Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Jakarta - Pemprov DKI akan melarang pemasangan Baliho di pinggir jalan dan menggantinya dengan light emitting diode (LED) di gedung-gedung
  • Pilkada - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan hanya akan menangani sengketa hasil perhitungan suara pilkada serentak 2017
  • Bogor - Upacara Kenegaraan Penyambutan Raja Salman akan dilaksanakan di Istana Bogor
  • Pekalongan - Harga beras dan daging di Pekalongan mulai turun.
  • Militer - Usai kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Australia, kerjasama Militer antara Indonesia dan Australia akan kembali diaktifkan
  • Cabai - Harga cabai di Bangkalan, Jatim, naik hingga Rp160.000/kg.
  • Bali - TNI AU akan menyiapkan pesawat tempur untuk mengamankan kedatangan Raja Salman di Bali pada 4 Maret
  • Beijing - Singapura dan China mengadakan pertemuan Bilateral untuk membahas kerja sama kedua negara di Beijing, China.
  • Bursa -  IHSG ditutup melemah 3,03 poin atau 0,06 persen ke level 5.382,87 pada perdagangan senin (27/2).
  • Jakarta - Pemprov DKI Jakarta kucurkan Rp 1,3 Miliar untuk subsidi air bersih warga rusun
  • Pilgub DKI - KPU DKI Jakarta buka posko pendaftaran calon pemilih putaran kedua Pilkada di setiap Kelurahan
  • OJK - OJK meminta 12 Bank Sistemik siapkan antisipasi menghadapi krisis
  • Turki - Presiden Turki Erdogan akan bertemu dengan PM Rusia Vladimir Putin di Moskow pada 9-10 Maret
  • Sleman - Pemkab Sleman optimalkan penyuluh swadaya pertanian untuk meningkatkan hasil pertanian.

Peluang Sekjen PBB Ban Ki-moon Jadi Presiden Korsel Semakin Terbuka Lebar

Foto Berita Peluang Sekjen PBB Ban Ki-moon Jadi Presiden Korsel Semakin Terbuka Lebar
Warta Ekonomi.co.id, Seoul -

Peluang Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang akan segera turun jabatan, untuk menjadi presiden Korea Selatan semakin terbuka lebar setelah partai terbesar di negara tersebut terpecah menjadi dua.

Sebuah faksi dari Partai Saenuri menyatakan akan memisahkan diri dengan membentuk partai baru dan mengusung Ban sebagai calon presiden.

Jika Ban bergabung dengan pecahan partai asal dari Presiden Park Geun-hye, yang tengah menghadapi proses pemakzulan akibat kasus korupsi dan kolusi, maka Ban bisa membawa platform konsevatisme yang memenangkan Park tanpa harus tercoreng oleh skandal.

Sebanyak 29 anggota parlemen dari Partai Saenuri turut mendukung aksi pembelotan itu. Mereka juga mendukung pemakzulan terhadap Park rekan sesama anggota partai.

Beberapa pengamat politik mengatakan bahwa partai baru itu akan menjadi kekuatan koservatif utama di Korea Selatan jika Ban bergabung.

"Kami berharap Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon bisa bergabung dengan Partai Konservatif Baru untuk Reformasi. Jika bergabung, dia akan menjadi salah satu calon presiden," kata Yoo Seong-min, salah satu anggota partai kepada stasiun televisi SBS.

Menurut jajak pendapat Realmeter pada Senin, 23,3 persen responden mengaku mendukung Ban. Dia unggul tipis atas tokoh liberal dari Partai Demokrat Moon Jae-in yang memperoleh 23,1 persen.

Pembelotan sebagian anggota partai membuat Saenuri kini hanya mendapatkan kurang dari 100 dari 300 kursi di parlemen.

Sementara itu Ban (72), yang hingga kini belum menyatakan niat mencalonkan diri menjadi presiden, mengatakan akan mengabdi di negaranya setelah masa jabatannya di PBB berakhir pada bulan ini.

"Saya akan mengabdikan semua pengalaman saya sebagai sekretaris jenderal untuk membangun Republik Korea. Saya akan memutuskan apa yang akan saya lakukan setelah berbincang dengan semua orang," kata dia.

Ban sendiri selama ini diperkirakan akan bergabung dengan Saenuri.

Namun dengan partai tersebut, Ban akan menjadi kandidat yang kurang menarik karena akan mendapat getah dari skandal korupsi yang menimpa pemimpin partai sekaligus presiden Park.

Profesor ilmu politik dari Universitas Dongguk, Kim Jung-soek, mengatakan bahwa pendukung Ban yang masih bertahan di Saenuri kini menunggu langkah selanjutnya dari Ban. Jika Ban bergabung dengan partai baru, mereka akan ikut.

Ban sendiri pernah berpengalaman menjabat sebagai menteri luar negeri.

Saat ini, publik Korea Selatan tengah menunggu Mahkamah Konstitusi untuk memutuskan apakah akan menggagalkan pemakzulan terhadap presiden Park atau sebaliknya.

Jika Park resmi dimakzulkan, maka pemilihan umum wajib diselenggarakan dalam 60 hari. (Ant)

Tag: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Korea Selatan (Korsel)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Efr.nl

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 KOIN 250 300 50 20.00
2 BRAM 7,000 8,400 1,400 20.00
3 AUTO 2,270 2,700 430 18.94
4 IDPR 1,250 1,450 200 16.00
5 SRIL 302 348 46 15.23
6 BLTZ 7,100 8,100 1,000 14.08
7 BULL 138 154 16 11.59
8 COWL 1,085 1,205 120 11.06
9 BBHI 84 93 9 10.71
10 DOID 670 740 70 10.45
No Code Prev Close Change %
1 IKBI 386 320 -66 -17.10
2 NELY 104 92 -12 -11.54
3 APII 224 199 -25 -11.16
4 PSKT 100 90 -10 -10.00
5 BKDP 84 76 -8 -9.52
6 GSMF 104 96 -8 -7.69
7 PPRO 292 270 -22 -7.53
8 ASJT 625 580 -45 -7.20
9 KBLV 1,200 1,115 -85 -7.08
10 RODA 262 244 -18 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 125 126 1 0.80
2 SRIL 302 348 46 15.23
3 BUMI 332 322 -10 -3.01
4 BMTR 505 515 10 1.98
5 PKPK 84 79 -5 -5.95
6 BAPA 79 86 7 8.86
7 MCOR 336 316 -20 -5.95
8 AGRO 980 1,010 30 3.06
9 ELTY 50 50 0 0.00
10 DGIK 153 151 -2 -1.31