Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:50 WIB. Bom Manchester- Pasca ledakan di konser Ariana Grande, Manchester, Kota New York terapkan siaga satu.
  • 22:47 WIB. Kemenlu- Tiga WNI selamat dalam serangan di Konser Ariana Grande, Manchester.
  • 22:46 WIB. JKN- Profesor UI¬†Hasbullah Thabrany mengatakan pendapatan Jaminan Kesehatan Nasional kecil sehingga memicu persoalan defisit anggaran.
  • 22:45 WIB. CPIN- Presdir Charoen Indonesia Tjiu Thomas mengatakan proses akuisisi Seven Eleven (sevel) menghabiskan dana sekitar Rp1 triliun.
  • 22:41 WIB. DPR- Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR meminta resolusi Uni Eropa terkait dengan minyak kelapa sawit dan deforestasi harus ditinjau ulang.
  • 22:40 WIB. Mudik 2017- ASDP Indonesia Ferry siap mengangkut penumpang penyeberangan yang diperkirakan mencapai 4,95 juta penumpang.
  • 22:38 WIB. Pungli- Seorang ketua RT di Kota Banjarbaru, Kalsel ditangkap tim satgas pungli karena meminta uang dalam pengurusan sertifikat program agraria nasional.
  • 22:37 WIB. WTP- KPK minta pemerintah makin memperkecil celah korupsi di Kementerian/Lembaga usai mendapat predikat WTP dari BPK
  • 22:35 WIB. Jubir KPK-¬†"Penolakan praperadilan Miryam S Haryani mununjukkan keinginan DPR untuk mengajukan hak angket jelas tidak relevan".
  • 22:33 WIB. Sweeping- Kepolisian Resor Metro Bekasi ormas tidak boleh sembarang melakukan aksi sweeping karena melanggar dua pasal pidana.

Indonesia dan Bangladesh Perkokoh Kerja Sama Bilateral

Foto Berita Indonesia dan Bangladesh Perkokoh Kerja Sama Bilateral
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kerja sama Indonesia Bangladesh lebih dari kepentingan bilateral, namun juga penting dalam penanganan masalah pengungsi di kawasan, demikian disampaikan Menlu RI di Dhaka, setelah pertemuan bilateral dengan Menlu Bangladesh (20/12).

Setelah menghadiri ASEAN Retreat di Yangoon Senin (19/12/2016), Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, hari ini melakukan pertemuan Bilateral dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh, Abul Hasan Mahmood Ali, di Dhaka. Kedua Menlu membahas upaya peningkatan kerja sama bilateral khususnya di bidang perdangangan dan investasi. Menlu RI menyampaikan bahwa transaksi perdagangan kedua Negara mencapai sekitar US$ 1,4 miliar pada tahun 2015 dan masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan. “Dengan total pasar kedua negara mencapai lebih dari 400 juta orang, masih banyak peluang kerja sama ekonomi yang belum dimanfaatkan. Untuk itu kita harus galakan diplomasi ekonomi kita di Bangladesh”, ucap Menlu Retno.

Sebagai ketua IORA periode 2016-2017, Menlu RI juga menyampaikan apresiasi kepada Bangladesh yang selama ini mendukung berbagai upaya Indonesia untuk memperkuat kerja sama di Samudra Hindia. Menlu RI telah menyampaikan undangan Pertemuan Menlu IORA yang akan dilakukan pada bulan Maret 2017.

Selain membahas penguatan kerja sama bilateral dan kawasan, Menlu RI juga secara khusus membahas masalah pengungsi Muslim dari Rakhine State yang saat ini ada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Menlu RI menekankan mengenai pentingnya Bangladesh dan Myanmar menjaga hubungan baik mengingat hal ini akan memberikan kontribusi bagi pengelolaan perbatasan Bangladesh–Myanmar. “Hubungan dan komunikasi baik antara Myanmar dan Bangladesh kunci dari pengelolaan isu pengungsi di perbatasan kedua negara” ujar Retno dalam Pertemuan.

Menlu RI menyampaikan hasil pertemuan dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi di Yangon tanggal 19 Desember 2016 (setelah Retreat Menlu ASEAN) di mana Menlu RI juga menyampaikan pesan yang sama. Menlu RI menyarankan kiranya komunikasi antara Myanmar dan Bangladesh diperkuat. Sebagai tanggapan, State Counsellor Suu Kyi menyampaikan akan segera mengirim Special Envoy (Utusan Khusus) ke Bangladesh. Keputusan State Counsellor Suu Kyi telah disampaikan oleh Menlu RI kepada Menlu Bangladesh dan disambut dengan baik.

Setelah Pertemuan bilateral, kedua Menlu mendapatkan briefing dari wakil UNHCR dan IOM di Dhaka.. Wakil UNHCR dan IOM menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menangani jumlah pengungsi yang telah melebihi kapasitas penampungan mereka. Juga disampaikan bahwa sejak terjadinya ketegangan di Rakhine State pada 9 Oktober 2016, telah terjadi peningkatan jumlah pengungsi antra 10 s/d 20 ribu orang.

Menurut data UNHCR terdapat sekitar 32 ribu pengungsi Muslim dari Myanmar yang tercatat resmi pada 2 camp pengungsi di Bangladeh. Selain itu menurut estimasi UNHCR ada sekitar 200 ribu pengungsi tidak tercatat yang tinggal di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.
 
Setelah pertemuan dengan UNHCR dan IOM, kedua Menlu bersama dengan IOM dan UNHCR melakukan peninjauan ke Kamp pengungsi Kutupalong di Ukhiya, Cox’s Bazar Bangladesh yang berjarak sekitar 390 km dari Dhaka.

Tag: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Bangladesh

Penulis: Gregor Samsa

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5730.613 -18.832 547
2 Agriculture 1797.715 -11.949 21
3 Mining 1361.890 -0.764 43
4 Basic Industry and Chemicals 618.541 -7.806 66
5 Miscellanous Industry 1471.438 -10.826 42
6 Consumer Goods 2543.201 26.985 40
7 Cons., Property & Real Estate 496.473 -0.022 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1140.329 -14.178 59
9 Finance 921.462 -7.184 89
10 Trade & Service 903.367 -3.587 124
No Code Prev Close Change %
1 GREN 154 193 39 25.32
2 ESTI 114 136 22 19.30
3 MDRN 55 63 8 14.55
4 CEKA 1,700 1,930 230 13.53
5 BKDP 72 80 8 11.11
6 SQMI 550 600 50 9.09
7 AGRO 765 830 65 8.50
8 WICO 472 510 38 8.05
9 BMAS 350 378 28 8.00
10 SULI 220 236 16 7.27
No Code Prev Close Change %
1 UNIT 288 218 -70 -24.31
2 DNAR 286 244 -42 -14.69
3 CMPP 173 150 -23 -13.29
4 INCF 200 175 -25 -12.50
5 INCI 398 356 -42 -10.55
6 YULE 67 60 -7 -10.45
7 PALM 450 404 -46 -10.22
8 VRNA 108 98 -10 -9.26
9 BBHI 220 200 -20 -9.09
10 LRNA 167 153 -14 -8.38
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 398 380 -18 -4.52
2 BBCA 17,650 17,700 50 0.28
3 PBRX 505 498 -7 -1.39
4 MDRN 55 63 8 14.55
5 TLKM 4,470 4,400 -70 -1.57
6 BNLI 665 650 -15 -2.26
7 BBRI 14,625 14,475 -150 -1.03
8 GPRA 84 85 1 1.19
9 KBLI 525 525 0 0.00
10 AGRO 765 830 65 8.50