & Life Style

30 September 2014 - Buku

PTPP Bayarkan MTN Sebesar Rp 530 Miliar

29 September 2014 - Entertainment & Life Style

Wanita Sering Bayangkan 10 Fantasi Seks Ini

29 September 2014 - Olahraga

Benitez Lega Napoli Mampu Kalahkan Sassuolo