Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Raja Arab - Menko Darmin Nasution sambut baik rencana kunjungan Raja Salman ke Indonesia.
  • Cabai - Cabai impor juga beredar di Sumenep.
  • LRT - Ahok optimistis LRT selesai sebelum Asian Games 2018.
  • Nasional - Presiden Jokowi menerima gelar adat kehormatan Maluku, Jumat (24/2).
  • Lebak - Bupati Lebak Iti Octavia mewajibkan tanam cabai lima batang per PNS.
  • Kedelai - Harga kedelai di Pekalongan naik jadi Rp7.500/kilogram.
  • Kopi - Pemkab Seruyan kembangkan budidaya kopi jenis arabica khusus di wilayah Seruyan Hulu.
  • PLN - Pemerintah memangkas jumlah penerima subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA, dari 23 juta menjadi hanya 4,1 juta pelanggan.
  • Kentang - Harga kentang di Pangkalpinang berangsur turun.
  • Freeport - Pemkab Mimika prediksi jumlah karyawan Freeport yang di-PHK akan terus bertambah.

Waduh, Presiden Filipina Mengaku Pernah Melempar Orang dari Helikopter dan akan Melakukannya Lagi

Foto Berita Waduh, Presiden Filipina Mengaku Pernah Melempar Orang dari Helikopter dan akan Melakukannya Lagi
Warta Ekonomi.co.id, Manila -

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam pejabat pemerintah yang korupsi dengan melemparkannya dari helikopter yang sedang terbang. Hal itu merupakan peringatan yang telah dilakukannya sendiri dan akan dilakukannya lagi. Mantan jaksa yang mudah marah itu berkata, pernah melemparkan seorang warga negara China dari helikopter yang diduga melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

"Jika Anda korupsi, saya akan menjemput Anda menggunakan helikopter ke Manila dan saya akan melempar Anda. Saya telah melakukan ini sebelumnya, mengapa saya tidak akan melakukannya lagi?" kata Duterte dalam sebuah pidato pada korban badai, Selasa, dalam sebuah tayangan yang diunggah oleh kantor kepresidenan.

Ancaman terbaru Duterte datang beberapa pekan setelah dia mengakui membunuh orang selama 22 tahun sebagai Wali Kota Davao, yang terkadang dilakukannya dengan mengendarai sepeda motor untuk mendapatkan "kesempatan untuk membunuh". Beberapa senator telah memperingatkan Duterte risiko pemakzulan atas komentarnya tersebut.

Amerika Serikat, yang telah lama menjadi sekutu Filipina yang prihatin dengan perang Duterte terhadap obat-obatan dan retorika anti-Amerikanya, mengatakan telah menyadari pernyataannya tentang helikopter. "Seperti yang telah kita nyatakan sebelumnya, kami sangat prihatin dengan laporan pembunuhan di luar hukum oleh atau atas perintah otoritas pemerintah di Filipina," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Amerika Anna Richey-Allen dalam sebuah surat elektronik kepada Reuters.

Duterte telah berulang kali mengatakan pembunuhan itu adalah bagian dari operasi polisi yang sah, termasuk insiden penyanderaan, dan mereka yang tewas adalah penjahat, bukan tersangka. Tidak segera jelas kapan atau di mana insiden helikopter yang dimaksudkan Duterte telah berlangsung.

Dalam sebuah wawancara pada hari Kamis dengan saluran berita Filipina, ABS-CBN, reaksi Duterte mendatar ketika ditanya tentang kejadian tersebut. "Helikopter untuk melempar seseorang?" Duterte menanyakan. "Jika memang itu benar, saya tidak akan mengakuinya," pungkasnya.

Juru bicara Duterte, Ernesto Abella, menyebutkan kisah tersebut hanya "legenda kaum urban". Duterte juga mengakui bahwa sebanyak enam orang telah ditangkap pekan lalu dalam sebuah penggerebekan lebih dari setengah ton metafetamin atau yang dikenal oleh warga lokal sebagai "sabu-sabu", yang beruntung dia sedang berada di luar kota.

"Mereka beruntung saya sedang tidak di Manila saat itu. Jika saya tahu ada banyak sabu-sabu di dalam rumah, saya pasti akan pasti membunuhmu," katanya dengan tegas. "Ayolah jangan membuat drama, secara pribadi saya akan menembak Anda jika tidak ada orang lain yang mau melakukannya," tutur Duterte menambahkan.

Utusan tinggi Hak Asasi Manusia PBB meminta dilakukan investigasi kepada Duterte yang mengklaim telah membunuh orang-orang, yang pada pekan lalu Duterte menanggapinya dengan sebutan-sebutan kasar dan tidak pantas. (Ant)

Tag: Helikopter, Filipina, Rodrigo Roa Duterte

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Mb.com.ph

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51