Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Obligasi - Reliance Capital Management optimistis rating surat utang WOM Finance tidak akan turun setelah akuisisi rampung.
  • Gambia - Gambia melakukan pelantikan presiden baru, Adama Barrow, di Senegal.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. mengincar nasabah super kaya  di bisnis kartu kreditnya tahun ini.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. meluncurkan OCBC NISP Voyage, kartu kredit yang terbuat dari logam.

REI DIY Coba Bidik Segmen Menengah ke Bawah

Foto Berita REI DIY Coba Bidik Segmen Menengah ke Bawah
Warta Ekonomi.co.id, Yogyakarta -

Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta akan lebih banyak membidik segmen menengah-bawah untuk meningkatkan target penjualan properti pada 2017.

"Pada 2017 kami akan melakukan reorientasi 'supply' produk perumahan untuk lebih fokus ke segmen menengah ke bawah," kata Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Nur Andi Wijayanto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Andi, segmen menengah ke bawah (middle low) merupakan satu-satunya segmen penjualan properti yang tidak mengalami kontraksi pada 2016 dibanding segmen lainnya.

"Di segmen ini ada berbagai macam insentif fiskal dari pemerintah, salah satunya berupa pajak nol persen untuk PPn serta penyederhanaan izin untuk luasan area di bawah lima hektare," kata dia.

Ia mengatakan untuk saat ini rumah subsidi untuk wilayah DIY masih di kisaran Rp116,5 juta. Ia berharap nilai tersebut dapat direview agar dengan kondisi harga tanahnya yang tinggi saat ini bisa ikut berperan mendukung program satu juta rumah pemerintah dengan baik.

Nur Andi menyebutkan per September 2016 penjualan rumah oleh para pengembang anggota REI DIY masih di bawah 1.000 unit, jauh dari target tahun ini mencapai 2.200 unit.

Menurut dia, penurunan atau kontraksi sektor properti sebesar 30-40 persen terjadi pada penjualan rumah dengan harga Rp500 juta ke atas. Adapun untuk segmen rumah menengah ke bawah dengan harga Rp300 juta ke bawah, termasuk untuk rumah subsidi/FLPP tidak mengalami kontraksi signifikan.

Padahal, menurut Andi, jika dilihat dari data penyediaan properti di DIY berdasarakan segmentasi pasar, untuk harga rumah Rp500 juta ke bawah (segmen middle low) hanya mencapai 15 persen. Sedangkan rumah dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar (middle up) mencapai 65 persen, dan rumah dengan harga Rp1 miliar mencapai 20 persen.

 

Tag: Real Estate Indonesia (REI)

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Mariarina.wordpress.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5298.948 4.164 539
2 Agriculture 1918.809 -0.646 21
3 Mining 1397.304 -5.931 43
4 Basic Industry and Chemicals 537.652 1.169 66
5 Miscellanous Industry 1351.421 3.608 42
6 Consumer Goods 2345.216 -7.413 39
7 Cons., Property & Real Estate 523.147 1.423 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.979 1.438 56
9 Finance 806.126 -0.007 89
10 Trade & Service 854.274 7.991 122
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 50 67 17 34.00
2 WICO 50 67 17 34.00
3 WAPO 53 67 14 26.42
4 UNIC 2,190 2,720 530 24.20
5 POLY 61 75 14 22.95
6 ARII 366 430 64 17.49
7 PGLI 55 61 6 10.91
8 GZCO 103 113 10 9.71
9 LPIN 5,500 6,000 500 9.09
10 ASRI 380 412 32 8.42
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,850 3,640 -1,210 -24.95
2 MGNA 139 121 -18 -12.95
3 BCIP 210 183 -27 -12.86
4 OASA 454 410 -44 -9.69
5 YULE 77 71 -6 -7.79
6 BINA 466 430 -36 -7.73
7 MITI 68 63 -5 -7.35
8 MCOR 210 198 -12 -5.71
9 JKON 620 590 -30 -4.84
10 MASA 268 256 -12 -4.48
No Code Prev Close Change %
1 GZCO 103 113 10 9.71
2 ISSP 232 232 0 0.00
3 BIPI 136 141 5 3.68
4 BWPT 320 312 -8 -2.50
5 BUMI 426 420 -6 -1.41
6 SRIL 256 252 -4 -1.56
7 ASRI 380 412 32 8.42
8 BABP 76 79 3 3.95
9 PBRX 432 440 8 1.85
10 LMAS 50 67 17 34.00