Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 15:07 WIB. Politik - Sekjen PDIP: Kalau pak Jokowi gemuk bagus juga.
  • 15:07 WIB. HUT RI¬†- Nazaruddin dan Gayus Tambunan dapat remisi pada HUT RI.
  • 15:06 WIB. HUT RI - Naik transportasi KRL dan TransJakarta hari ini gratis.
  • 15:04 WIB. HUT RI -¬†Gubernur DKI Djarot berpesan untuk jaga persatuan NKRI.
  • 14:42 WIB. HUT RI - SBY: Bangsa Indonesia harus terus perkuat NKRI.
  • 14:41 WIB. Ahok - Menteri Yasonna sebut Ahok belum dapat masa remisi penahanan.
  • 14:02 WIB. Borneo FC - Arthur Irawan resmi bergabung dengan Borneo FC.
  • 14:01 WIB. Bursa Transfer - Manchester City incar bek WBA, Johny Evans.
  • 14:00 WIB. Bursa Transfer - Barcelona dikabarkan selangkah lagi mendapatkan Philipe Coutinho.
  • 13:41 WIB. Google - Google: Hari ini kita merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, dikenal secara lokal sebagai Hari Merdeka.
  • 13:24 WIB. Feature Phone - Polytron: Ada 800.000 unit feature phone yang terjual di seluruh penjuru Tanah Air.
  • 07:53 WIB. Road To ICE 2017 - Presiden RI Joko Widodo akan menghadiri ajang Indonesia CSR Exhibition 2017 di Balai Kartini pada 18-20 Agustus.
  • 07:54 WIB. Road To ICE 2017 - Untuk informasi lengkap tentang lomba Ide Kreatif Program CSR bisa follow akun resmi Warta Ekonomi di; FB - Warta Ekonomi, Twitter - @WartaEkonomi dan IG - @WartaEkonomi.
  • 07:53 WIB. Road To ICE 2017 - Ikuti lomba Ide Kreatif Program CSR dalam ajang ICE 2017 di Balai Kartini tanggal 18-20 Agustus, dibuka untuk umum dan Mahasiswa/i.

OJK: Evergreen Bisa Terbitkan Obligasi Bila Right Issue Gagal

Foto Berita OJK: Evergreen Bisa Terbitkan Obligasi Bila Right Issue Gagal
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Skema penyelamatan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera yang memiliki 6,7 juta nasabah terus bergulir. Apalagi, setelah skema restrukturisasi melalui penerbitan saham baru (rights issue) PT Evergreen Invesco Tbk tertunda. Alhasil, kini muncul skema baru untuk menyelamatkan perusahaan asuransi tersebut.

Hingga akhir tahun ini, izin right issue dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum diperoleh karena masih ada persyaratan administrasi yang belum dipenuhi Evergreen. Selain itu, kondisi bursa saham di pengujung tahun ini kurang kondusif.

Adapun nilai rights issue Evergreen berubah dari semula Rp 30 triliun menjadi cuma Rp10,33 triliun. Pemangkasan drastis nilai aksi korporasi itu lantaran tidak ada kebutuhan dana jangka pendek yang mendesak.

"Memang laporan yang kami terima Evergreen belum bisa right issue karena beberapa ketentuan admistrasi di pasar modal. Tapi mereka akan mengganti itu bukan dari right issue tapi pinjaman pemegang saham kepada Evergreen lalu Evergreen kasih uang ke Bumiputera jadi nothing to lose dengan pasar modal," ujar Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Dumoly F Pardede kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Menurutnya, opsi penerbitan obligasi bisa dilakukan Evergreen apabila right issue tidak juga dapat terealisasikan. "Kalau pasar modal tidak bisa lakukan pernyataan efektif mereka bisa terbitkan obligasi ataupun yang lain. OJK hanya mau ada dana masuk, ada jaminan pembayaran klaim di kemudian hari. Nah itu sudah berjalan perjanjian kerjasamanya," jelas Dumoly.

Sebagaimana diketahui, AJB Bumiputera mengalami pertumbuhan negatif klaim sejak lima tahun terakhir. Artinya pertumbuhan klaim terhadap pertumbuhan premi sudah negatif dimana pertumbuhan klaim lebih cepat sementara pertumbuhan premi tidak bisa mengejarnya.

OJK sudah memantau itu sejak tahun 2013, makanya untuk menyelematkan AJB Bumiputera, regulator memutuskan untuk merestrukturisasi AJB Bumiputera guna memperkuat solvabilitasnya dengan cara menyuntikkan dana, sehingga ada keseimbangan dana likuid terhadap liabilitas (kewajiban)-nya.

Namun, karena Bentuk AJB Bumiputera adalah perusahaan asuransi bersama bukan perusahaan terbuka membuat OJK cukup sulit dan rumit memberikan skema modal/ dana kepada AJB Bumiputera.

