Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Nokia 6 - Preorder Nokia 6 mencapai satu juta unit dalam waktu seminggu.
  • Tata Motors - Tata Motors tertarik bergabung dengan Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Mobil Pedesaan
  • Madrid - Tekan polusi udara, kota Madrid larang penggunaan mobil pribadi di tahun 2019
  • REI - REI DIY targetkan pembangunan rumah 1.500 unit di tahun 2017.
  • Lampung - Neraca perdagangan luar negeri Lampung catatkan surplus US$220,32 juta.
  • Thailand - Penjualan menurun di Thailand, Toyota tidak akan menambah jatah ekspor kesana
  • Piala Afrika (18/1) - Ghana 1 - 0 Uganda
  • Piala Afrika (18/1) - Mesir 0 - 0 Mali

Kemenperin Siap Cetak Wirausaha IKM Lewat Tenaga Penyuluh Lapangan

Foto Berita Kemenperin Siap Cetak Wirausaha IKM Lewat Tenaga Penyuluh Lapangan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Perindustrian gencar menumbuhkan wirausaha baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia, salah satunya langkah strategisnya melalui peran Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL). Para tenaga terdidik tersebut dilatih untuk memberikan penyuluhan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal dan menggerakkan perekonomian daerah.

“Program ini kami siapkan melalui pendekatan by design atau melewati beberapa tahapan terstruktur,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih lewat keterangan tertulis diterima di Jakarta, Minggu.

Gati menyampaikan, beberapa di antaranya yakni pendidikan selama masa kuliah program D3 serta pengalaman magang selama menjalani masa kontrak dua tahun sebagai TPL-IKM.

Gati memaparkan hal tersebut ketika menerima 30 TPL-IKM lulusan Politeknik STTT Bandung, Jawa Barat.
Ke-30 orang itu merupakan bagian dari 365 alumni Politeknik STTT Bandung yang diwisuda pada hari yang sama.

Penyerahan TPL-IKM ini dilakukan oleh Direktur Politeknik STTT Bandung kepada Dirjen IKM, sekaligus menandai secara simbolik kerja sama yang baik dan sinergis di lingkungan Kemenperin.

“Program TPL dilaksanakan di berbagai Akademi dan Perguruan Tinggi di bawah binaan Kemenperin untuk mencetak lulusan-lulusan terbaik yang nantinya diharapkan dapat menjadi calon-calon wirausaha baru IKM,” ungkap Gati.

Selama periode tahun 2007-2015, jumlah lulusan TPL-IKM sebanyak 2.730 orang yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. “Kami berharap para TPL khususnya lulusan Politeknik STTT Bandung ini tak hanya sukses menjadi wirausaha baru IKM, tetapi juga ikut membantu dalam penyebarluasan program-program Ditjen IKM saat ini kepada pelaku IKM di daerah-daerah,” tuturnya.

Hasil evaluasi yang dilakukan Ditjen IKM Kemenperin tentang keberhasilan program beasiswa TPL-IKM ini ditinjau dari aspek penciptaan TPL menjadi wirausaha baru, di mana sebanyak 267 orang atau sekitar 24 persen sejak angkatan tahun 2007-2009 telah memulai usaha selepas masa kontrak. 

“Kunci suksesnya adalah mereka mampu berpikir kreatif dan berinovasi menciptakan produk yang berdaya saing dalam memenangkan pasar,” tegas Gati.

Perlu diketahui, Pemerintah menargetkan penumbuhan wirausaha baru untuk industri kecil sebanyak 20.000 unit dan industri menengah sekitar 4.500 unit hingga tahun 2019. Gati pun menegaskan, IKM memegang peranan penting dalam penguatan struktur industri dan utamanya untuk perekonomian nasional. 
 
“IKM merupakan simbol aktivitas ekonomi berbasis kerakyatan yang terbukti tangguh menghadapi tantangan dan krisis ekonomi yang melanda ekonomi global,” jelasnya. (Ant)

Tag: Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Entrepreneur

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55