Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 April 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 20:49 WIB. Jakarta - Pihak Kepolisian akui akan telusuri paspor WNI yang ditemukan oleh militer Filipina.
  • 20:48 WIB. Jakarta - Wakapolri menilai tidak perlu tim independen untuk ungkap kasus Novel Baswedan.
  • 20:47 WIB. Pilgub Jabar - Ruhut bantu promosikan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar.
  • 20:46 WIB. Jakarta - Presiden Jokowi minta kedubes bantu promosikan produk-produk UKM.
  • 20:45 WIB. Jakarta - Kapolri akui sedang lakukan penyidikan terhadap orang-orang yang tidak suka dengan Novel Baswedan.
  • 20:25 WIB. Jakarta - Warga Nigeria selundupkan 2 kg sabu dari Tiongkok dalam 5 Koli sandal wanita.
  • 20:23 WIB. Jakarta - Polisi akan panggil Habib Rizieq dan Kak Emma setelah May Day.
  • 20:21 WIB. Bangkok - Thai police to review ways to take down online negative content after Facebook killing.
  • 20:18 WIB. Bakamla - Kepala Bakamla Arie Sudewo bantah minta 'fee' pengadaan monitoring satelit.
  • 18:32 WIB. Kemenkeu - Kemenkeu mengatakan telah menyerahkan seluruh data terkait dengan kasus BLBI kepada aparat penegak hukum.
  • 18:28 WIB. Trisula - Trisula Internasional menyetujui pembagian dividen tunai Rp5 per saham atau 94 persen dari laba bersih tahun buku 2016. 
  • 18:26 WIB. OCBC - Bank OCBC NISP membukukan pertumbuhan aset 21 persen menjadi Rp143,9 triliun per 31 Maret 2017.
  • 17:32 WIB. Kurs Rupiah - Sore ini  (26/4) Rupiah ditutup menguat 59.02 poin (0.41%) ke 14,482.81 per Euro dibanding pada pembukaan pagi tadi di 14,541.83. (Data Bloomberg).
  • 17:31 WIB. Kurs Rupiah - Sore ini (26/4) Rupiah ditutup melemah 1.00 poin (0.01%) ke Rp 13,284.00 per dolar AS dibanding pada pembukaan di Rp 13,283.00. (Data Bloomberg).
  • 10:02 WIB. Kurs Rupiah - Hari Ini (26/4) kurs rupiah referensi Bank Indonesia Rp 13,278.00 per dolar AS.

Naik 4 Persen, Emil Minta Penanganan Serius Kasus HIV

Foto Berita Naik 4 Persen, Emil Minta Penanganan Serius Kasus HIV
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Data yang dihimpun Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung pada 2016 ini terdapat 2125 kasus HIV dan 1835 kasus AIDS. Setiap tahun, rata-rata naik 4 persen.

Pengelola Bidang Pemberdayaan Masyarakat Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung, Iwa Lesmana menyebut pengidap AIDS atau Odha di Kota Bandung berdasarkan data hingga Juli 2016 sebanyak 3.912 orang.

"Setiap tahunnya ada kenaikan sebanyak tiga sampai empat persen, kurang lebih ada sekira 40 orang pertahun,"kata Iwa dalam keterangan resminya, Minggu (4/12/2016)

Iwa menuturkan, kasus tersebut ditemukan di kalangan masyarakat umum, terutama Ibu Rumah Tangga. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya menekan angka pengidap AIDS dengan melakukan pemberdayaan dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita bersama Forum Warga Peduli AIDS Kota Bandung terus lakukan pemberdayaan, dan forum ini juga sudah ada di 30 kecamatan dan 141 kelurahan di Kota Bandung," katanya.

Disamping melakukan sosialisasi, penanganan medis melalui pengobatan pun terus diupayakan. Dikatakan Iwa, pihaknya mewajibkan pengidap AIDS untuk mengkonsumsi obat ARV yang dapat menekan perkembangan virus tersebut.

