Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Gorontalo - Kabupaten Gorontalo dapat bantuan hibah 180 lampu LED dari Kementerian ESDM.
  • NTT - ASITA minta pemerintah tertibkan guide yang tidak berlisensi di NTT.
  • Mali - PBB kutuk serangan bom bunuh diri di satu kamp militer di Mali.
  • Gorontalo - Pemkab Gorontalo nyatakan siap dukung program prioritas dari Kemensos.
  •  Bucks - Pemain Bucks, Khris Middleton harus absen selama 1 bulan akibat cedera bahu
  • Italia - Proyek Lorenzo akan menjadi tantangan besar Ducati tahun ini
  • Palembang - Ingin menjadi Tuan Rumah Moto GP, Palembang akan bangun sirkuit tahun ini

Peluang Sekjen PBB Ban Ki-moon Jadi Presiden Korsel Semakin Terbuka Lebar

Foto Berita Peluang Sekjen PBB Ban Ki-moon Jadi Presiden Korsel Semakin Terbuka Lebar
Warta Ekonomi.co.id, Seoul -

Peluang Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang akan segera turun jabatan, untuk menjadi presiden Korea Selatan semakin terbuka lebar setelah partai terbesar di negara tersebut terpecah menjadi dua.

Sebuah faksi dari Partai Saenuri menyatakan akan memisahkan diri dengan membentuk partai baru dan mengusung Ban sebagai calon presiden.

Jika Ban bergabung dengan pecahan partai asal dari Presiden Park Geun-hye, yang tengah menghadapi proses pemakzulan akibat kasus korupsi dan kolusi, maka Ban bisa membawa platform konsevatisme yang memenangkan Park tanpa harus tercoreng oleh skandal.

Sebanyak 29 anggota parlemen dari Partai Saenuri turut mendukung aksi pembelotan itu. Mereka juga mendukung pemakzulan terhadap Park rekan sesama anggota partai.

Beberapa pengamat politik mengatakan bahwa partai baru itu akan menjadi kekuatan koservatif utama di Korea Selatan jika Ban bergabung.

"Kami berharap Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon bisa bergabung dengan Partai Konservatif Baru untuk Reformasi. Jika bergabung, dia akan menjadi salah satu calon presiden," kata Yoo Seong-min, salah satu anggota partai kepada stasiun televisi SBS.

Menurut jajak pendapat Realmeter pada Senin, 23,3 persen responden mengaku mendukung Ban. Dia unggul tipis atas tokoh liberal dari Partai Demokrat Moon Jae-in yang memperoleh 23,1 persen.

Pembelotan sebagian anggota partai membuat Saenuri kini hanya mendapatkan kurang dari 100 dari 300 kursi di parlemen.

Sementara itu Ban (72), yang hingga kini belum menyatakan niat mencalonkan diri menjadi presiden, mengatakan akan mengabdi di negaranya setelah masa jabatannya di PBB berakhir pada bulan ini.

"Saya akan mengabdikan semua pengalaman saya sebagai sekretaris jenderal untuk membangun Republik Korea. Saya akan memutuskan apa yang akan saya lakukan setelah berbincang dengan semua orang," kata dia.

Ban sendiri selama ini diperkirakan akan bergabung dengan Saenuri.

Namun dengan partai tersebut, Ban akan menjadi kandidat yang kurang menarik karena akan mendapat getah dari skandal korupsi yang menimpa pemimpin partai sekaligus presiden Park.

Profesor ilmu politik dari Universitas Dongguk, Kim Jung-soek, mengatakan bahwa pendukung Ban yang masih bertahan di Saenuri kini menunggu langkah selanjutnya dari Ban. Jika Ban bergabung dengan partai baru, mereka akan ikut.

Ban sendiri pernah berpengalaman menjabat sebagai menteri luar negeri.

Saat ini, publik Korea Selatan tengah menunggu Mahkamah Konstitusi untuk memutuskan apakah akan menggagalkan pemakzulan terhadap presiden Park atau sebaliknya.

Jika Park resmi dimakzulkan, maka pemilihan umum wajib diselenggarakan dalam 60 hari. (Ant)

Tag: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Korea Selatan (Korsel)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Efr.nl

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5294.784 27.846 541
2 Agriculture 1919.455 33.515 21
3 Mining 1403.235 7.104 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.483 2.143 66
5 Miscellanous Industry 1347.813 12.896 42
6 Consumer Goods 2352.629 17.077 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.724 3.122 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.541 2.528 56
9 Finance 806.133 4.369 89
10 Trade & Service 846.283 -0.890 122
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 68 85 17 25.00
2 UNIC 1,755 2,190 435 24.79
3 OASA 364 454 90 24.73
4 GZCO 83 103 20 24.10
5 MTSM 374 456 82 21.93
6 SKLT 695 795 100 14.39
7 ADMG 138 155 17 12.32
8 BWPT 286 320 34 11.89
9 SRIL 230 256 26 11.30
10 IKBI 316 350 34 10.76
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 3,200 2,400 -800 -25.00
2 ARII 486 366 -120 -24.69
3 HOTL 180 145 -35 -19.44
4 VINS 84 75 -9 -10.71
5 CNTX 865 800 -65 -7.51
6 PICO 216 200 -16 -7.41
7 PGLI 59 55 -4 -6.78
8 SMDM 95 89 -6 -6.32
9 SAFE 80 75 -5 -6.25
10 RMBA 450 422 -28 -6.22
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 230 256 26 11.30
2 BIPI 137 136 -1 -0.73
3 BWPT 286 320 34 11.89
4 DGIK 68 85 17 25.00
5 GZCO 83 103 20 24.10
6 BUMI 420 426 6 1.43
7 BABP 73 76 3 4.11
8 DYAN 64 65 1 1.56
9 SMDM 95 89 -6 -6.32
10 MCOR 193 210 17 8.81