Portal Berita Ekonomi Selasa, 25 April 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:02 WIB. Paska Pilgub DKI - Yenny Wahid: Kemenangan Anies Bukan Kemenangan Islam Garis Keras.
  • 10:01 WIB. Kereta Bandara - Angkasa Pura II: Stasiun KA bandara akan mulai dioperasikan pada Agustus 2017.
  • 09:16 WIB. Sidang Ahok - Ahok berharap majelis hakim mampu memberikan keputusan yang bijak.
  • 09:14 WIB. Sidang Ahok - Ahok sebut tetap melayani dengan kasih, meski banyak yang menghujat dirinya karena beda agama.
  • 00:00 WIB. PBB - Presiden AS Donald Trump mengatakan PBB harus mempertimbangkan 'sanksi berat' untuk Korea Utara.
  • 09:12 WIB. Sidang Ahok - Ahok merasa aneh para pelapor dirinya tidak pernah melihat langsung pidatonya di Kepulauan Seribu.
  • 09:11 WIB. Sidang Ahok - Dalam sidang pembacaan nota keberatan Ahok sebut awal masalah dimulai oleh Buni Yani.
  • 08:31 WIB. Oracle - Oracle is forming a unit it's calling a startup to outpace rivals' innovation.
  • 08:23 WIB. Jakarta - Selasa sore KPK akan umumkan tersangka baru kasus BLBI, setelah pekan lalu periksa Kwik Kian Gie sebagai saksi.
  • 08:19 WIB. Sumedang - Ketua MPR Zulkifli Hasan ajak masyarakat pasarkan tahu Sumedang ke luar negeri.
  • 08:18 WIB. May Day - KSPSI serukan perayaan hari buruh internasional dengan menjaga NKRI dan kebinekaan.

APINDO Sumut Keluhkan Deretan Harga Tarif Naik

Foto Berita APINDO Sumut Keluhkan Deretan Harga Tarif Naik
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut), Laksamana Adyaksa keluhkan banyaknya kenaikan tarif  yang dilakukan pemerintah, sebab dipastikan akan menambah biaya produksi dan operasional perusahaan. Setiap kenaikan biaya produksi, akan berdampak pada kenaikan harga produk yang akan dijual ke masyarakat. “Bagi industri, memang kenaikan harga BBM tidak berpengaruh signifikan lagi karena memakai BBM industri. Tetapi kenaikan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor dan tarif listrik tentu sangat berpengaruh,” jelasnya, Jumat (6/1/2017).
 
Dikatakannya, pengusaha paling menyesalkan kenaikan tarif listrik. Karena dengan kenaikan naik, kualitasnya turun, suplainya ke masyarakat masih macat-macat, seperti yang terjadi pada tahun baru lalu. “Alasan tidak ada gas yang dikemukakan PLN juga tidak bisa diterima pengusaha. Karena kita lihat pada saat akan menaikkan harga listrik, arus selalu padam dan berkurang. Seperti timbul kesengajaan. Itu kita kritik,” ujarnya.
 
Kenaikan tarif yang dilakukan, khususnya tarif listrik, harus dibarengi dengan efisiensi yang dilakukan. Karena kalau kenaikan sudah dalam tahap yang optimal, pengusaha tidak mempermasalahkan kenaikan.
“Tapi kalau efisiensi karena ketidakmampuan manajemen dalam melakukan yang lebih baik, sehingga terjadi sesuatu yang tidak etis ini yang kita protes,” ujarnya.
 
Untuk itu, Laksamana meminta PLN mengkaji diri sendiri. Apakah biaya listrik yang dikenakan ke masyarakat memang sudah bersaing dibandingkan negara lain. “Kalau memang bersaing silahkan. Tapi kalau mahal, akibatnya akan menyusahkan masyarakat. Jangan akibat ketidakefisienan dalam pengelolaaan menjadi beban masyarakat,” pungkasnya.

Tag: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sumatera Utara (Sumut)

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Dec
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10