Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • BP Batam - BP Batam pastikan akan bongkar peternakan babi di kawasan hutan resapan air Dam Duriangkang.
  • LRT - PT Kereta Api Indonesia mengakui tugas sebagai Investor LRT Jabodebek cukup berat
  • Jakarta - Pemprov DKI akan melarang pemasangan Baliho di pinggir jalan dan menggantinya dengan light emitting diode (LED) di gedung-gedung
  • Pilkada - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan hanya akan menangani sengketa hasil perhitungan suara pilkada serentak 2017
  • Bogor - Upacara Kenegaraan Penyambutan Raja Salman akan dilaksanakan di Istana Bogor
  • Bandung - Terduga tersangka teroris di Bandung bernama Yayat Cahdiyat resedivis kasus teroris
  • KPK - KPK meminta kewenangan untuk dapat mengusut sektor swasta
  • Pekalongan - Harga beras dan daging di Pekalongan mulai turun.
  • Militer - Usai kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Australia, kerjasama Militer antara Indonesia dan Australia akan kembali diaktifkan
  • Cabai - Harga cabai di Bangkalan, Jatim, naik hingga Rp160.000/kg.

Pemerintah Galakkan Investasi Pengembangan EBT di Sumba

Foto Berita Pemerintah Galakkan Investasi Pengembangan EBT di Sumba
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Lima tahun pasca peluncuran Program Pengembangan Pulau Sumba sebagai Pulau Ikonis Energi Terbarukan, ketahanan energi Pulau Sumba membaik. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan rasio elektirifkasi, peningkatan instalasi pembangkit, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dalam rapat Pleno Nasional program Pulau Ikonik Sumba di Kupang (4/11) Maritje Hutapea, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, “Hingga saat ini, rasio elektifikasi pulau Sumba telah meningkat signifikan dari 24,5% pada tahun 2010 menjadi 42,67% pada tahun 2016.” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Redaksi Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (7/11/2016).

Lanjut Maritje, Kontribusi energi terbarukan terhadap bauran energi Pulau Sumba telah mencapai 12,70%, dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2010 dimana kontribusi EBT sama sekali belum ada dalam skema energi di Pulau Sumba saat itu.

Lebih lanjut Maritje mengungkapan bahwa hingga saat ini total kapasitas EBT telah mencapai 6,76 MW dengan nilai investasi sebesar Rp. 160 milyar.

“Infrastruktur yang terbangun terdiri dari PLTMH, PLTS, PLTB, serta berbagai teknologi energi terbarukan lainnya seperti biogas untuk penerangan dan memasak, kios energi (untuk pengadaan lampu SHS dan charging station), solar water pumping untuk irigasi pertanian, pompa Barsha untuk irigasi pertanian, smart PJU, dan tungku hemat energi.” lanjut Maritje. 

Pada tahun 2016 saja, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi kementerian ESDM telah melaksanakan sejumlah proyek EBT di Pulau Sumba senilai hampir 30 milyar Rupiah yang meliputi pembangunan 3 unit PLTMH di Sumba Timur; dengan total kapasitas 90.8 kW dengan nilai investasi Rp. 7.028.326.652, PLTS di Bandara Umbu Mehang Kunda- Waingapu, Sumba Timur dan Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya berkapasitas 700 kWp dengan nilai investasi sebesar Rp. 22.498.705.000.

Untuk tahun 2017 Program Pulau Ikonik Sumba akan mendapatkan investasi sebesar USD 4,7 juta atau setara Rp. 60 milyar melalui program Kemitraan Hijau antara Hivos (Humanist Institute for Co-operation with Developing Countries/Institut Humanis untuk Kerja Sama Pembangunan) dan Millennium Challenge Account Indonesia  (MCA-I).

Sementara itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, menyambut baik pencapaian program Pulau Ikonik Sumba dan mendukung upaya percepatan pencapaian target 95% rasio elektrifikasi Sumba pada tahun 2020, dimana 65% pasokan energi akan berasal dari EBT.

“Salah satu kendala pertumbuhan ekonomi provinsi NTT adalah rendahnya minat investor dan pebinis akibat masalah ketersediaan aliran listrik untuk berbagai kegiatan usaha dan produksi.” jelas Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

“Tanpa akses listrik, investor dan pebisnis sulit menjalankan usaha mereka di NTT”. ungkapnya

Tag: energi terbarukan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Penulis: http://wartaekonomi.co.id/penulis.html,

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51