Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Ekonomi - Bank Dunia nilai dinamika politik Indonesia terkini tidak terlalu pengaruhi iklim investasi.
  • Cyber - Kementerian BUMN dan Telkom menyatakan siap untuk jadi pelaksana Badan Cyber Nasional.
  • Cabai - Harga cabai di pasar-pasar di Pangkalpinang bergerak turun.
  • Freeport - Kementerian BUMN ingin cepat beli saham dari Freeport Indonesia sebanyak 51 persen sesuai PP 1/2017. 
  • Pelindo III - Pelindo III tambah kekuatan alat produksi berupa 15 unit kapal tunda.

Setnov: Penghentian Sementara Kerjasama TNI-AB Australia Langkah Tepat

Foto Berita Setnov: Penghentian Sementara Kerjasama TNI-AB Australia Langkah Tepat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua DPR, Setya Novanto, menilai keputusan pemerintah menghentikan sementara kerja sama TNI dan Angkatan Bersenjata Australia itu sudah tepat. 

"Hal ini terkait dugaan pelecehan simbol negara yang termuat dalam materi pelajaran ADF," kata Novanto, melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Menurut Novanto, sebagai bangsa dan negara yang menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif serta menjalin kerja sama dengan negara-negara lain atas dasar saling menghargai, maka keputusan Pemerintah menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia, sudah tepat.

Ketua umum DPP Partai Golkar Politisi itu menegaskan, simbol-simbol negara sangat penting untuk dihormati dan dijunjung tinggi. 

"Indonesia juga harus menunjukkan sebagai negara tetangga, Australia tidak boleh mengabaikan segala hal terkait dengan simbol-simbol kenegaraan dan persoalan politik dalam negeri Indonesia," katanya.

Di sisi lain, Novanto juga menghargai langkah cepat Kementerian Pertahanan Australia yang telah mengambil sikap tegas terkait insiden ini. 

Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne, menyatakan, telah menginvestigasi peristiwa yang mengusik hubungan Australia dengan Indonesia itu, dan dikabarkan telah memberhentikan oknum militer yang dimaksud.

"Bagaimanapun, persoalan seperti ini jangan sampai mengusik hubungan kerja sama yang lebih besar," katanya.

Menurut Novanto, kerja sama militer adalah bagian dari kerja sama yang lebih besar antara Indonesia dan Australia di berbagai bidang.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari, mendukung keputusan TNI menghentikan sementara kerja sama militer dengan militer Australia, karena ada materi pelatihan militer negeri tetangga itu yang melecehkan Indonesia.

"Hubungan persahabatan Indonesia dan Australia harus saling menghormati. Indonesia tersinggung berat, karena adanya pelecehan terhadap simbol negara Indonesia," katanya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menambahkan,  Komisi I DPR juga akan mendalami keputusan TNI yang menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia, yakni mencermati penyebab keputusan itu.

"Saya kira bangsa Indonesia setuju dengan keputusan penghentian sementara, tapi harus dilihat penyebabnya sehingga tidak mengganggu hubungan bilateral kedua negara," kata Almasyhari. (Ant)

Tag: Setya Novanto, Tentara Nasional Indonesia (TNI), indonesia-australia, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Ferry Hidayat

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55