"Kita tahu AJB Bumiputera itu asuransi bersama tidak mungkin punya akses permodalan kalau diminta OJK karena semua pemegang polis juga pemilik modal. Jadi cara satu-satunya adalah mencari investor melalui create entitas baru sebagai anaknya Bumiputera," papar Dumoly.

Lebih jauh Dumoly menjelaskan, saat ini pihaknya bersama pengelola statuter telah membentuk anak perusahaan benama PT Holding Bumiputera Investama untuk mencari investor potensial dan menjual aset-aset AJB Bumiputera yang prospektif.

"Sekarang sudah kita tawarkan ini, yaitu properti yang ada di Depok, Sudirman, di beberapa kantor cabang yang prospektif dalam bentuk skema bumiputera investama yang berkisar sampai hampir Rp6 triliun. Lalu bagaimana kita jualnya apakah kita cari pebisnis secara langsung atau terbuka," imbuh Dumoly.

OJK, lanjut Dumoly menginginkan skema penawaran itu dilakukan secara terbuka. Pasalnya kalau terbuka prosesnya bisa transparan sehingga dapat menghindari nepotisme kolusi antara bumiputera dengan para pihak-pihak yang berpengaruh maupun OJK sendiri.

"Sehingga kita tawarkan melalui pasar modal, tp apakah bs IPO? Nggak bisa karena usianya (anak usaha Bumiputera) belum tiga tahun. Jadi yang bisa kita lakukan melalui back door listing. Back door listing kita lakukan dan yang benar-benar mau masuk dan mau menawarkan itu dari Evergreen," ungkap Dumoly.

Domuly menambahkan, "dari properti yang ada itu kami dapat laporan mereka akan dapat dana tunai kemudian mendapat notes perjanjian utang, itung-itungannya sudah ada dan bisa menutupi semua klaim."

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata, aset finansial perusahaan asuransi tertua di Indonesia tersebut cuma Rp 5,5 triliun dan properti Rp 2,5 triliun. Alhasil, ada selisih besar antara aset dan kewajiban (liabilitas) AJB Bumiputera yang per Juli lalu mencapai Rp 20 triliunan.

Sementara, klaim AJB Bumiputera diramalkan mencapai Rp 6 triliun tahun ini. Pada 2017, nilai klaim diperkirakan hampir Rp 7 triliun, lalu di atas Rp 7 triliun pada 2018. Pembengkakan klaim terus berlanjut menembus Rp 8 triliun pada 2019 dan terus menanjak di tahun-tahun selanjutnya.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan, Dumoly Freddy Pardede, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,584.17 3,548.25
British Pound GBP 1.00 17,297.22 17,122.12
China Yuan CNY 1.00 2,012.76 1,992.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,441.00 13,307.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,529.68 10,422.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,718.01 1,700.86
Dolar Singapura SGD 1.00 9,832.48 9,730.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,779.73 15,621.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,129.82 3,096.45
Yen Jepang JPY 100.00 12,145.12 12,021.86

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5891.949 56.908 559
2 Agriculture 1749.165 4.773 18
3 Mining 1500.826 -4.247 44
4 Basic Industry and Chemicals 617.468 -0.140 67
5 Miscellanous Industry 1344.118 2.632 41
6 Consumer Goods 2494.190 83.330 45
7 Cons., Property & Real Estate 511.042 1.110 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.978 8.428 60
9 Finance 986.376 5.498 89
10 Trade & Service 923.259 -1.560 130
No Code Prev Close Change %
1 CMPP 182 244 62 34.07
2 ALKA 182 244 62 34.07
3 MPPA 555 690 135 24.32
4 SKLT 900 1,050 150 16.67
5 GOLD 520 595 75 14.42
6 LPIN 1,100 1,235 135 12.27
7 MKNT 1,195 1,320 125 10.46
8 ARTO 156 172 16 10.26
9 BUKK 1,090 1,200 110 10.09
10 ERAA 660 720 60 9.09
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 296 260 -36 -12.16
2 HDFA 208 184 -24 -11.54
3 VINS 216 193 -23 -10.65
4 MMLP 595 540 -55 -9.24
5 AHAP 176 160 -16 -9.09
6 IMAS 1,110 1,020 -90 -8.11
7 ASDM 1,150 1,060 -90 -7.83
8 CNTX 620 575 -45 -7.26
9 FORU 180 168 -12 -6.67
10 FIRE 1,545 1,445 -100 -6.47
No Code Prev Close Change %
1 LMPI 174 164 -10 -5.75
2 SRIL 336 348 12 3.57
3 LEAD 61 61 0 0.00
4 MLPL 200 214 14 7.00
5 KOBX 110 117 7 6.36
6 TLKM 4,730 4,770 40 0.85
7 LRNA 132 128 -4 -3.03
8 BUMI 294 292 -2 -0.68
9 HMSP 3,470 3,690 220 6.34
10 MPPA 555 690 135 24.32