Market Indices

BUMD : Pencapaian Dividen Bank Jabar Banten duduki Peringkat Teratas

Oleh Jafei - Rubrik Finansial

09 April 2013 18:00:00 WIB

Dari beberapa kinerja seluruh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Provinsi Jawa Barat pada rentang waktu selama 5 tahun mulai dari tahun 2008 hingga 2013. Pada Kinerja BUMD tersebut terkait juga laporan pencapaian dividen, dimana  peringkat teratas diduduki oleh Bank BJB dengan rata-rata deviden sebesar Rp.240 miliar. Hal tersebut disampaikan Anggota Pansus LKPJ Gubernur Jawa Barat, Ine Purwadewi dalam pertemuan raker bersama BUMD beberapa waktu lalu.

Ine menambahkan untuk peringkat kedua diduduki oleh PT. Bank Perkreditan Rakyat, yang semua pencapaian dividen tahun 2008 hanya sebesar Rp.1,8 miliar melonjak peningkatannya sebesar Rp.3 miliar di tahun 2012. “Selanjutnya disusul PT. Jasa Sarana namun karena masih dalam tahap pengembangan bidang usaha, dividen baru mencapai Rp.1,4 miliar tahun lalu”ungkapnya.

Ine yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Provinsi Jawa Barat mengungkapkan pencapaian dividen memang sangat penting, karena pemerintah provinsi Jawa Barat juga sebagai pemegang saham BUMD dalam penyertaan modal tersebut. Maka pencapaian dividen tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) Provinsi Jawa Barat. “Pemprov Jabar sebagai pemegang saham BUMD diantaranya sudah memberikan penyertaan modal untuk BUMD, maka dipandang perlu dividen tersebut diberikan kepada Pemprov Jabar”jelasnya.  

Lanjutnya, Untuk BUMD lainnya dinilai masih tak banyak berubah besar selama 5 tahun terakhir. Sehingga kinerja BUMD dengan melihat progress report tersebut masih butuh penataan lebih lanjut, karena sesuai dengan rekomendasi Pansus Restrukturisasi Peningkatan Kinerja BUMD.  “ Penataan BUMD di Provinsi Jawa Barat, memang dituntut dapat memberikan kontribusi dividen untuk Pemerintah Daerahnya”kata Ine.

Ine juga mengharapkan, untuk BUMD yang belum memberikan kontribusi pada pemberian dividen dapat mempertajam core bisnisnya serta membuat core bisnis menjadi lebih inovatif untuk mendongkrak penambahan PAD Provinsi Jawa Barat.

Sumber : Jabarprov.go.id

Alnisa Septya Ratu
(nisa@wartaekonomi.co.id)

 

Foto: bandungpopular.com

Recomended Reading

Berita Terkini

Rabu, 23/04/2014 22:45 WIB

IPO Link Net, KBLV Tunggu Pernyataan Efektif dari OJK

Rabu, 23/04/2014 22:32 WIB

Dahlan Pasrah Rencana Akuisisi BTN Dihentikan

Rabu, 23/04/2014 22:15 WIB

Wapres: Konsumen Penentu Perekonomian

Rabu, 23/04/2014 22:01 WIB

Seskab: Rencana Akuisisi BTN Tidak Tepat

Rabu, 23/04/2014 21:36 WIB

Pertamina Terima Kapal Gas 2 Pada Mei

Kabar EkBis

23 April 2014 - Strategi Korporasi

Sritex Akan Terbitkan Obligasi Senilai US$ 200 Juta

23 April 2014 - Strategi Korporasi

LPGI Bagikan Dividen Capai Rp 25,05 Miliar

Executive Brief

PSG akan sambangi Indonesia pada pertengahan Juli 2014.

MU tunjuk Ryan Giggs sebagai pelatih sementara.

Jahja Setiaatmaja: Tidak ada piutang macet di BCA.

XL Axiata bagikan dividen sebesar Rp 64 per saham.

Kimia Farma bangun pabrik garam farmasi di Jatim.

OPEC beri bantuan US$ 50 juta kepada Kuba terkait infrastruktur dan pertanian.

Forrester Research tempatkan SAS sebagai pemimpin solusi ritel.

Pos Indonesia hadirkan layanan Cargopos Haji dan Umrah.

MU pecat pelatih David Moyes pada Selasa (22/4).

Dahlan: Jika akuisisi BTN ke Mandiri batal, bank asing yang diuntungkan.

Pertamina perkirakan impor elpiji pada 2014 sebesar 3,6 juta ton.

Suryadharma Ali: Mukernas III di Bogor Illegal. Saya tidak akan hadir!

Risma bantah akan dampingi Prabowo pada Pilpres Juli mendatang.

KSPI akan tuntut kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30 persen saat "May Day".

Pendaftaran SBMPTN dibuka pada 12 Mei-6 Juni 2014.

Entertainment & Life Style

22 April 2014 - Olahraga

MU Pecat David Moyes