Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • BP Batam - BP Batam pastikan akan bongkar peternakan babi di kawasan hutan resapan air Dam Duriangkang.
  • LRT - PT Kereta Api Indonesia mengakui tugas sebagai Investor LRT Jabodebek cukup berat
  • Jakarta - Pemprov DKI akan melarang pemasangan Baliho di pinggir jalan dan menggantinya dengan light emitting diode (LED) di gedung-gedung
  • Pilkada - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan hanya akan menangani sengketa hasil perhitungan suara pilkada serentak 2017
  • Bogor - Upacara Kenegaraan Penyambutan Raja Salman akan dilaksanakan di Istana Bogor
  • Bandung - Terduga tersangka teroris di Bandung bernama Yayat Cahdiyat resedivis kasus teroris
  • KPK - KPK meminta kewenangan untuk dapat mengusut sektor swasta
  • Pekalongan - Harga beras dan daging di Pekalongan mulai turun.
  • Militer - Usai kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Australia, kerjasama Militer antara Indonesia dan Australia akan kembali diaktifkan
  • Cabai - Harga cabai di Bangkalan, Jatim, naik hingga Rp160.000/kg.

Ini Alasan OJK Belum Restui Right Issue Evergreen Senilai Rp10,33 Triliun

Foto Berita Ini Alasan OJK Belum Restui Right Issue Evergreen Senilai Rp10,33 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga saat ini belum merestui atau memberikan penyataan efektif terhadap rencana aksi Korporasi PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) dalam penerbitan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan metode Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rigths issue senilai Rp10,33 triliun.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida bahwa pernyataan efektif belum diberikan karena masih ada beberapa syarat belum dilengkapi.

“Dalam ketentuan, kalau menggunakan standby buyer (pembeli siaga) maka harus di disclose (diungkapkan),” uja dia di gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Ia menjelaskan, dari prospektus terakhir yang disampaikan emiten, mereka belum menyampaikan secara jelas siapa sesungguhnya pembeli siaga dari right issue yang telah di turunkan nilainya dari Rp40 triliun. “Mereka hanya menyampaikan pembeli siaganya investor, nah investor itu siapa?” jelas Nurhaida.

Dia mengatakan, bagi OJK sangat penting mengetahui siapa sesungguhnya pembeli siaga itu. Jika investor tersebut terafiliasi maka harus memenuhi syarat. Kemudian menilik nilai aksi itu sangat besar maka jika akan ada perubahan pemegang saham baru maka perlu ada ketentuan lainnya.

“Misalnya perlu tender offer dan lain lain, makanya kami ingin memastikan apakah pihak baru atau pihak lama yang akan menambah kepemilikan,” paparnya.

Selain itu, prospektus yang disampaikan  GREN juga belum menjelaskan secara rinci mengenai penggunaan dana hasil rights issue tersebut. Dalam prospektus tersebut, kata Nurhaida, hanya untuk membayar utang namum tidak dirinci lebih jauh kepada siapa utangnya.

Untuk diketahui dalam aksi korporasi ini, jumlah saham baru yang diterbitkan GREN sebanyak 18.776.447.164 saham. Maka, setiap pemilik 1 saham lama yang tercatat namanya dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per 13 Desember 2016 pukul 16.00 WIB berhak atas 4 hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Kepemilikan saham investor akan terdilusi 80% jika pemegang saham tidak mengeksekusi haknya.

Dalam prospketus itu juga dijelaskan bahwa Natural Crystal Holdings, pemegang saham utama GREN, tidak akan mengeksekusi haknya. Sementara ini Natural Crystal Holding Inc memegang 53,26 % kepemilikan GREN dan First Value Limited sebesar 8,35%.

Adapun harga saham baru GREN ditetapkan sebesar Rp 550 atau premium dibandingkan rentang perdagangan harga saham perusahaan dalam 3 bulan terakhir Rp 181-Rp 354.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rahmat Patutie

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51