Market Indices

Pemakai Internet Capai 85 Juta, Tapi Masyarakat Lebih Suka yang Porno

Oleh Ihsan - Rubrik Digital Economy

02 April 2013 21:00:00 WIB

Ada yang menarik dalam dunia ICT Indonesia. Jumlah pemakai internet tahun 2012 sudah mencapai 63 juta, dan tahun 2013 diperkirakan akan mencapai 85 juta. Hal ini dikemukakan oleh Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik. Drs.Freddy H.Tulung dalam percakapan dengan beberapa pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), termasuk Warta Ekonomi, belum lama ini. “Sayangnya peningkatan dalam jumlah ini belum diikuti oleh kematangan bersikap,” ujar Freddy.

Alhasil, lanjut Freddy, masih banyak masyarakat yang maish euphoria dan hanya memanfaatkan internet dari sisi negatifnya. “Sebut saja orang yang memaki-maki via social media, atau masyarakat yang justru hanya memanfaatkannya untuk melihat hal-hal yang berbau pornografi,” ujarnya. Karena itu, lanjut Freddy, harus dipikirkan bagaimana agar perilaku masyarakat berubah dengan memanfaatkan internet untuk kebaikan hidup, bukannya malah untuk merusak moral bangsa.

Kabarnya, saat ini dari nsekitar 7.000 kecamatan yang ada di Indonesia, sekitar 5.000 kecamatan di antaranya sudah mendapatkan akses internet. Ini adalah program Kementrian Kominfo yang disebut Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), yang ditempatkan di lokasi yang strategis di setiap kecamatan. Menurut Freddy, program layanan internet itu merupakan perwujudan dari visi teknologi informasi dan komunikasi yang dicanangkan Kemenkominfo, yakni terwujudnya masyarakat Indonesia berbasis informasi secara bertahap hingga 2025.


(ihsan@wartaekonomi.com)

Foto: Sufri Y

 

Recomended Reading

Executive Brief

BI habiskan sekitar Rp 3 triliun per tahun untuk cetak uang kartal.

BI dorong Pemprov Jateng sosialisasikan transaksi nontunai.

Tri Herdianto: Keberadaan OJK arahkan industri keuangan untuk ikuti aturan hukum.

KSEI akan kerja sama dengan Bank Mandiri untuk sinergikan pasar modal dan perbankan.

Menkeu: :enaikan harga BBM bersubsidi dapat berikan ruang fiskal yang lebih ekspansif.

Enny Sri Hartati: RAPBN 2015 butuhkan terobosan fundamental oleh pemerintah baru.

PDI-P: RAPBN 2015 masih miskin program stimulus yang bermanfaat.

Menkeu: Alokasi dana desa yang ideal adalah Rp 64 triliun.

DJP gandeng Kepolisian RI untuk amankan penerimaan pajak 2014.

OJK: Pengembangan infrastruktur dan perbaikan peraturan perlu terus dilakukan.

Budi Gunadi optimis kinerja IHSG di BEI akan terus membaik.

Menkeu: Pemerintah dan DPR siap lakukan pembahasan RUU Redenominasi.

BI perluas sosialisasi tentang penggunaan alat pembayaran nontunai.

Faisal Basri harapkan pemerintahan baru naikkan rasio alokasi anggaran infrastruktur.

Menkeu: Penerbitan uang NKRI jadi momentum penggunaan rupiah dalam setiap transaksi.

RNI: Indonesia masih kekurangan SDM di bidang industri gula.

Undip: Pemerintah mendatang harus mampu tingkatkan efisiensi.

MS Hidayat harapkan staf Kemenperin terus tingkatkan kinerja secara optimal.

Ditjen Pajak keluarkan meterai tempel dengan desain baru.

Komisi Pemberantasan Korupsi meluncurkan KanalKPK TV yaitu siaran mengenai program pencegahan korupsi melalui siaran "streaming"

Entertainment & Life Style

18 Agustus 2014 - Olahraga

Sturridge Bawa Liverpool Raih Kemenangan