Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 04:21 WIB. HT - Hary Tanoe  dicekal keluar negeri terkait kasus SMS ancaman terhadap jaksa.
  • 02:21 WIB. Nasional - Nadine Pascale Kaiser Pudjiastuti membacakan sumpah menjadi WNI pada Kamis (22/6).
  • 02:20 WIB. Pilkada - Putri tunggal Gubernur Sumsel Alex Noerdin nyalon sebagai Wali kota Palembang.
  • 02:19 WIB. Nasional - Putri Menteri Susi resmi menjabat sebagai WNI.
  • 01:00 WIB. Nasional - Aher tegaskan insan media mampu tangkal berita hoax.
  • 00:59 WIB. Lebaran - Wakil Gubernur Deddy Mizwar akan rayakan hari lebaran di Bandung.
  • 00:24 WIB. Liga Inggris - Mauricio Pellegrino resmi menjadi pelatih baru Southampton.
  • 00:19 WIB. Transportasi - Kereta Api Ekonomi bersubsidi berlakukan harga baru mulai Sabtu (24/6) pukul 00.00 WIB. 
  • 00:17 WIB. Mudik Lebaran - H-2 jadi puncak arus mudik penumpang Kereta Api.
  • 00:12 WIB. BMTR - Global Mediacom membagikan dividen senilai Rp70 miliar dari laba bersih 2016.
  • 23:38 WIB. Mudik Lebaran - Gubernur Sumut tegaskan ASN dilarang gunakan kendaraan dinas untuk mudik.
  • 23:29 WIB. Obama - Mantan Presiden AS Barack Obama selain berlibur di Bali ia dikabarkan akan berlibur di Yogyakarta.
  • 23:27 WIB. Mudik Lebaran - Menteri Luhut harap tragedi brexit tidak terulang kembali.
  • 23:27 WIB. Daging Sapi - Harga daging sapi di Medan tembus Rp140 ribu/kg.
  • 23:25 WIB. Mudik Lebaran - Menhub: Bus tanpa stiker biru dilarang beroperasi.

Kolom Yuswohady: Puasa Belanja? No Way!

Foto Berita Kolom Yuswohady: Puasa Belanja? No Way!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bulan Ramadan adalah saatnya mengekang hawa nafsu. Kita harus mengekang nafsu amarah, nafsu ngegosipin orang lain, atau nafsu berprasangka buruk kepada orang lain. Namun, ada nafsu yang sangat sulit untuk dilawan di masa Ramadan, yaitu nafsu belanja.

 

Sambil menulis artikel ini kemarin (persis sehari menjelang puasa), saya membuka-buka beberapa koran Ibu Kota. Di situ saya temui iklan satu halaman full color dari salah satu peritel ternama. Dalam iklan super mencolok itu tertulis besar-besar:  “Nikmati 1 Hari Hemat Lebih Awal 50%”. Rupanya peritel tersebut curi start untuk memicu perang diskon menyongsong waktu Lebaran.

Di halaman lain koran, saya temui iklan katalog (lagi-lagi satu halaman full color) milik peritel elektronik ternama yang dipenuhi foto produk mulai dari TV flat hingga lemari es. Iklannya menggiurkan karena persis di bawah setiap foto produk tertera angka regular price dibandingkan head-to-head dengan discount price-nya. Siapa pun yang melihatnya pasti tak tahan untuk segera ngacir membeli, karena potongan harganya memang fantastis.

Menjelang bulan puasa, peritel-peritel besar selalu jorjoran beriklan untuk menarik pembeli. Pasalnya, mereka tahu kebiasaan di kalangan ibu-ibu yang selalu menyetok barang keperluan sehari-hari menjelang puasa untuk persediaan selama sebulan ke depan. Alasan ibu-ibu: “Agar buka puasa dan sahurnya lancar, kayak jalan tol bebas hambatan!”

