Market Indices

Penerbangan: Bagaimana Kondisi Pendidikan Pilot? (3)

Rubrik Ekonomi Bisnis

28 April 2013 02:00:00 WIB

Lembaga pendidikan pilot di Tanah Air hingga saat ini ada sebanyak 15 sekolah. Data INACA menunjukkan setiap tahun Indonesia membutuhkan 500 pilot, namun yang tersedia hanya sebanyak 300 pilot. Jumlah ini tentu masih belum memenuhi permintaan dunia bisnis penerbangan setiap tahunnya.

Beberapa sekolah yang familiar sebagai pintu gerbang pasokan pilot nasional diantaranya adalah Bandung Pilot School (BPS), Bali International Flying Academy (BIFA), Alfa Flying School (AFS). Rata-rata biaya pendidikan sekolah pilot sebesar Rp300-500 juta per orang, dengan masa pendidikan di sekolah-sekolah penerbangan tersebut umumnya ditempuh dalam waktu 1-1,5 tahun.

Diantara sekolah-sekolah tersebut ada yang diselenggarakan oleh maskapai penerbangan itu sendiri. Misalnya, sekolah yang didirikan oleh maskapai Lion Air yang dikenal dengan nama Lion Training Centre dan Garuda Indonesia dengan nama Garuda Training Cener (GTC).


Pengembangan divisi sumberdaya di bidang penerbangan bukan barang murah. Investasi yang dikeluarkan untuk sebuah simulator pesawat saja rata-rata 1,5 kali dari harga satu pesawatnya. Saat ini Garuda mempunyai simulator pesawat B737-800NG. Direncanakan tahun ini mereka akan menambah tiga simulator Airbus A330 dan Bombardier CRJ-1000NG.

Hal yang sama juga terjadi di tubuh Lion Air. Pada pertengahan Februari lalu maskapai yang dipimpin oleh pengusaha Rusdi Kirana itu membukan learning center baru di Palangkaraya. Tempat itu merupakan yang ketiga setelah di Jakarta dan Cirebon. Lion juga tengah membangun pusat perawatan pesawat di Batam, Kepulauan Riau. Sejak 1994, Lion Air telah mendidik 100 pilot, 1.900 pramugari dan pramugara, 300 teknisi, dan 4.000 staf darat.

Pada tingkat yang lebih profesional, maskapai menerima pula penerbang profesional dari perwira penerbang AURI. Kebanyakan penerbang ini lulus sebagai Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP), yang memiliki masa dinas 10 tahun. Dari 18 orang lulusan PSDP angkatan 1994, kini yang tersisa di angkatan hanya 3 orang pada tiga matra Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Selebihnya, mereka memasuki dunia komersil. Tidak ada yang salah, karena dunia komersil menawarkan penghasilan yang lebih besar, ketimbang menjadi pilot pesawat tempur. ###

Rekomendasi Kebijakan:
ASEAN Open Sky Policy 2015 merupakan kesempatan yang sangat besar bagi pertumbuhan bisnis penerbangan di Tanah Air. Pertumbuhan ini akan memberikan peluang yang lebih besar bagi maskapai-maskapai penerbangan nasional bila memiliki ketersediaam pilot yang memadai. Apalagi bila mereka mampu memanfaatkan jasa pilot dari dalam negeri sendiri.

Masalahnya, ketersediaan jumlah pilot dalam negeri saat ini lebih rendah dari kebutuhan penerbangan yang ada. Oleh sebab itu, pemenuhan pasokan pilot dari negeri sendiri perlu diakselerasi melalui pendidikan pilot yang mumpuni. Akan tetapi, lebih dari sekadar mendidik pilot, penyelenggaraan pendidikan pilot memerlukan integrasi visi diantara kalangan maskapai, institusi pendidikan pilot komersil, dan Kementerian Perhubungan. Integrasi visi pada tiga entitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kedirgantaraan Indonesia dan sekaligus penumpang pesawat akan kehandalan layanan penerbangan komersil di Tanah Air.


JAJANG YANUAR HABIB

Foto: training.garuda-indonesia.com


Telah dimuat di Majalah Warta Ekonomi Edisi.04/2013

Editor: Ihsan

Recomended Reading

Kamis, 20/11/2014 04:22 WIB

Pesan Ibunda Ahok: Jangan Galak-galak

Kamis, 20/11/2014 02:48 WIB

Ahok Ingin Sopir Digaji Dua Kali UMP

Kamis, 20/11/2014 02:00 WIB

KTP-EL Untuk Kartu Sakti Hemat 40 Persen

Executive Brief

KBRI Denhaag promosikan kemajuan Indonesia di sekolah pertanian Citaverde College.

Dokter asal Kuba yang terkena Ebola di Sierra Leone diterbangkan ke Swiss untuk jalani perawatan.

CIMB Niaga gandeng PT PP guna percepat penyaluran kredit pemilikan rumah.

Kementerian PU siap jangkau 72 desa pada 2015 terkait program akses air bersih.

Bursa Saham AS

Indeks Dow Jones ditutup naik 33,27 poin atau 0,19% menjadi 17.719,00 poin.

Indeks S&P 500 ditutup naik 4,03 poin atau 0,20% menjadi 2.052,75 poin.

Indeks Nasdaq ditutup naik 26,16 poin atau 0,56% menjadi 4.701,87 poin.

Wapres JK ucapkan selamat atas hari jadi Muhammadiyah yang ke-102 tahun.

Seorang pria bersenjata tembak tiga mahasiswa hingga terluka di Florida State University.

Dua kapal AS bertabrakan di Samudera Hindia, tetapi tidak ada awak terluka.

Recommended Reading

Jum'at, 21/11/2014 09:23 WIB

BI dan Polri Dorong Kedaulatan Rupiah

Jum'at, 21/11/2014 03:33 WIB

Prabowo: Golkar Tepat Pilih Ical Ketua Umum

Kamis, 20/11/2014 21:01 WIB

Ahok Sepakati Kenaikan Tarif Angkot Sebesar Rp 1.000

Kamis, 20/11/2014 18:49 WIB

Tahun Depan Pemprov DKI Patok Pendapatan Pajak Rp 36 Triliun

Kamis, 20/11/2014 12:04 WIB

Ahok Pastikan Tarif TransJakarta Tidak akan Naik

Kamis, 20/11/2014 10:07 WIB

Demokrat: Cuma Orang Kaya yang Semangat Pas BBM Naik

Kamis, 20/11/2014 08:28 WIB

Konglomerasi Keuangan Wajib Lapor Profil Risiko 2015

Kamis, 20/11/2014 02:48 WIB

Ahok Ingin Sopir Digaji Dua Kali UMP

Entertainment

17 November 2014 - Olahraga

Boateng Absen Saat Jerman Hadapi Spanyol

16 November 2014 - Travel

Jakarta Siapkan Konsep 'Smart Tourism'