Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Perikanan - Menteri Susi Pudjiastuti berkomitmen menangani dampak sampah plastik di wilayah pesisir dan laut.
  • Freeport - Menteri Luhut Katakan Presiden Jokowi telah menyiapkan opsi penyelesaian kisruh perubahan status kontrak Freeport.
  • La Liga (25/2) - Palmas 0 - 1 Real Sociedad
  • Bundesliga Jerman (25/2) - Wolfsburg 1 - 2 Werder Bremen
  • Ligue 1 Perancis (25/2) - Nice 2 - 1 Montpellier
  • Eredivisie Belanda (25/2) - ADO Den Haag 1 - 1 FC Twente
  • Scotland Premiership (25/2) - Inverness CT 2 - 1 Rangers
  • Malaysia - Malaysia berikan akses KBRI untuk menemui tersangka pembunuhan Kim Jong-Nam, Siti Aisyah

IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Foto Berita IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia

WE.CO.ID - Dana Moneter Internasional pada Selasa memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2013 karena resesi zona euro terus berlarut-larut, namun memperkirakan pertumbuhan secara keseluruhan akan meningkat pada semester kedua tahun ini.

Dalam penilaian terbarunya pada ekonomi global, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan perekonomian dunia akan tumbuh sebesar 3,3 persen tahun ini, dibandingkan dengan 3,5 persen yang diperkirakan IMF pada Januari.

Itu mempertahankan laju ekspansi ekonomi dunia hampir datar dari 3,2 persen pada 2012, dengan pertumbuhan lebih lambat dari perkiraan di Amerika Serikat dan stagnasi berkepanjangan di wilayah euro menjadi alasan utama di balik penurunan tersebut.

Pemberi pinjaman krisis global itu mengatakan bahwa risiko jangka pendek masih menjulang terutama di zona euro, di mana dana talangan baru Siprus dan pelemahan Italia masih bisa memicu kemunduran baru.

Tetapi Dana juga melihat pertumbuhan lebih lambat di negara-negara berkembang besar seperti Rusia, China, Brazil dan India, menggarisbawahi pelemahan ekonomi global.

"Prospek global telah meningkat lagi tetapi jalan menuju pemulihan di negara maju akan tetap bergelombang," kata IMF dalam laporan "World Economic Outlook" terbarunya.

"Dalam jangka menengah, risiko utama berhubungan dengan penyesuaian melelahkan, reformasi kelembagaan yang tidak memadai, dan stagnasi berkepanjangan di kawasan euro serta defisit fiskal dan utang yang tinggi di Amerika Serikat dan Jepang.

Dengan krisis yang luar biasa, Dana terjebak dekat dengan perkiraan pertumbuhan sebelumnya untuk pertumbuhan pada 2014, memprediksi ekspansi 4,0 persen, "dengan asumsi bahwa para pembuat kebijakan menghindari kemunduran dan mewujudkan komitmen tersebut." Secara umumnya prospek lebih baik sejak tahun lalu setelah dua ancaman jangka pendek terbesar untuk pemulihan global berkurang: ancaman perpecahan dari zona euro dan potensi kontraksi tajam di Amerika Serikat yang didorong oleh pemotongan anggaran ekstrim serta kenaikan pajak.

Meski begitu, dua raksasa ekonomi terus berlarut-larut. Pertumbuhan AS diperkirakan pada 1,9 persen tahun ini, karena pemotongan belanja pemerintah lebih besar dari perkiraan, dan zona euro diperkirakan kontraksi 0,3 persen.

"Perkiraan untuk pertumbuhan negatif di zona euro tidak hanya mencerminkan pelemahan di negara pinggiran tetapi juga beberapa pelemahan dalam negara inti. Pertumbuhan Jerman menguat namun masih diperkirakan kurang dari satu persen pada 2013," kata Olivier Blanchard, kepala ekonom IMF.

Di zona euro, kata IMF, meskipun kondisi telah berkurang untuk keuangan pemerintah negara-negara yang mengalami kesulitan, namun bank-bank masih tertatih-tatih oleh profitabilitas yang buruk dan modal yang rendah, sehingga menghambat pasokan kredit.

Kawasan mata uang tunggal menyajikan risiko jangka pendek terhadap pertumbuhan global, kata IMF, mengutip khususnya "ketidakpastian tentang dampak dari peristiwa di Siprus dan kebuntuan politik di Italia serta kerentanan di negara-negara pinggiran." Di antara ekonomi terkemuka, Jepang adalah salah satu titik terang, di mana IMF menyetujui upaya untuk mengembalikan keadaan ekonomi dengan pelonggaran moneter agresif yang mendorong peningkatan prospek pertumbuhan tahun ini, menjadi 1,6 persen dari sebelumnya 1,2 persen -- meskipun beban utang besar Jepang mengangkat pertanyaan tentang keberlanjutannya.

Di antara negara-negara berkembang, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan 2013 untuk China sebesar 0,1 persentase poin menjadi 8,0 persen -- masih lebih baik daripada kecepatan pada 2012 -- dan Brazil sebesar 0,5 persentase poin menjadi 3,0 persen.

Pada Senin, Beijing mengatakan, pertumbuhan pada kuartal pertama melaju pada kecepatan lebih rendah dari perkiraan sebesar 7,7 persen, memicu kekhawatiran bahwa "rebound" di ekonomi nomor dua terbesar dunia itu goyah karena permintaan luar negeri melemah.

Asia dan Sub sahara Afrika tetap didukung oleh permintaan konsumen dalam negeri yang kuat dan akan meningkat jika pertumbuhan di zona euro, Amerika Serikat dan negara maju lainnya naik.

Tetapi kawasan Timur Tengah - Afrika Utara masih berkutat dengan reformasi politik, serta tekanan inflasi dan pasar valuta asing diperkirakan akan menjadi tantangan kuat di beberapa negara Amerika Latin, kata IMF.

IMF mengatakan kemajuan "bergelombang" di negara-negara maju membuat sulit bagi negara-negara berkembang untuk mendapatkan traksi serta mengelola semburan modal dan tekanan naik pada mata uang.

Meskipun inflasi di seluruh dunia pada umumnya di bawah kendali, IMF memperingatkan bank-bank sentral negara maju memicu pasar mereka dengan likuiditas untuk merubah ekspektasi harga.

Namun, katanya, meningkatnya keluhan tentang devaluasi bersaing nilai tukar "tampak berlebihan." "Dolar AS dan euro tampak secara moderat 'overvalued' dan renminbi 'undervalued'. Bukti pada penilaian yen bervariasi." "Tantangan bagi negara-negara penerima adalah mengakomodasi tren yang mendasari sekaligus mengurangi volatilitas arus ketika mereka mengancam makro atau stabilitas keuangan." (Ant)

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto: Ist.

Penulis/Editor: Sucipto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51