Market Indices

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Rubrik Internasional

17 April 2013 07:02:00 WIB

WE.CO.ID - Dana Moneter Internasional pada Selasa memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2013 karena resesi zona euro terus berlarut-larut, namun memperkirakan pertumbuhan secara keseluruhan akan meningkat pada semester kedua tahun ini.

Dalam penilaian terbarunya pada ekonomi global, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan perekonomian dunia akan tumbuh sebesar 3,3 persen tahun ini, dibandingkan dengan 3,5 persen yang diperkirakan IMF pada Januari.

Itu mempertahankan laju ekspansi ekonomi dunia hampir datar dari 3,2 persen pada 2012, dengan pertumbuhan lebih lambat dari perkiraan di Amerika Serikat dan stagnasi berkepanjangan di wilayah euro menjadi alasan utama di balik penurunan tersebut.

Pemberi pinjaman krisis global itu mengatakan bahwa risiko jangka pendek masih menjulang terutama di zona euro, di mana dana talangan baru Siprus dan pelemahan Italia masih bisa memicu kemunduran baru.

Tetapi Dana juga melihat pertumbuhan lebih lambat di negara-negara berkembang besar seperti Rusia, China, Brazil dan India, menggarisbawahi pelemahan ekonomi global.

"Prospek global telah meningkat lagi tetapi jalan menuju pemulihan di negara maju akan tetap bergelombang," kata IMF dalam laporan "World Economic Outlook" terbarunya.

"Dalam jangka menengah, risiko utama berhubungan dengan penyesuaian melelahkan, reformasi kelembagaan yang tidak memadai, dan stagnasi berkepanjangan di kawasan euro serta defisit fiskal dan utang yang tinggi di Amerika Serikat dan Jepang.

Dengan krisis yang luar biasa, Dana terjebak dekat dengan perkiraan pertumbuhan sebelumnya untuk pertumbuhan pada 2014, memprediksi ekspansi 4,0 persen, "dengan asumsi bahwa para pembuat kebijakan menghindari kemunduran dan mewujudkan komitmen tersebut." Secara umumnya prospek lebih baik sejak tahun lalu setelah dua ancaman jangka pendek terbesar untuk pemulihan global berkurang: ancaman perpecahan dari zona euro dan potensi kontraksi tajam di Amerika Serikat yang didorong oleh pemotongan anggaran ekstrim serta kenaikan pajak.

Meski begitu, dua raksasa ekonomi terus berlarut-larut. Pertumbuhan AS diperkirakan pada 1,9 persen tahun ini, karena pemotongan belanja pemerintah lebih besar dari perkiraan, dan zona euro diperkirakan kontraksi 0,3 persen.

"Perkiraan untuk pertumbuhan negatif di zona euro tidak hanya mencerminkan pelemahan di negara pinggiran tetapi juga beberapa pelemahan dalam negara inti. Pertumbuhan Jerman menguat namun masih diperkirakan kurang dari satu persen pada 2013," kata Olivier Blanchard, kepala ekonom IMF.

Di zona euro, kata IMF, meskipun kondisi telah berkurang untuk keuangan pemerintah negara-negara yang mengalami kesulitan, namun bank-bank masih tertatih-tatih oleh profitabilitas yang buruk dan modal yang rendah, sehingga menghambat pasokan kredit.

Kawasan mata uang tunggal menyajikan risiko jangka pendek terhadap pertumbuhan global, kata IMF, mengutip khususnya "ketidakpastian tentang dampak dari peristiwa di Siprus dan kebuntuan politik di Italia serta kerentanan di negara-negara pinggiran." Di antara ekonomi terkemuka, Jepang adalah salah satu titik terang, di mana IMF menyetujui upaya untuk mengembalikan keadaan ekonomi dengan pelonggaran moneter agresif yang mendorong peningkatan prospek pertumbuhan tahun ini, menjadi 1,6 persen dari sebelumnya 1,2 persen -- meskipun beban utang besar Jepang mengangkat pertanyaan tentang keberlanjutannya.

Di antara negara-negara berkembang, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan 2013 untuk China sebesar 0,1 persentase poin menjadi 8,0 persen -- masih lebih baik daripada kecepatan pada 2012 -- dan Brazil sebesar 0,5 persentase poin menjadi 3,0 persen.

Pada Senin, Beijing mengatakan, pertumbuhan pada kuartal pertama melaju pada kecepatan lebih rendah dari perkiraan sebesar 7,7 persen, memicu kekhawatiran bahwa "rebound" di ekonomi nomor dua terbesar dunia itu goyah karena permintaan luar negeri melemah.

Asia dan Sub sahara Afrika tetap didukung oleh permintaan konsumen dalam negeri yang kuat dan akan meningkat jika pertumbuhan di zona euro, Amerika Serikat dan negara maju lainnya naik.

Tetapi kawasan Timur Tengah - Afrika Utara masih berkutat dengan reformasi politik, serta tekanan inflasi dan pasar valuta asing diperkirakan akan menjadi tantangan kuat di beberapa negara Amerika Latin, kata IMF.

