Portal Berita Ekonomi Minggu, 28 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 15:15 WIB. G7 - Para pemimpin G7 terbelah mengenai isu perubahan iklim.
  • 15:11 WIB. Korea Utara - Kim Jong-Un pimpin pengujian sistem senjata anti-pesawat terbang terbaru mereka.
  • 15:08 WIB. Virus Zika - India telah melaporkan beberapa kasus infeksi virus zika menurut WHO.
  • 15:05 WIB. Islamic State - Pasukan Irak berusaha rebut kantung terakhir Islamic State atau ISIS di Mosul.
  • 14:59 WIB. Sri Lanka - Sri Lanka harapkan bantuan internasional untuk atasi dampak banjir di dalam negeri.
  • 14:39 WIB. Jakarta - Djarot minta halte Transjakarta Kampung Melayu beroperasi lagi besok sore.
  • 14:10 WIB. Pemilu - Partai Demokrat: Presidential threshold sudah tidak dibutuhkan lagi.
  • 14:08 WIB. Medsos - Polda Jatim tangkap pemilik akun Instagram penghina Kapolri.
  • 13:26 WIB. DPD - Mantan pimpinan Laode Ida nilai saat ini DPD mirip LSM plat merah.
  • 13:07 WIB. Beijing - China's reforms not enough to arrest mounting debt: Moody's.
  • 12:33 WIB. Golkar - Aburizal Bakrie: Golkar harus calonkan wakil untuk dampingi Jokowi di Pilpres 2019.
  • 12:23 WIB. INKA - Bangladesh dan Tanzania borong 300 kereta buatan INKA.
  • 12:22 WIB. Spanyol - Mahkamah Agung Spanyol menolak banding yang diajukan Lionel Messi.

Anggota HIPMI DIY Dihimbau Investasi Properti

Foto Berita Anggota HIPMI DIY Dihimbau Investasi Properti
Warta Ekonomi.co.id, Yogyakarta -

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghimbau para anggotanya untuk mulai berinvestasi di sektor properti.

Anggota Dewan Pembina Hipmi DIY, Kusdiyono dalam diskusi Hipmi mengatakan "Tujuannya, agar anggota Hipmi DIY mulai memikirkan investasi untuk jangka panjang. Terutama dalam mengamankan usaha dan aset yang dimiliki," ujar  di Yogyakarta, Sabtu (8/10/2016).

Ia mengatakan dengan berinvestasi pada sektor properti, berarti anggota Hipmi DIY mampu melihat berbagai kemungkinan gejolak perekonomian global dan nasional dalam jangka panjang.

Sehingga, katanya, anggota Hipmi dapat menjaga keberlangsungan usahanya, termasuk dalam menjaga agar tidak tercipta pengangguran baru akibat gejolak perekonomian.

Pemilihan sektor properti, kata dia, disebabkan karena harga tanah dan properti tetap menunjukkan kenaikan harga, sehingga memiliki kepastian untuk berinvestasi maupun dalam upaya menjaga aset-aset anggota Hipmi DIY.

"Bisnis properti tetap menunjukkan kenaikan harga dari waktu ke waktu, karena itu anggota Hipmi DIY bisa memanfaatkan peluang itu. Kalau mereka mau diberikan pelatihan dan workshop dalam berinvestasi properti, melalui Hipmi DIY, akan lebih baik," terang Kusdiyono.

Lebih jauh, kata dia, dalam pelatihan tersebut pihaknya akan memberikan bimbingan dan arahan untuk menjadi developer dengan modal kecil.

"Saya berkeinginan mengadakan seminar dan workshop tentang bisnis properti di kalangan anggota Hipmi DIY. Daripada para pengusaha muda itu membeli mobil mewah yang baru, mendingan dananya diarahkan untuk investasi properti yang harganya pasti meningkat. Sebab harga kendaraan pasti mengalami depresiasi, sementara harga tanah pasti mengalami apresiasi," ungkap dia.

Sejatinya, tambah Kusdiyono, anggota Hipmi DIY harus mampu merencanakan pertumbuhan dan perkembangan usaha untuk jangka panjang sehingga mampu berkontribusi aktif bagi perekonomian daerah sekaligus ekonomi nasional. Ant.

Tag: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)

Penulis: ***

Editor: Leli Nurhidayah

Foto: WE

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,563.12 3,526.98
British Pound GBP 1.00 17,216.98 17,042.92
China Yuan CNY 1.00 1,944.89 1,925.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,361.00 13,229.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,932.57 9,827.82
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,714.53 1,697.57
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.67 9,544.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,957.64 14,808.54
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,125.38 3,090.89
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.15 11,847.57

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5716.815 13.382 547
2 Agriculture 1803.514 0.219 21
3 Mining 1365.142 8.539 43
4 Basic Industry and Chemicals 617.827 0.932 66
5 Miscellanous Industry 1478.993 4.609 42
6 Consumer Goods 2523.638 -9.955 40
7 Cons., Property & Real Estate 495.589 0.371 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.860 19.515 59
9 Finance 913.941 0.109 89
10 Trade & Service 898.255 3.266 124
No Code Prev Close Change %
1 UNIC 4,030 4,990 960 23.82
2 BMSR 119 146 27 22.69
3 MTSM 304 358 54 17.76
4 HOME 262 300 38 14.50
5 BJBR 1,960 2,240 280 14.29
6 UNIT 246 278 32 13.01
7 NIPS 416 470 54 12.98
8 RANC 426 478 52 12.21
9 AGRS 195 218 23 11.79
10 CASS 770 860 90 11.69
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 198 156 -42 -21.21
2 BSWD 2,340 1,890 -450 -19.23
3 CMPP 139 120 -19 -13.67
4 VICO 320 278 -42 -13.12
5 GSMF 118 104 -14 -11.86
6 DART 388 352 -36 -9.28
7 BVIC 316 292 -24 -7.59
8 GMTD 7,500 7,000 -500 -6.67
9 IDPR 1,330 1,250 -80 -6.02
10 LPIN 1,200 1,130 -70 -5.83
No Code Prev Close Change %
1 INPC 103 99 -4 -3.88
2 SRIL 314 340 26 8.28
3 PGAS 2,460 2,540 80 3.25
4 BUMI 354 366 12 3.39
5 TLKM 4,360 4,470 110 2.52
6 MLPL 246 238 -8 -3.25
7 PBRX 496 498 2 0.40
8 UNTR 24,100 24,575 475 1.97
9 BBCA 17,475 17,575 100 0.57
10 MNCN 1,825 1,880 55 3.01