Market Indices

Luncurkan PRUaman, Prudential Bidik Masyarakat Kelas Bawah

Oleh Sufri - Rubrik Finansial

17 April 2013 15:05:00 WIB

Bila selama ini asuransi di anggap mahal dan hanya menyentuh masyarakat menengah atas, kini PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melakukan terobosan dengan meluncurkan 'PRUaman' produk Asuransi mikro pertama khusus untuk keluarga berpendapatan rendah dengan harga yang terjangkau dengan akses yang mudah.

Seperti yang dijeleskan oleh  William Kuan, Presiden Direktur Prudential Indondonesia, PRUaman, merupakan solusi untuk melindungi pembiayaan/pinjaman nasabah dari lembaga keuangan mikro seperti koperasi dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang memberikan fanfaan baik kepada nasabah maupun kepada lembaga keuangan itu sediri.

" Dengan PRUaman, Kami ingin memastikan setiap orang memiliki akses terhadap layanan terutama asuransi jiwa dengan harga yang terjangkau, asesibilitas tinggi, kesederhanaan, dan kemudahan dalam pengajuan klaim," tegas William Kuan.

Sementara Amir Ud Deen, Businnes Developmen Director Prudential Indonesia menjelaskan, bila nasabah meninggal dunia karena kecelakaan atau pun sakit  PRUaman akan
Membarikan manfaat dalam empat plan dengan premi terendah sebesar  Rp2000/tahun - Rp7000/tahun (untuk asumsi  pinjaman Rp 1000.000). " Manfaat keempat plan itu yang paling besik adalah Prudential akan melunasi sisa pinjaman pokok nasabah hingga pada plan pada ke empat dimana Prudential tidak hanya melunasi sisa penjaman pokok namun memberikan 3 kali jumalah  pinjaman pokok  kepada ahli waris," ujar Amir Ud Deen.

Untuk tahap awal ini Prudential bekerja sama dengan Koperasi simpan pinjam  Mitra Usaha Madiri (MUM) di Subang dan Karawang Jawa Barat yang ditandai dengan ditandatanganinya kesepakatan kerjasama oleh William Kuan dan Mulyadi, Pendiri MUM di jakarta, Rabu (17/04/2013). Mulyadi mengatakan, saat ini MUM memiliki  anggota sekitar  2.500 anggota dengan kaset lebih dari Rp 2 miliar. " Dengan kerjasama ini, demi kenyamanan nasabah dan keamanan MUM, kami akan mewajibkan anggota yang mengajukan pinjaman untuk menggunakan PRUaman," tuturnya.

Sufri yuliardi

Foto: Sufri Yuliardi

Recomended Reading

Executive Brief

Modern Internasional akan terus kembangkan bisnis makanan dan minuman siap saji.

DBS: Bisnis wealth management dunia sedang soroti Indonesia.

Kemenkeu usulkan anggaran sebesar Rp 20,3 triliun dalam RAPBN 2015.

Vaninder Singh nilai Indonesia mampu respons dengan baik kebijakan kenaikan suku bunga Fed.

OJK ajukan usulan pagu Rencana Kerja Anggaran (RKA) 2015 sebesar Rp 3,58 triliun.

CIMB Niaga targetkan pertumbuhan kartu kredit di atas 20 persen.

BI tidak khawatir kemungkinan peningkatan laju inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

BI: Tingkat NPL sektor konstruksi, pertambangan, perdagangan, dan jasa sosial masih relatif tinggi.

BI prediksi defisit neraca transaksi berjalan 2014 turun tipis dibandingkan defisit 2013.

BEI harapkan investasi di produk pasar modal dapat dijadikan gaya hidup masyarakat.

BEI harapkan pemerintahan baru mendatang permudah izin IPO bagi BUMN.

Entertainment & Life Style

14 September 2014 - Entertainment & Life Style

Indosat Perbarui Jaringan di Empat Kota

13 September 2014 - Olahraga

Timnas Senior Dijadwalkan Hadapi Lebanon