IMF mengatakan kemajuan "bergelombang" di negara-negara maju membuat sulit bagi negara-negara berkembang untuk mendapatkan traksi serta mengelola semburan modal dan tekanan naik pada mata uang.

Meskipun inflasi di seluruh dunia pada umumnya di bawah kendali, IMF memperingatkan bank-bank sentral negara maju memicu pasar mereka dengan likuiditas untuk merubah ekspektasi harga.

Namun, katanya, meningkatnya keluhan tentang devaluasi bersaing nilai tukar "tampak berlebihan." "Dolar AS dan euro tampak secara moderat 'overvalued' dan renminbi 'undervalued'. Bukti pada penilaian yen bervariasi." "Tantangan bagi negara-negara penerima adalah mengakomodasi tren yang mendasari sekaligus mengurangi volatilitas arus ketika mereka mengancam makro atau stabilitas keuangan." (Ant)

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Ist.

Penulis/Editor: Sucipto

Berita Terkini

Sabtu, 02/07/2016 01:07 WIB

Jonan : 90 % Bus Layak Angkutan Lebaran

Sabtu, 02/07/2016 00:07 WIB

Selama Lebaran, DIY Siagakan Puskesmas 24 Jam

Jum'at, 01/07/2016 23:59 WIB

Operasi Ramadhaniya, Polri Kerahkan 160 Ribu Personel

Jum'at, 01/07/2016 23:51 WIB

PLN Berangkatkan 2.000 Pemudik

Jum'at, 01/07/2016 23:36 WIB

Inflasi Ramadhan 2016 Terendah dalam Empat Tahun Terakhir

Jum'at, 01/07/2016 23:32 WIB

Penuhi Nazar, Bos Bursa Pulang Jalan Kaki ke Rumah

Jum'at, 01/07/2016 23:24 WIB

Ramadan Mampu Tingkatkan Kedatangan Wisatawan

Jum'at, 01/07/2016 23:16 WIB

Unik, Portugal ke Semifinal Tanpa Pernah Menang

Executive Brief

Jadwal Pertandingan Persahabatan Antar-Klub, Sabtu (2/7)

15:00 Krylya Sovetov Samara vs Sokol Saratov

15:30 Rio Ave vs Selecao Concelhia

17:00 Lyngby vs FC Helsingoer

19:00 Falkenbergs FF vs Helsingborg

19:30 AGF vs Haecken

19:30 ARC vs Excelsior

20:00 Floridsdorfer AC vs Austria Wien

20:30 RKAVV Leidshendam vs ADO Den Haag

20:30 VFL Rhede vs Borussia Moenchengladbach

Terminal 3 - Kemenhub verifikasi ulang Terminal Ultimate 3 usai Lebaran.

Terminal 3 - Kemenhub verifikasi ulang Terminal Ultimate 3 usai Lebaran.

Lahan - PT Colliers International Indonesia melansir penjualan lahan industri di Jakarta Raya mencapai 29,03 hektare selama kuartal II/2016.

JRPT - PT Jaya Real Property Tbk. (JRPT) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp21 per lembar saham.

Emiten - BEI melakukan penghentian sementara perdagangan efek di pasar reguler dan pasar tunai sekitar 8 perusahaan tercatat dan memperpanjang suspensi perdagangan 10 perusahaan tercatat.

NIRO - PT Nirvana Development Tbk tengah membidik akuisisi sejumlah pusat perbelanjaan untuk menopang pertumbuhan anorganik.

CSAP - PT Catur Sentosa Adiprana Tbk. (CSAP) meningkatkan penyertaan modal pada anak usaha, PT Catur Mitra Sejati Sentosa (CMSS) sebesar Rp200 miliar.

MPPA - PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) membuka Foodmart Primo, gerai supermarket berskala atas yang kedua di Lippo Mall Kuta Bali.

BUMI - Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menetapkan perpanjangan masa restrukturisasi utang tetap PT Bumi Resources Tbk hanya selama 90 hari.

MEDC - PT Medco Energi Internasional Tbk. resmi menguasai seluruh saham PT Newmont Nusa Tenggara senilai US$2,6 miliar dari Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation.

SUGI - PT Sugih Energy Tbk. (SUGI) tidak membagikan dividen tahun buku 2015 lantaran perseroan masih menderita rugi bersih.

SUGI - Emiten pertambangan minyak dan gas PT Sugih Energy Tbk. (SUGI) merombak jajaran komisaris dan direksi perseroan.

Bursa - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak beroperasi pada 4-8 Juli 2016

APBN-P TA 2016 - Defisit dalam APBN-P TA 2016 sebesar Rp296.72 triliun atau 2,35% dari PDB. Jumlah tersebut lebih tinggi dari APBN TA 2016.

