Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • BP Batam - BP Batam pastikan akan bongkar peternakan babi di kawasan hutan resapan air Dam Duriangkang.
  • Bom - Kapolda Jabar Anton Charliyan mengatakan tidak ada korban akibat ledakan bom panci di Taman Pandawa.
  • LRT - PT Kereta Api Indonesia mengakui tugas sebagai Investor LRT Jabodebek cukup berat
  • Jakarta - Pemprov DKI akan melarang pemasangan Baliho di pinggir jalan dan menggantinya dengan light emitting diode (LED) di gedung-gedung
  • Pilkada - Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan hanya akan menangani sengketa hasil perhitungan suara pilkada serentak 2017
  • Bogor - Upacara Kenegaraan Penyambutan Raja Salman akan dilaksanakan di Istana Bogor
  • Bandung - Terduga tersangka teroris di Bandung bernama Yayat Cahdiyat resedivis kasus teroris
  • KPK - KPK meminta kewenangan untuk dapat mengusut sektor swasta
  • Pekalongan - Harga beras dan daging di Pekalongan mulai turun.
  • Militer - Usai kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Australia, kerjasama Militer antara Indonesia dan Australia akan kembali diaktifkan
  • Cabai - Harga cabai di Bangkalan, Jatim, naik hingga Rp160.000/kg.

APINDO Sumut Keluhkan Deretan Harga Tarif Naik

Foto Berita APINDO Sumut Keluhkan Deretan Harga Tarif Naik
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut), Laksamana Adyaksa keluhkan banyaknya kenaikan tarif  yang dilakukan pemerintah, sebab dipastikan akan menambah biaya produksi dan operasional perusahaan. Setiap kenaikan biaya produksi, akan berdampak pada kenaikan harga produk yang akan dijual ke masyarakat. “Bagi industri, memang kenaikan harga BBM tidak berpengaruh signifikan lagi karena memakai BBM industri. Tetapi kenaikan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor dan tarif listrik tentu sangat berpengaruh,” jelasnya, Jumat (6/1/2017).
 
Dikatakannya, pengusaha paling menyesalkan kenaikan tarif listrik. Karena dengan kenaikan naik, kualitasnya turun, suplainya ke masyarakat masih macat-macat, seperti yang terjadi pada tahun baru lalu. “Alasan tidak ada gas yang dikemukakan PLN juga tidak bisa diterima pengusaha. Karena kita lihat pada saat akan menaikkan harga listrik, arus selalu padam dan berkurang. Seperti timbul kesengajaan. Itu kita kritik,” ujarnya.
 
Kenaikan tarif yang dilakukan, khususnya tarif listrik, harus dibarengi dengan efisiensi yang dilakukan. Karena kalau kenaikan sudah dalam tahap yang optimal, pengusaha tidak mempermasalahkan kenaikan.
“Tapi kalau efisiensi karena ketidakmampuan manajemen dalam melakukan yang lebih baik, sehingga terjadi sesuatu yang tidak etis ini yang kita protes,” ujarnya.
 
Untuk itu, Laksamana meminta PLN mengkaji diri sendiri. Apakah biaya listrik yang dikenakan ke masyarakat memang sudah bersaing dibandingkan negara lain. “Kalau memang bersaing silahkan. Tapi kalau mahal, akibatnya akan menyusahkan masyarakat. Jangan akibat ketidakefisienan dalam pengelolaaan menjadi beban masyarakat,” pungkasnya.

Tag: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sumatera Utara (Sumut)

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51