Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Ekonomi - Bank Dunia nilai dinamika politik Indonesia terkini tidak terlalu pengaruhi iklim investasi.
  • Cyber - Kementerian BUMN dan Telkom menyatakan siap untuk jadi pelaksana Badan Cyber Nasional.
  • Cabai - Harga cabai di pasar-pasar di Pangkalpinang bergerak turun.
  • Freeport - Kementerian BUMN ingin cepat beli saham dari Freeport Indonesia sebanyak 51 persen sesuai PP 1/2017. 
  • Pelindo III - Pelindo III tambah kekuatan alat produksi berupa 15 unit kapal tunda.

Boediono Luncurkan Buku Sejarah Ekonomi Indonesia

Foto Berita Boediono Luncurkan Buku Sejarah Ekonomi Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil presiden ke-11 RI Boediono menerbitkan buku terbarunya berjudul "Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah" yang menyajikan perjalanan sejarah ekonomi sebagai ilmu terapan dalam masa sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia.

Dalam acara diskusi dan peluncuran buku terbarunya di Goethe-Institut, Jakarta, Kamis (15/9/2016), Boediono menyinggung bahwa tidak ada jalan pintas dalam ekonomi serta banyak kendala dalam penerapannya untuk memecahkan masalah.

Buku tersebut juga menyajikan situasi ekonomi politik yang dihadapi dalam suatu masa serta opsi apa yang terbuka untuk mengatasinya dilihat dari sudut pandang pengambil keputusan.

"Untuk mengetahui bahwa tidak semudah itu, banyak kendala dalam praktik menerapkan ilmu ekonomi untuk memecahkan masalah," kata Boediono.

Buku tersebut juga menyimpulkan bahwa hakikat pembangunan adalah hasil interaksi proses ekonomi dan politik yang saling memengaruhi secara timbal balik.

Secara umum, sasaran ekonomi tunduk pada sasaran politik. Akan tetapi, pada masa tertentu, misalnya krisis, sasaran ekonomi menempati urgensi tinggi dan menyubordinasi sasaran politik.

"'Gap' antara politik dan ekonomi akan selalu ada, pemangku kepentingan harus bisa mengelola jarak tersebut karena kalau terlalu lebar akan ada penyesuaian yang tidak menyenangkan," kata Boediono.

Buku "Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah" terbagi dalam dua bagian dan 11 bab, memaparkan perjalanan Indonesia dari masa sebelum kemerdekaan hingga masa kemerdekaan, termasuk gejolak perekonomian dunia yang memengaruhi kekuatan ekonomi.

Salah satu bahasan menarik dalam bagian bahasan sebelum kemerdekaan adalah bagaimana sistem ekstraktif yang diterapkan oleh Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda (VOC) mewariskan perilaku sistem ekonomi yang ekstraktif pula setelah kemerdekaan.

"VOC menerapkan sistem ekstraktif yang sempurna untuk sepenuh-penuhnya keuntungan dan (sumber daya alam) yang ditinggalkan di Indonesia sangat sedikit sekali," ucap Boediono.

Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada A. Tony Prasetiantono berpendapat bahwa karya terbaru Boediono tersebut penting karena mengisi kekurangan buku ajar mengenai ekonomi Indonesia.

Saat mengajar di UGM, Tony mengaku masih memakai buku "The Indonesian Economy" karya Hal Hill yang terbit perdana 1996 sehingga kurang mampu mewakili kondisi terkini.

"Kesulitan penulis ekonomi Indonesia adalah bias 'interest' pada minatnya masing-masing. Kelemahan Hal Hill, bukunya tidak pernah menyinggung utang luar negeri Indonesia. Dia tidak ada minat maka tidak ada. Akan tetapi, kalau industri sangat bagus, beliau memang minatnya di situ," katanya. (Ant)

Tag: Boediono, buku, Ekonomi Indonesia

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55