Market Indices

BPK Serahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II 2012 ke DPD

Oleh Cipto - Rubrik Nasional

30 April 2013 13:01:00 WIB

WE.CO.ID - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2012 kepada Dewan Perwakilan Daerah melalui Sidang Paripurna di Gedung Nusantara V Komplek DPR/MPR, Jakarta, Selasa (30/4/2013).

"Dalam memenuhi mandat Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya, hari ini BPK menyerahkan IHPS dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) semester II tahun 2012 kepada DPD," kata Ketua BPK Hadi Poernomo di Gedung Nusantara V Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Selasa.

Sebelumnya BPK telah menyampaikan laporan serupa kepada DPR melalui sidang paripurna yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Dalam laporannya tersebut Ketua BPK Hadi Poernomo menyatakan bahwa pada Semester II 2012 BPK memprioritaskan pemeriksaannya pada pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT).

IHPS juga memuat hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun 2011 yang belum diperiksa dan/atau belum dilaporkan pada semester I tahun 2012.

"Selama semester II 2012, BPK telah memeriksa 709 objek pemeriksaan, yang terdiri atas 154 objek pemeriksaan kinerja, 450 objek PDTT dan 105 objek pemeriksaan keuangan," kata Hadi Poernomo.

Dia mengatakan hasil pemeriksaan BPK mengungkapkan sebanyak 12.947 kasus senilai Rp9,72 triliun, dan dari jumlah tersebut sebanyak 3.990 kasus senilai Rp5,83 triliun merupakan temuan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian dan kekurangan penerimaan.

Menurut dia BPK memberikan rekomendasi terkait kasus tersebut berupa penyerahan asset dan/atau penyetoran uang ke kas negara/daerah/perusahaan.

Sementara itu, lanjut dia, 4.815 kasus lain merupakan kelemahan Sistem Pengendalian Intern (SPI), sebanyak 1.901 kasus penyimpangan administrasi dan sebanyak 2.241 kasus senilai Rp3,88 triliun merupakan temuan ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektifan.

"Rekomendasi BPK atas kasus tersebut adalah perbaikan SPI, tindakan administratif dan/atau korektif lain. Sedangkan untuk kasus ketidakpatuhan, ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan, perlu mendapat perhatian pimpinan dan para anggota DPD RI," ujar dia.

Dia mengatakan selama proses pemeriksaan entitas yang diperiksa telah menindaklanjuti temuan ketidakpatuhan yang mengakibatkan kerugian, potensi kerugian, dan kekurangan penerimaan dengan penyerahan aset dan/atau penyetoran uang ke kas negara/daerah/perusahaan senilai Rp124,13 miliar.

Dalam sidang paripurna tersebut, hadir sejumlah anggota DPD RI. Sedangkan yang bertindak selaku pemimpin sidang yakni Wakil Ketua DPD Laode Ida.

"Laporan BPK ini akan kami kaji dan tindaklanjuti melalui Komite IV DPD RI. DPD RI mendukung upaya BPK dalam menyelamatkan keuangan negara," kata Laode Ida. (Ant)

(*/redaksi@wartaekonomi.com)

Foto:skycrapescity.com

Executive Brief

Aset Bank Victoria meningkat 33,6% jadi Rp 19,17 triliun per 31 Desember 2013.

BEI: Perkembangan pasar modal syariah di dalam negeri positif.

Valbury: Jokowi gerakkan sektor infrastruktur pada saham.

Bank ADB setujui pinjaman US$ 400 juta untuk membantu Pakistan.

Citibank Indonesia raih penghargaan "Best Consumer Internet Bank in Indonesia".

KakaoTalk luncurkan paket emotikon "Kakao Friends Daily Life".

Dahlan bantah tidak ada kajian soal rencana akuisisi BTN.

Astra Graphia bagikan dividen sebesar Rp 62 per saham.

Astra Graphia serap capex Rp 43 miliar hingga akhir kuartal-I 2014.

Bank Dunia: 75% penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Batavia Prosperindo Finance bagikan dividen sebesar Rp 5 per saham.

OJK: Masih banyak kendala untuk kembangkan asuransi mikro syariah.

BRI raup laba bersih sebesar  Rp 5,9 triliun pada kuartal I tahun 2014.

Bank Permata catat laba bersih sebesar Rp 1,73 triliun pada tahun 2013.

LPS: 18 calon investor berminat beli saham Bank Mutiara.

Akuisisi BTN ditunda hingga berakhirnya masa Kabinet Indonesia Bersatu II.

PSG akan sambangi Indonesia pada pertengahan Juli 2014.

Kimia Farma bangun pabrik garam farmasi di Jatim.

Forrester Research tempatkan SAS sebagai pemimpin solusi ritel.

KSPI akan tuntut kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30 persen saat "May Day".

Entertainment & Life Style

22 April 2014 - Entertainment & Life Style

Telkomsel Gelar Digi Expo