Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Piala Presiden (26/2) - Arema 1 - 0 Sriwijaya FC
  • Serie A Italy (26/2) - Palermo 1 - 1 Sampdoria
  • La Liga Spanyol (26/2) - Espanyol 3 - 0 Osasuna
  • Banjir - Sejumlah ruas jalan utama di Cianjur tergenang banjir Cilencang.
  • Koperasi - Wali Kota Abdullah Abu Bakar dorong agar koperasi di Kediri semakin tumbuh dan maju.
  • RAPP - Karyawan Riau Andalan Pulp and Paper terima piagam penghargaan dari PMI Riau.
  • Kendari - Pemkot Kendari gagas pembentukan unit pelaksana teknis daerah alat mesin pertanian.
  • DIY - Bulog akan salurkan Rastra di Kulon Progo.
  • Infrastruktur - Dishub DKI akan lakukan rekayasa lalin pembangunan Flyover Bintaro.
  • Banjir - Banjir bandang terjang puluhan rumah di Karawang, Jawa Barat.
  • DIY - Dinas Pendidikan Heni Indarti targetkan 95 persen penduduk melek Aksara pada 2017.
  • Bisnis - Menteri Darmin: Indonesia perkuat kemitraan ekonomi dengan Iran.
  • Nasional - Ketua Muhammadiyah Haedar Nasir menyatakan Jusuf Kalla layak dinobatkan sebagai bapak perdamaian.
  • Indramayu - Pedagang menjual cabai impor Rp60 ribu/kg.
  • Infrastruktur - Angkasa Pura II optimistis pembangunan stasiun kereta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selesai pada Maret 2017.
  • Cabai - Harga cabai di Mukomuko kembali turun jadi Rp25 ribu/kg.
  • Jawa Barat - Aher: Provinsi Jawa Barat siaga darurat bencana banjir dan longsor sejak 1 November 2016 hingga 29 Mei 2017.
  • EFL Cup (26/2) - Manchester United 3 - 2 Southampton
  • English Premier League (26/2) - Tottenham Hotspur 4 - 0 Stoke City
  • Serie A Italy (26/2) - Sassuolo 0 - 1 AC Milan
  • La Liga Spanyol(26/2) - Atletico Madrid 1 - 2 Barcelona
  • Serie A Italy(26/2) - Lazio 1 - 0 Udinese
  • Ligue 1 France (26/2) - Lyon 5 - 0 Metz
  • Eredivisie Belanda (26/2) - Ajax 4 - 1 Heracles
  • Eredivisie Belanda (26/2) - Feyenoord 2 - 1 PSV Eindhoven
  • Bundesliga Jerman (26/2) - Schalke 04 1 - 1 Hoffenheim
  • Bill Paxton - Bintang Film Aliens dan Titanic Bill Paxton, meninggal di usia 61 tahun karena komplikasi dari operasi jantung

Indonesia dan Bangladesh Perkokoh Kerja Sama Bilateral

Foto Berita Indonesia dan Bangladesh Perkokoh Kerja Sama Bilateral
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kerja sama Indonesia Bangladesh lebih dari kepentingan bilateral, namun juga penting dalam penanganan masalah pengungsi di kawasan, demikian disampaikan Menlu RI di Dhaka, setelah pertemuan bilateral dengan Menlu Bangladesh (20/12).

Setelah menghadiri ASEAN Retreat di Yangoon Senin (19/12/2016), Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, hari ini melakukan pertemuan Bilateral dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh, Abul Hasan Mahmood Ali, di Dhaka. Kedua Menlu membahas upaya peningkatan kerja sama bilateral khususnya di bidang perdangangan dan investasi. Menlu RI menyampaikan bahwa transaksi perdagangan kedua Negara mencapai sekitar US$ 1,4 miliar pada tahun 2015 dan masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan. “Dengan total pasar kedua negara mencapai lebih dari 400 juta orang, masih banyak peluang kerja sama ekonomi yang belum dimanfaatkan. Untuk itu kita harus galakan diplomasi ekonomi kita di Bangladesh”, ucap Menlu Retno.

Sebagai ketua IORA periode 2016-2017, Menlu RI juga menyampaikan apresiasi kepada Bangladesh yang selama ini mendukung berbagai upaya Indonesia untuk memperkuat kerja sama di Samudra Hindia. Menlu RI telah menyampaikan undangan Pertemuan Menlu IORA yang akan dilakukan pada bulan Maret 2017.

Selain membahas penguatan kerja sama bilateral dan kawasan, Menlu RI juga secara khusus membahas masalah pengungsi Muslim dari Rakhine State yang saat ini ada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Menlu RI menekankan mengenai pentingnya Bangladesh dan Myanmar menjaga hubungan baik mengingat hal ini akan memberikan kontribusi bagi pengelolaan perbatasan Bangladesh–Myanmar. “Hubungan dan komunikasi baik antara Myanmar dan Bangladesh kunci dari pengelolaan isu pengungsi di perbatasan kedua negara” ujar Retno dalam Pertemuan.

Menlu RI menyampaikan hasil pertemuan dengan State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi di Yangon tanggal 19 Desember 2016 (setelah Retreat Menlu ASEAN) di mana Menlu RI juga menyampaikan pesan yang sama. Menlu RI menyarankan kiranya komunikasi antara Myanmar dan Bangladesh diperkuat. Sebagai tanggapan, State Counsellor Suu Kyi menyampaikan akan segera mengirim Special Envoy (Utusan Khusus) ke Bangladesh. Keputusan State Counsellor Suu Kyi telah disampaikan oleh Menlu RI kepada Menlu Bangladesh dan disambut dengan baik.

Setelah Pertemuan bilateral, kedua Menlu mendapatkan briefing dari wakil UNHCR dan IOM di Dhaka.. Wakil UNHCR dan IOM menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menangani jumlah pengungsi yang telah melebihi kapasitas penampungan mereka. Juga disampaikan bahwa sejak terjadinya ketegangan di Rakhine State pada 9 Oktober 2016, telah terjadi peningkatan jumlah pengungsi antra 10 s/d 20 ribu orang.

Menurut data UNHCR terdapat sekitar 32 ribu pengungsi Muslim dari Myanmar yang tercatat resmi pada 2 camp pengungsi di Bangladeh. Selain itu menurut estimasi UNHCR ada sekitar 200 ribu pengungsi tidak tercatat yang tinggal di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.
 
Setelah pertemuan dengan UNHCR dan IOM, kedua Menlu bersama dengan IOM dan UNHCR melakukan peninjauan ke Kamp pengungsi Kutupalong di Ukhiya, Cox’s Bazar Bangladesh yang berjarak sekitar 390 km dari Dhaka.

Tag: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Bangladesh

Penulis: Gregor Samsa

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51