"Semua orang positif HIV AIDS wajib minum obat ARV selama hidupnya, obat ini juga sampai sekarang masih gratis, pemerintah sangaat mendukung sekali, yang sebelumnya hanya ada di Rumah Sakit Hasan Sadikin saja, sekarang sudah ada di puskesmas - puskesmas," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan peningkatan kasus tersebut harus mendapatkan perhatian yang serius. Dia mendorong masyarakat dan juga pihak terkait untuk saling mendukung dan berkomitmen bersama, agara penularannya dapat dihentikan.

"Peningkatan kasus ini cukup signifikan. Ini harus menjadi perhatian kita. Memang tidak mudah karena ini menyangkut gaya hidup dan kehidupan pribadi masyarakat. Tapi bagaimanapun gaya hidup dan kehidupan pribadi itu, tetap memiliki resiko kesehatan masing-masing," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Emil ini menambahkan  lpeningkatan penularan juga terjadi pada heteroseksual. Berdasarkan data yang ada, peningkatan kasus pada pelaku penyimpangan seksual terjadi cukup signifikan. Kasus HIV/AIDS meningkat 30% pada heteroseksual dan 10% pada homoseksual.

"Saya pikir penularan pada heteroseksual terjadi di ruang pribadi atau publik yang tertutup dan mengandung potensi bahaya. kita minta aparatur kewilayahan untuk merazia tempat-tempat hiburan yang menurutnya bisa berpotensi menjadi tempat praktik prostitusi,"ujarnya.

Selain razia, lanjutnya, pendidikan terkait berbahayanya HIV/AIDS pada warga usia sekolah juga perlu digalakan. Emil menegaskan, melalui Dinas Pendidikan nantinya akan dibuat imbauan dan juga peringatan dalam berbagai media di sekolah.

"Saya titip ke Dinas Pendidikan, kita fokus untuk meningkatkan pengetahuan kepada anak-anak yang masih mencari nilai ini untuk menghindari perilaku yang mengancam kesehatan," pungkasnya. 

Tag: Ridwan Kamil, Bandung, Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV Aids)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5726.530 45.734 541
2 Agriculture 1823.775 5.177 21
3 Mining 1534.557 4.292 43
4 Basic Industry and Chemicals 613.597 2.764 66
5 Miscellanous Industry 1518.531 0.958 42
6 Consumer Goods 2457.549 16.647 39
7 Cons., Property & Real Estate 509.664 -0.447 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1152.415 -2.216 57
9 Finance 897.942 15.309 89
10 Trade & Service 929.358 14.736 123
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 96 129 33 34.38
2 VINS 144 189 45 31.25
3 OMRE 290 360 70 24.14
4 ASJT 500 620 120 24.00
5 LION 755 930 175 23.18
6 TRIM 94 108 14 14.89
7 SKBM 555 620 65 11.71
8 MLPL 312 348 36 11.54
9 SKLT 860 950 90 10.47
10 MFIN 1,090 1,195 105 9.63
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 189 151 -38 -20.11
2 IBST 2,770 2,260 -510 -18.41
3 BBLD 740 605 -135 -18.24
4 TPMA 298 244 -54 -18.12
5 TALF 400 330 -70 -17.50
6 BGTG 147 122 -25 -17.01
7 ITMA 1,160 995 -165 -14.22
8 MGNA 95 82 -13 -13.68
9 FORU 226 200 -26 -11.50
10 ERTX 174 155 -19 -10.92
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 408 434 26 6.37
2 JPRS 149 145 -4 -2.68
3 KICI 130 120 -10 -7.69
4 MNCN 1,805 1,760 -45 -2.49
5 TLKM 4,420 4,400 -20 -0.45
6 BNLI 690 690 0 0.00
7 UNTR 26,600 27,900 1,300 4.89
8 MLPL 312 348 36 11.54
9 BMRI 11,550 11,825 275 2.38
10 ASII 9,025 9,025 0 0.00