Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 14:02 WIB. Paris - AS Monaco dikabarkan setuju melepas bintangnya Kylian Mbappe ke PSG dengan banderol US$138 juta.
  • 13:19 WIB. CIA - Ingin depak Trump dari media sosial Twitter, mantan agen CIA cari dana Rp13,3 triliun.
  • 12:36 WIB. Uni Eropa - Inggris tidak sengaja kirim peringatan deportasi kepada 100 warga Uni Eropa.
  • 12:35 WIB. Inggris - Otoritas Libya harapkan Menlu Inggris bantu cabut embargo senjata.
  • 12:33 WIB. Mesir - Mesir kritik bantuan AS karena pangkas bantuan.
  • 12:32 WIB. Teror Barcelona - Puji teroris di Barcelona, ISIS tebar ancaman ke Spanyol.
  • 12:02 WIB. Riyadh - KBRI Riyadh upayakan perlindungan jamaah haji dari ancaman deportasi.
  • 12:00 WIB. Topan Hato - Topan Hato landa wilayah China dan Hongkong, 10 orang meninggal dunia.
  • 11:59 WIB. Vietnam - Presiden Jokowi dan Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, bahas kerja sama terkait kemitraan strategis.
  • 11:57 WIB. Donal Trump - Presiden AS, Donald Trump undang PM Malaysia, Najib Tun Razak ke Gedung Putih.
  • 11:56 WIB. Iran - Arab Saudi bantah ingin pulihkan hubungan diplomatik dengan Iran.
  • 11:51 WIB. Finlandia - Kepolisian Finlandia tangkap da tersangka baru terkait dengan kasus penikaman.
  • 11:48 WIB. Rusia - Dubes Rusia untuk Sudan, Mirgayas Shirinskiy, ditemukan meninggal di rumahnya.
  • 11:02 WIB. OTT - Menhub: Serahkan proses hukum ke KPK.
  • 10:54 WIB. Jadwal Sepak Bola Sea Games (24/8) - Indonesia Vs Kamboja 15.00 WIB

Wamen ESDM Jelaskan Apa itu Gross Split?

Foto Berita Wamen ESDM Jelaskan Apa itu Gross Split?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menjelaskan skema gross split sebagai alternatif baru pengganti cost recovery dari kontrak bagi hasil sektor minyak dan gas bumi (migas).

"Ada tiga jenis gross split yang bisa diaplikasikan untuk skema berbagi hasil. Namun, ini bukan jaminan produksi akan naik, hanya menjadi pendongkrak harapan di lapangan migas," kata Arcandra ketika menghadiri diskusi outlook migas 2017 di Jakarta, Senin.

Tiga skema tersebut adalah base split, variabel split, dan progresif split. Base split adalah pembagian dasar dari bentuk kerja sama, sedangkan variabel split dan progresif split adalah faktor-faktor penambah atau pengurang base split.

Misalnya, pemerintah menetapkan base split sebesar 70 persen dari produksi minyak untuk negara dan sebanyak 30 persen untuk kontraktor. Pihak negara akan menerima sebesar 70 persen dan bagian kontraktor 30 persen. Hasil tersebut kemudian akan ditambah atau dikurangi oleh variabel split dan progresif split.

Variabel yang dapat menambahkan split atau bagi hasil untuk kontraktor contohnya adalah kondisi lapangan, spesifikasi produk, dan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang digunakan kontraktor. Apabila kondisi lapangan migas opersaional milik kontraktor berada di lepas pantai kesulitannya lebih besar, split untuk kontraktor ditambah, misalnya, 2 persen.

Selanjutnya, kalau variabel lain adalah TKDN, makin banyak produk dalam negeri yang digunakan kontraktor dalam kegiatan eksplorasi serta produksi migas akan semakin tinggi juga tambahan split yang diperoleh.

"Local content jika TKDN di atas 90 persen maka ditambahan split 10 persen," ujarnya.

Secara ringkas, sistem gross split adalah bagi hasil antara pemerintah dan kontraktor pada kondisi produksi kotor bukan setelah hasil jual dan tidak ada perhitungan biaya operasional ditutup oleh salah satu pihak.

Jika sebelumnya Indonesia masih menggunakan kontrak bagi hasil atau product sharing contract (PSC), sistem ini membagi hasil jual, setelah biaya operasional tertutup, atau hasil dari produksi bersih. Selama ini negara mendapatkan bagian 85 persen dan gas adalah 70 persen.

Namun, dengan gross split, setiap kontrak dan daerah bisa berbeda persenan pembagian, tergantung pada luas lahan, sisa potensi migas dan variable lainnya yang masih diperhitungkan oleh pemerintah. Arcandra mengatakan bahwa proses perhitungan pembagian dasar ini akan diselesaikan secepatnya dan permeberlakuan sistem gross split ini akan diterapkan pada kontrak migas yang baru, sedangkan kontrak lama masih dihormati oleh pemerintah.

Tag: Archandra Tahar

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,578.84 3,542.82
British Pound GBP 1.00 17,160.09 16,987.43
China Yuan CNY 1.00 2,017.44 1,997.29
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,421.00 13,287.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,601.25 10,487.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.32 1,698.08
Dolar Singapura SGD 1.00 9,862.58 9,762.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,838.12 15,674.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,137.95 3,104.44
Yen Jepang JPY 100.00 12,294.80 12,170.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5914.024 33.727 559
2 Agriculture 1749.119 -1.495 18
3 Mining 1548.199 28.971 44
4 Basic Industry and Chemicals 608.159 -3.067 67
5 Miscellanous Industry 1350.370 5.613 41
6 Consumer Goods 2496.745 27.019 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.032 -0.290 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1252.484 7.329 60
9 Finance 993.787 5.533 89
10 Trade & Service 921.814 2.030 130
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 110 148 38 34.55
2 OKAS 102 137 35 34.31
3 PGLI 90 110 20 22.22
4 BMAS 360 438 78 21.67
5 PEGE 240 280 40 16.67
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 LEAD 61 71 10 16.39
8 MFMI 700 800 100 14.29
9 GOLD 570 650 80 14.04
10 MREI 3,120 3,500 380 12.18
No Code Prev Close Change %
1 TALF 334 274 -60 -17.96
2 IKBI 426 364 -62 -14.55
3 GMTD 7,900 7,000 -900 -11.39
4 PSDN 230 206 -24 -10.43
5 SDPC 118 110 -8 -6.78
6 BRAM 9,100 8,525 -575 -6.32
7 CARS 1,475 1,385 -90 -6.10
8 ARTA 284 268 -16 -5.63
9 BTEK 167 159 -8 -4.79
10 BVIC 238 228 -10 -4.20
No Code Prev Close Change %
1 LEAD 61 71 10 16.39
2 TRAM 110 148 38 34.55
3 IKBI 426 364 -62 -14.55
4 MBSS 380 398 18 4.74
5 DGIK 58 63 5 8.62
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 BUMI 268 284 16 5.97
8 MAMI 84 86 2 2.38
9 PBRX 440 444 4 0.91
10 ADRO 1,860 1,955 95 5.11