Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Cukai - Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi pastikan rencana objek cukai baru hanya untuk plastik.
  • Sauber - Mantan pembalap Manor Pascal Wehrlein akan berseragam Sauber di musim 2017
  • Serie A Italy (17/1) - Torino 2 - 2 AC Milan
  • Piala Afrika (16/1) - Pantai Gading 0 - 0 Togo
  • Piala Afrika (17/1) - Kongo 1 - 0 Maroko
  • Asuransi - PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera menargetkan bisa meraup premi sebesar Rp400 miliar sepanjang 2017.
  • Italia - Italia melakukan pembicaraan dengan Uni Eropa tentang defisit anggaran
  • Fiat - Italia menolak hasil test emisi oleh Jerman terhadap mobil Fiat Chrysler
  • PBB - Pemkot Malang berikan diskon PBB 50 persen agar petani tetap pertahankan lahan pertanian.
  • Kurs Rupiah - Awal Pekan ini (16/1) kurs rupiah referensi Bank Indonesia melemah di Rp13.354 dibanding kemarin jumat di Rp13.308.

Dolar Merosot Terhadap Euro Karena Estimasi Pertumbuhan AS Di Luar Ekspektasi

Foto Berita Dolar Merosot Terhadap Euro Karena Estimasi Pertumbuhan AS Di Luar Ekspektasi

Kurs dolar merosot kembali terhadap euro pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah estimasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal pertama lebih lemah dari perkiraan. Dolar juga melemah karena berkurangnya kekhawatiran eskalasi militer atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah, kata para analis.


Sementara itu, yen didorong lebih tinggi setelah bank sentral Jepang (BoJ) mempertahankan program stimulusnya tak berubah dan mengatakan pertumbuhan ekonomi sedang keluar dari stagnasi. Euro menguat menjadi 1,3029 dolar pada 21.00 GMT (Sabtu 04.00 WIB) dari 1,3009 dolar pada Kamis sore.


Dolar jatuh menjadi 97,99 yen dari 99,29 yen, sementara euro turun menjadi 127,76 yen dari 129,16 yen.


Euro telah jatuh pada Kamis, di tengah kekhawatiran bahwa pengakuan Washington tentang kemungkinan penggunaan senjata kimia oleh rezim Damaskus akan mendorong intervensi militer AS ke dalam konflik. Namun Presiden Barack Obama memperlambat laju eskalasi pada Jumat dengan menjanjikan "penyelidikan yang teliti" ke dalam tuduhan tersebut.


Sementara itu, pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal Januari-Maret mencapai 2,5 persent, naik dari kuartal sebelumnya namun lebih lambat daripada yang banyak ekonom perkirakan.

Itu menguatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak mungkin untuk memperketat kebijakan moneternya dalam waktu dekat, karena pemotongan pengeluaran pemerintah dan pajak gaji yang lebih tinggi terus menahan pertumbuhan.

Meski begitu, para pedagang sedang menunggu untuk melihat petunjuk apa yang datang dari pertemuan dua hari dewan kebijakan Fed yang dimulai Selasa depan, kata David Song dari DailyFX.


"Kita mungkin melihat argumen yang lebih besar untuk mempertimbangkan kembali pelonggaran kuantitatif ketika ekonomi AS berada pada jalur yang lebih berkelanjutan," kata Song.


"Memang, bank sentral dapat mengadopsi sikap yang lebih netral untuk kebijakan moneter karena pemulihan secara bertahap mengumpulkan kecepatannya." Di Jepang, bank sentral menunda mengumumkan langkah-langkah kebijakan baru setelah pertemuan pertama sejak meluncurkan sebuah paket stimulus besar bulan ini.


Bank sentral Jepang (BoJ) mengatakan dewan kebijakan sepakat untuk tidak mengeluarkan kebijakan baru saat ini, sementara itu secara terpisah memperkirakan pertumbuhan 2,9 persen untuk tahun fiskal hingga Maret 2014 dan memprediksi inflasi untuk meningkat hingga 0,7 persen.


Tetapi angka saat ini masih menunjukkan tantangan deflasi: Data Jumat untuk Maret menunjukkan harga konsumen inti, yang tidak termasuk harga makanan yang volatil, turun 0,5 persen pada tahun-ke-tahun.


Sementara pound Inggris terus menguat di tengah optimisme baru untuk pertumbuhan ekonomi, mencapai 1,5474 dolar dari 1,5430 dolar pada akhir Kamis.

Dolar melemah terhadap franc Swiss, menjadi 0,9425 franc dari 0,9448 franc. (Antara)


(*/Redaksi)

Foto: scmp.com

Penulis: Redaksi

Editor: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5270.011 -2.972 541
2 Agriculture 1873.717 1.922 21
3 Mining 1394.938 2.956 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.178 0.335 66
5 Miscellanous Industry 1323.361 -3.350 42
6 Consumer Goods 2349.481 11.027 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.631 -3.144 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1047.805 -3.051 56
9 Finance 801.560 -2.158 89
10 Trade & Service 851.884 -1.049 122
No Code Prev Close Change %
1 MCOR 158 212 54 34.18
2 JAWA 132 173 41 31.06
3 DGIK 61 73 12 19.67
4 DART 320 380 60 18.75
5 BNLI 645 745 100 15.50
6 MDIA 2,600 3,000 400 15.38
7 ALKA 200 230 30 15.00
8 ARTO 138 155 17 12.32
9 LMPI 145 162 17 11.72
10 SPMA 190 212 22 11.58
No Code Prev Close Change %
1 PDES 190 125 -65 -34.21
2 NAGA 210 171 -39 -18.57
3 MGNA 146 125 -21 -14.38
4 MITI 71 63 -8 -11.27
5 RUIS 250 228 -22 -8.80
6 BINA 366 338 -28 -7.65
7 MRAT 214 200 -14 -6.54
8 CASS 850 800 -50 -5.88
9 TOBA 1,275 1,200 -75 -5.88
10 CKRA 69 65 -4 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 388 410 22 5.67
2 BNLI 645 745 100 15.50
3 MCOR 158 212 54 34.18
4 DGIK 61 73 12 19.67
5 BIPI 106 115 9 8.49
6 DYAN 60 64 4 6.67
7 INCO 2,480 2,510 30 1.21
8 SSMS 1,475 1,525 50 3.39
9 PBRX 428 432 4 0.93
10 INPC 113 117 4 3.54