Portal Berita Ekonomi Jum'at, 09 Desember 2016

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Market Indices
  • Composite Index Today: 5303.734 Change: 38.366 Stock: 539
  • Agriculture Today: 1867.866 Change: -7.633 Stock: 21
  • Mining Today: 1412.725 Change: -20.327 Stock: 43
  • Basic Industry and Chemicals Today: 546.429 Change: 4.879 Stock: 66
  • Miscellanous Industry Today: 1306.578 Change: 5.198 Stock: 42
  • Consumer Goods Today: 2416.040 Change: 24.184 Stock: 39
  • Cons., Property & Real Estate Today: 539.502 Change: 8.435 Stock: 63
  • Infrastruc., Utility & Trans. Today: 1060.826 Change: 16.904 Stock: 56
  • Finance Today: 783.551 Change: 4.996 Stock: 88
  • Trade & Service Today: 850.411 Change: 0.476 Stock: 121

Ekspor CPO Indonesia Triwulan I 2013 Melemah

Foto Berita Ekspor CPO Indonesia Triwulan I 2013 Melemah

WE.CO.ID - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan pada triwulan pertama tahun 2013 pasar minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya masih lesu dan harga CPO juga masih pada tingkat volatilitas tinggi dengan kisaran US$810 (Januari) – US$885 (Februari) per metrik ton. Pada Februari harga CPO mulai merangkak naik dan menunjukkan perbaikan dengan kisaran 835-885 dollar AS per metrik ton. Pada Maret harga bertahan di kisaran 835-870 dollar AS.

Ekspor CPO dan turunannya pada bulan Maret ini adalah 1,7 juta ton terus mengalami penurunan sejak Januari, yaitu dari 2,05 juta ton (Januari) menjadi 1,92 juta ton (Februari) atau turun sebesar 14% sejak Januari. Hal ini juga disebabkan oleh kecenderungan turunnya produksi pada triwulan pertama tahun ini. Yang harus menjadi perhatian adalah di saat volume ekspor mengalami kecenderungan turun, namun harga di pasar internasional belum menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

Negara tujuan ekspor CPO dan turunannya masih didominasi oleh India dengan volume mencapai 779 ribu ton atau 38% dari total keseluruhan ekspor CPO Indonesia pada bulan Januari 2013. Pada bulan Februari India angka permintaan CPO melorot ke 653 ribu ton atau sekitar 34% dari total volume ekspor. Sementara pada Maret ekspor ke negara Bollywood ini melorot lagi ke 416 ribu ton atau 24,4% dari keseluruhan ekspor CPO Indonesia. Seperti yang dicatat GAPKI total volume ekspor CPO dan turunannya ke India selama triwulan pertama 2013 adalah 1,85 juta ton atau naik 22,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 1,43juta ton. India masih tetap menjadi pengimpor terbesar CPO dari Indonesia.

Naiknya volume ekspor ke India dipengaruhi harga CPO dunia yang melorot sehingga para pedagang mengadakan aksi pembelian yang cukup masif meskipun ditengah penguatan mata uang dollar AS, hal ini juga dipicu oleh adanya isu akan diberlakukannya kenaikan pajak impor CPO dan kedelai dari 2,5% saat ini. Sebaliknya, pasar China mengalami pelemahan. Ekspor CPO dan turunan masih mengalami peningkatan dari 487 ribu ton menjadi 639 ribu tahun ini. Namun demikian pangsa pasar ekspor ke China mengalami penurunan dari 15% tahun lalu menjadi 12 % tahun ini.

Pergerakan harga CPO yang relatif rendah ini diperkirakan masih akan berlangsung pada sisa bulan April ini hingga bulan Mei. GAPKI memperkirakan harga CPO pada bulan April dan Mei masih akan bergerak di kisaran harga 830-870 dollar AS per metrik ton. Harga CPO Rotterdam diperkirakan berada pada rata-rata sekitar 850 dollar AS dengan Harga Patokan Ekspor sekitar 778 dollar AS dan BK 10,5%.