Bursa - Tren IHSG minggu ini :

Senin (27/6) 4.836,05
Selasa (28/6) 4.882,17
Rabu (29/6) 4.980,10
Kamis (30/6) 5.016,65
Jumat (1/7) 4.971,58

Emas Antam - Harga minggu ini (Rp):

Senin (27/6) 610.000
Selasa (28/6) 608.000
Rabu (29/6) 600.000
Kamis (30/6) 596.000
Jumat (1/7) 599.000

JISDOR - Kurs Referensi BI, minggu ini (Rp):

Senin (27/6) 13.495
Selasa (28/6) 13.256
Rabu (29/6) 13.166
Kamis (30/6) 13.180
Jumat (1/7) 13.172

USD/IDR - Kurs minggu ini (Rp):

Senin (27/6) 13.305
Selasa (28/6) 13.170
Rabu (29/6) 13.160
Kamis (30/6) 13.210
Jumat (1/7) 13.135

EUR/IDR - Kurs minggu ini (Rp):

Senin (27/6) 14.723
Selasa (28/6) 14.564
Rabu (29/6) 14.548
Kamis (30/6) 14.700
Jumat (1/7) 14.586

CPO - Harga minggu ini (Ringgit/ton):

Senin (27/6) 2.388
Selasa (28/6) 2.380
Rabu (29/6) 2.322
Kamis (30/6) 2.358
Jumat (1/7) 2.364

Minyak WTI - Harga minggu ini (USD/bbl):

Senin (27/6) 47.64
Selasa (28/6) 47.22
Rabu (29/6) 48.49
Kamis (30/6) 49.36
Jumat (1/7) 48.10

Minyak Brent - Harga minggu ini (USD/bbl):

Senin (27/6) 48,56
Selasa (28/6) 48,13
Rabu (29/6) 49,11
Kamis (30/6) 50,25
Jumat (1/7) 49,43

Asia - Indeks Nikkei 225 minggu ini:

Senin (27/6) 15.309,21
Selasa (28/6) 15.323,14
Rabu (29/6) 15.566,83
Kamis (30/6) 15.575,92
Jumat (1/7) 15.682,48

Asia - Indeks Hang Seng minggu ini:

Senin (27/6) 20.227,30
Selasa (28/6) 20.172,46
Rabu (29/6) 20.436,12
Kamis (30/6) 20.794,37
Jumat (1/7) Libur

Asia - Indeks Shanghai Comp. minggu ini:

Senin (27/6) 2.895,70
Selasa (28/6) 2.912,56
Rabu (29/6) 2.931,59
Kamis (30/6) 2.929,61
Jumat (1/7) 2.932,48

Asia - Indeks ST. Times minggu ini:

Senin (27/6) 2.729,85
Selasa (28/6) 2.756,53
Rabu (29/6) 2.792,73
Kamis (30/6) 2.840,93
Jumat (1/7) 2.846,37

Eropa - Indeks FTSE 100 minggu ini:

Senin (27/6) 5.982,20
Selasa (28/6) 6.140,39
Rabu (29/6) 6.360,06
Kamis (30/6) 6.504,33
Jumat (1/7) ............

Eropa - Indeks CAC 40 minggu ini:

Senin (27/6) 3.984,72
Selasa (28/6) 4.088,85
Rabu (29/6) 4.195,32
Kamis (30/6) 4.237,48
Jumat (1/7) ............

Eropa - Indeks DAX minggu ini:

Senin (27/6) 9.268,66
Selasa (28/6) 9.447,28
Rabu (29/6) 9.612,27
Kamis (30/6) 9.680,09
Jumat (1/7) ............

Amerika - Indeks Dow. 30 minggu ini:

Senin (27/6) 17.140,24
Selasa (28/6) 17.409,72
Rabu (29/6) 17.694,68
Kamis (30/6) 17.929,99
Jumat (1/7) ............

Amerika - Indeks S&P 500 minggu ini:

Senin (27/6) 2.000,54
Selasa (28/6) 2.036,09
Rabu (29/6) 2.070,75
Kamis (30/6) 2.098,86
Jumat (1/7) ............

Amerika - Indeks Nasdaq minggu ini:

Senin (27/6) 4.594,44
Selasa (28/6) 4.691,87
Rabu (29/6) 4.779,25
Kamis (30/6) 4.842,67
Jumat (1/7) ............

Recommended Reading

Jum'at, 01/07/2016 20:59 WIB

Kunjungan Wisman Mancanegara Meningkat 1,57 Persen

Jum'at, 01/07/2016 20:38 WIB

Presiden Canangkan Pengampunan Pajak untuk Dorong Pembangunan

Jum'at, 01/07/2016 17:39 WIB

Pakar: Jangan Terburu-buru Bentuk "Holding" Energi

Jum'at, 01/07/2016 17:06 WIB

IHSG Cabut dari Level Lima Ribuan

Jum'at, 01/07/2016 15:44 WIB

BEI: Pengampunan Pajak Topang IHSG

Jum'at, 01/07/2016 14:04 WIB

BEI: Total Emisi Obligasi dan Sukuk Capai Rp49,69 Triliun

Jum'at, 01/07/2016 13:14 WIB

Menkeu: Pengampunan Pajak Diterapkan Usai Lebaran

Jum'at, 01/07/2016 13:04 WIB

Pertumbuhan Uang Beredar Naik 7,6% pada Mei 2016