Coba mulai hari ini sampai sebulan ke depan Anda buka halaman-halaman iklan koran, pasti Anda akan mendapati iklan-iklan raksasa, mulai dari iklan-iklan program promo mal, iklan kartu kredit bank-bank besar yang menawarkan cicilan 0%, iklan promo tarif murah operator selular, hingga iklan-iklan gadget dan mobil yang sesungguhnya nggak nyambung dengan puasa. Semua jorjoran merayu kita untuk berbelanja.

Itulah sebabnya saya sering mengatakan: “Masa Ramadan adalah masa belanja!” Itu bagi si konsumen. Bagi si marketer lain lagi: “Masa Ramadan adalah masa jualan!” Di bulan Ramadan, nafsu-nafsu yang lain boleh dikekang, tetapi nafsu belanja akan tetap jalan, bahkan lebih kencang.

 

Mood Belanja

Siklus mood belanja di masa Ramadan biasanya berjalan seperti ini. Ketika Matahari menabuh genderang aksi mengumbar nafsu belanja satu atau dua hari menjelang puasa, saat itulah kita mulai aware dan diingatkan bahwa “masa belanja” telah datang. Seminggu sebelum puasa, ibu-ibu akan memborong barang-barang kebutuhan sehari-hari untuk stok selama sebulan berpuasa. Ini tak lain adalah “pemanasan” untuk memasuki puncak masa belanja yang sesungguhnya.

Seminggu pertama berpuasa, mood belanja ini meredup karena kita lagi hot-hot-nya menghayati dan menikmati ibadah yang kita jalani setahun sekali ini. Namun, setelah itu, mood belanja mulai tumbuh subur seperti layaknya jamur di musim hujan. Dan, mood ini mulai betul-betul menggeliat setelah dua minggu lewat kita berpuasa. Karena itu, saya sering menyarankan, kalau Anda melakukan promo Ramadan-Lebaran, geber-lah promo itu di 15 hari sebelum hari H Lebaran.

Setelah dua minggu lewat kita berpuasa, maka kita mulai tidak berkonsentrasi lagi dalam bekerja, apalagi kita-kita yang bekerja di instansi pemerintah. Masuk kerja boleh dari pagi sampai menjelang magrib, tetapi pikiran sudah melanglangbuana ke kampung. Yes: mudik! Di kepala kita pun sudah mulai samar-samar terbayang kelebat-kelebat gambar meneduhkan, seluruh kerabat berkumpul setelah shalat Ied, saling maaf-memaafkan, saling canda, saling kangen-kangenan, tentu saja lengkap dengan ketupat dan opor ayam super kental... amboi.

Seiring seisi kepala dipenuhi gambar-gambar suasana kampung halaman yang menyejukkan hati, mood berbelanja pun menggeliat naik kian cepat. Ketika terngiang-ngiang kerabat di kampung, maka hanya satu hal yang kita pikirkan: oleh-oleh. Oleh-oleh bisa macam-macam, mulai dari baju, makanan-minuman, perabot rumah tangga, hingga barang-barang elektronik. Di titik inilah aksi serbu mal atau tempat-tempat belanja untuk berburu oleh-oleh mulai agresif kita lakukan. Ini biasanya terjadi 10 hari sebelum hari H Lebaran.

Seminggu menjelang hari H Lebaran biasanya THR mulai mengalir ke kantong. Pada titik ini, mood belanja pun betul-betul menemukan momentum puncaknya. Di sinilah kita mulai seperti kesurupan berbelanja. Demi kerabat di kampung, segala cara kita gunakan agar bisa membawa oleh-oleh untuk mereka, kalau perlu ngutang. Itu sebabnya masa Lebaran adalah masa panen Pegadaian. THR nggak cukup nggak masalah, asal bisa ngutang, segala masalah wes ewess ewesss... lewat dulu, baru dipikir nanti sepulang dari mudik.  Di bulan suci ini, mengekang nafsu amarah, harus! Mengekang nafsu ngegosipin orang lain, harus! Mengekang nafsu belanja? No way!

Yuswohady

Managing Partner Inventure

Tag: ramadhan, lebaran

Penulis: Redaksi

Editor: Arif Hatta

Foto: YH

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10