Sebagaimana minyak sawit merupakan kontributor utama dalam pendapatan devisa, penurunan harga sawit di pasar global yang sudah terjadi sejak tahun lalu akan mempengaruhi kinerja neraca perdaganagn Indonesia tahun 2013 ini. Oleh karena itu untuk menjaga posisi minyak sawit sebagai komoditi andalan dibutuhkan upaya-upaya untuk terus meningkatkan daya saing produk minyak sawit. Di tengah pasar yang lesu ini, Pemerintah seyogyanya melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Penyesuaian kebijakan Bea Keluar (BK) yang lebih kompetitif dengan Malaysia. Sebagaimana diketahui perbedaan pajak ekspor CPO dan produk turunannya di Indonesia dan Malaysia sekarang ini mengakibatkan posisi Indonesia kurang kompetitif.

2. Peningkatan pemanfaatan CPO di dalam negeri, terutama untuk biodiesel. Di tengah melonjaknya subsidi BBM untuk penggunaan dalam negeri sudah sepantasnya pemanfaatan minyak sawit untuk biodiesel dapat dipercepat sehingga mampu mengurangi beban subsidi tersebut.

Fadjar A.

Foto: Sufri Y.

Penulis/Editor: Fadjar Adrianto

Executive Brief

  • New York - The Dow Jones Industrial Average rose 65.19 points (0.33 per cent) to 19,614.81, its fourth straight record on Thursday (8/12).

  • New York - The broad-based S&P 500 gained 4.84 points (0.22 per cent) to 2,246.19 on Thursday (8/12).

  • New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index advanced 23.59 points (0.44 per cent) to 5,417.36 on Thursday (8/12).

  • London - North Sea Brent crude was up 94 cents, or 1.8 percent, at $53.94 a barrel by 2:35 p.m. ET (1935 GMT) on Thursday (8/12).

  • New York - U.S. light crude was up $1.07, or 2.2 percent, at $50.84 a barrel on Thursday (8/12).

  • Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (8/12) Rp502.000 per gram.

  • Singapura - Palang Merah Singapura akan menyumbang S$50 Ribu untuk korban bencana gempa di Aceh.

  • Swedia - Ericcson akan mengurangi jumlah pegawai di Swedia dalam rangka restrukturisasi perusahaan.

  • London - Pemimpin FinTech di Inggris menyatakan kekhawatiran bahwa Asia tech-hub seperti Singapura bisa menimbulkan risiko lebih besar untuk London daripada suara Brexit.

  • Meksiko - Pemimpin bisnis Meksiko dan AS akan berbagi informasi tentang integrasi ekonomi lintas batas.

  • Huawei - Huawei akhirnya merilis P9 di Indonesia setelah beberapa waktu lalu sempat tertunda.

  • Aceh - Pemerintah akan memberikan santunan Rp15 Juta kepada korban meninggal gempa Aceh.

Click to Scroll Down

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Code Prev Close Change %
1 BRAM 6,300 7,500 1,200 19.05
2 BMAS 342 400 58 16.96
3 ADHI 1,875 2,190 315 16.80
4 CANI 1,440 1,650 210 14.58
5 ERTX 166 187 21 12.65
6 KBLM 358 400 42 11.73
7 PADI 294 328 34 11.56
8 NOBU 510 565 55 10.78
9 DSNG 620 680 60 9.68
10 DPUM 630 690 60 9.52
No Code Prev Close Change %
1 BJBR 2,700 2,430 -270 -10.00
2 ITMA 1,830 1,650 -180 -9.84
3 PGLI 72 65 -7 -9.72
4 PEGE 196 177 -19 -9.69
5 BCIP 310 280 -30 -9.68
6 CTTH 94 85 -9 -9.57
7 PDES 356 322 -34 -9.55
8 WICO 58 53 -5 -8.62
9 MKNT 468 428 -40 -8.55
10 POLY 65 60 -5 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 448 446 -2 -0.45
2 ADHI 1,875 2,190 315 16.80
3 WSBP 570 590 20 3.51
4 BJBR 2,700 2,430 -270 -10.00
5 KOBX 102 105 3 2.94
6 LPPF 15,200 15,700 500 3.29
7 TLKM 3,850 3,940 90 2.34
8 BEKS 59 60 1 1.69
9 MLPL 388 370 -18 -4.64
10 BMRI 10,700 10,950 250 2.34
No Code Freq Value
1 LG 10,625 2,874,001,669,513
2 YP 59,832 690,301,934,681
3 CS 23,553 635,898,614,600
4 II 109 600,477,065,800
5 DB 22,347 549,488,016,366
6 NI 21,313 538,802,188,700
7 CG 15,117 534,404,108,200
8 RX 12,229 506,745,616,580
9 AK 24,325 491,376,925,220
10 YU 20,137 469,000,318,200