Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Cukai - Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi pastikan rencana objek cukai baru hanya untuk plastik.
  • Sauber - Mantan pembalap Manor Pascal Wehrlein akan berseragam Sauber di musim 2017
  • Serie A Italy (17/1) - Torino 2 - 2 AC Milan
  • Piala Afrika (16/1) - Pantai Gading 0 - 0 Togo
  • Piala Afrika (17/1) - Kongo 1 - 0 Maroko
  • Asuransi - PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera menargetkan bisa meraup premi sebesar Rp400 miliar sepanjang 2017.
  • Italia - Italia melakukan pembicaraan dengan Uni Eropa tentang defisit anggaran
  • Fiat - Italia menolak hasil test emisi oleh Jerman terhadap mobil Fiat Chrysler
  • PBB - Pemkot Malang berikan diskon PBB 50 persen agar petani tetap pertahankan lahan pertanian.
  • Kurs Rupiah - Awal Pekan ini (16/1) kurs rupiah referensi Bank Indonesia melemah di Rp13.354 dibanding kemarin jumat di Rp13.308.

PM Inggris: Proyek Penangkal Nuklir Penting

Foto Berita PM Inggris: Proyek Penangkal Nuklir Penting

WE.CO.ID – Pemerintah Inggris menegaskan pentingnya industri pertahanan terus mengembangkan sistem persenjataan penangkal nuklir. Memiliki penangkal nuklir dinilai sebagai kebijakan jaminan keamanan terbaik.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengemukakan hal itu dalam pidatonya di pabrik kontraktor pertahanan di Glasgow, yang disiarkan langsung oleh Sky News. Cameron mendukung penangkal nuklir Inggris dan menegaskan kembali pentingnya penangkal nuklir Trident.

Dalam kesempatan itu, PM Cameron menekankan pentingnya industri pertahanan itu bagi ekonomi Skotlandia. Dia juga mengingatkan ancaman nuklir meningkat sejak perang dingin.

"Pertahanan penting dan pekerjaan pertahanan juga penting," katanya.

Cameron menyampaikan pernyataan tersebut di tengah memanasnya Semenanjung Korea yang dipicu oleh isu ancaman nuklir Korea Utara (Korut). Pernyataan tersebut juga muncul dii tengah kekhawatiran Amerika Serikat dan para sekutunya atas isu penguasaan nuklir oleh Iran.

"Skotlandia memiliki sektor pertahanan yang sangat ahli dan terkenal di dunia, yang mempekerjakan lebih dari 12.600 orang dan nilai penjualan tahunannya melebihi 1,8 miliar pound (US$2,7 miliar)," kata Cameron sebagaimana dikutip kantor berita Antara, Jumat (5/4/2013).

"Skotlandia memiliki peran lebih besar di pentas dunia sebab Skotlantia adalah bagian dari Inggris dan pekerjaan pertahanan Skotlandia lebih terjamin sebagai bagian dari Inggris," tambah perdana menteri tersebut.

Dalam merespons soal Trident, Partai Nasional Skotlandia -yang mendukung Skotlandia melepaskan diri dari Inggris Raya- menjelaskan partai itu tak menginginkan Trident di Skotlandia jika wilayah tersebut merdeka.

Cameron pada Kamis juga mengunjungi HMS Victorious di Pantai Barat Skotlandia, salah satu kapal selam nuklir kelas Vanguard milik Inggris, yang membawa rudal nuklir. Ia menyambut kepulangan awak kapal selam itu saat mereka kembali dari patroli ke-100 mereka.

Itu adalah kunjungan pertama PM Inggris tersebut ke satu kapal selam nuklir. Kunjungan tersebut juga dilakukan setelah dia dalam satu artikel yang dipublikasikan Daily Telegraph sebelum kunjungannya ke Skotlandia itu memperingatkan "tindakan bodoh" untuk memangkas Trident, mengingat potensi nuklir dari Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK atau Korea Utara) dan Iran.

Komentar Cameron tersebut menggaris-bawahi komitmen kubu Konservatif bagi penggantian armada kapal selam Trident, yang sudah tua, tapi mitra koalisinya dari kubu Liberal Demokrat mengupayakan pilihan yang lebih murah. (Ant)

nurcholish@wartaekonomi.com

Foto: istimewa

Penulis/Editor: Nurcholish MA Basyari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5270.011 -2.972 541
2 Agriculture 1873.717 1.922 21
3 Mining 1394.938 2.956 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.178 0.335 66
5 Miscellanous Industry 1323.361 -3.350 42
6 Consumer Goods 2349.481 11.027 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.631 -3.144 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1047.805 -3.051 56
9 Finance 801.560 -2.158 89
10 Trade & Service 851.884 -1.049 122
No Code Prev Close Change %
1 MCOR 158 212 54 34.18
2 JAWA 132 173 41 31.06
3 DGIK 61 73 12 19.67
4 DART 320 380 60 18.75
5 BNLI 645 745 100 15.50
6 MDIA 2,600 3,000 400 15.38
7 ALKA 200 230 30 15.00
8 ARTO 138 155 17 12.32
9 LMPI 145 162 17 11.72
10 SPMA 190 212 22 11.58
No Code Prev Close Change %
1 PDES 190 125 -65 -34.21
2 NAGA 210 171 -39 -18.57
3 MGNA 146 125 -21 -14.38
4 MITI 71 63 -8 -11.27
5 RUIS 250 228 -22 -8.80
6 BINA 366 338 -28 -7.65
7 MRAT 214 200 -14 -6.54
8 CASS 850 800 -50 -5.88
9 TOBA 1,275 1,200 -75 -5.88
10 CKRA 69 65 -4 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 388 410 22 5.67
2 BNLI 645 745 100 15.50
3 MCOR 158 212 54 34.18
4 DGIK 61 73 12 19.67
5 BIPI 106 115 9 8.49
6 DYAN 60 64 4 6.67
7 INCO 2,480 2,510 30 1.21
8 SSMS 1,475 1,525 50 3.39
9 PBRX 428 432 4 0.93
10 INPC 113 117 4 3.54