Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 20:41 WIB. Liga 1 (21/8) - Madura United 1 - 1 Persija
  • 20:01 WIB. Teror Barcelona - Kepolisian Spanyol peringatkan bahwa tersangka teror di Barcelona "berbahaya, dan kemungkinan bersenjata".
  • 19:41 WIB. Mekkah - Kebakaran landa sebuah hotel di Mekkah, 600 orang dievakuasi.
  • 19:40 WIB. Rusia - Otoritas Rusia sayangkan upaya penangguhan layanan visa oleh Amerika Serikat.
  • 19:39 WIB. Amerika Serikat - Otoritas Amerika Serikat tangguhkan layanan pemberian visa di Rusia.
  • 19:37 WIB. Amerika Serikat - Warga Amerika Serikat banjiri kota-kota yang menjadi jalur gerhana.
  • 19:31 WIB. Pilgub Jabar - Bima Arya mengaku sering komunikasi dengan Ridwan Kamil.
  • 19:31 WIB. OTT - KPK segel satu ruangan di PN Jaksel.
  • 19:30 WIB. OTT - KPK benarkan ada operasi OTT hari ini.
  • 18:18 WIB. Kolombia - Gereja di Kolombia gelar acara pengakuan dosa di sebuah mal.
  • 17:56 WIB. OLED - Sigmaintell: Keterbatasan layar OLED fleksibel akan terus berlangsung selama beberapa tahun ke depan.
  • 17:36 WIB. Jokowi - Presiden Jokowi janji akan membuat rutin diskusi antar mantan presiden.
  • 17:35 WIB. Anak Presiden - Menteri Luhut membenarkan anak Presiden Jokowi tidak doyan proyek pemerintah.
  • 17:34 WIB. Rempah - Mentan janji akan kembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia.
  • 17:34 WIB. Freeport - Menteri Jonan sebut Freeport setujui jual sahamnya 51 persen ke Indonesia.

Wah, Ternyata Putin Sosok Dibalik Kemenangan Trump

Foto Berita Wah, Ternyata Putin Sosok Dibalik Kemenangan Trump
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan kampanye peretasan dan manipulasi media untuk merongrong kampanye pemilihan presiden Hillary Clinton dan menyokong Donald Trump menurut laporan dari Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS) pada Jumat waktu setempat.

Gerakan tersebut pertama ditujukan untuk merusak kemungkinan Clinton menjadi presiden, dan kemudian berbalik mendukung Trump setelah kemenangan pengusaha Partai Republik itu tampak memungkinkan, kata laporan dari Direktur Intelijen Nasional.

"Kami menilai Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan kampanye pengaruh pada 2016 yang ditujukan pada pemilihan presiden AS. Tujuan Rusia adalah merusak kepercayaan publik dalam proses demokrasi AS, menjelekkan Clinton, serta merusak elektabilitas dan kemungkinannya menjadi presiden," kata laporan itu.

Laporan Direktur Intelijen Nasional menyatakan bahwa Putin bertindak karena dendam terhadap Amerika Serikat setelah dipermalukan gara-gara Panama Papers dan skandal doping Olimpiade, dan bahwa dia juga menyalahkan Clinton karena menghasut aksi protes massa terhadap rezimnya pada 2011-2012.

Laporan itu juga memperingatkan sekutu AS bahwa Rusia mungkin akan berusaha campur tangan dalam pemilihan umum mereka, memanfaatkan pengalamannya dengan pemilihan umum AS.

"Kami menilai Moskow akan menerapkan pelajaran dari kampanye yang diperintahkan Putin yang ditujukan pada pemilihan presiden AS untuk upaya memengaruhi seluruh dunia di masa depan, termasuk terhadap sekutu AS dan proses pemilihan mereka."

Laporan publik 25 halaman tersebut, yang panjangnya setengah dari versi rahasia yang diserahkan kepada Presiden Barack Obama pada Kamis dan presiden terpilih Donald Trump pada Jumat, memberikan sedikit bukti rinci mengenai keterkaitan Putin dan intelijen Rusia dalam peretasan dan perilisan dokumen Partai Demokrat lewat Wikileaks yang mencederai kampanye Clinton.

Rusia membantah campur tangan dalam pemilu AS, dan Trump berulang kali meragukan kesimpulan komunitas intelijen AS mengenai isu tersebut.

Berbicara setelah dia mendapat paparan singkat pada Jumat, Trump mengakui bahwa serangan siber Rusia, China dan negara lain mengancam lembaga-lembaga, partai politik dan bisnis AS.

Namun dia mengkhususnya Rusia dalam campur tangan siber dalam pemilihan umum AS, dan mengatakan bahwa hasil pemilihan umum tidak terdampak peretasan. (Ant)

Tag: Donald John Trump, Vladimir Vladimirovich Putin, Amerika Serikat (AS)

Penulis: ***

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Bbc.co.uk

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,579.10 3,543.18
British Pound GBP 1.00 17,283.51 17,109.63
China Yuan CNY 1.00 2,012.02 1,991.94
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,422.00 13,288.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,649.01 10,536.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.75 1,698.58
Dolar Singapura SGD 1.00 9,856.07 9,753.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,782.93 15,620.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,129.77 3,096.35
Yen Jepang JPY 100.00 12,292.33 12,166.27

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5861.004 -32.837 559
2 Agriculture 1736.347 -8.071 18
3 Mining 1506.720 -4.642 44
4 Basic Industry and Chemicals 606.497 -4.760 67
5 Miscellanous Industry 1342.856 -3.844 41
6 Consumer Goods 2458.844 -59.274 45
7 Cons., Property & Real Estate 509.294 0.761 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1239.858 -1.111 60
9 Finance 986.730 4.982 89
10 Trade & Service 917.455 -7.348 130
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 170 218 48 28.24
2 ALKA 304 380 76 25.00
3 CMPP 304 380 76 25.00
4 GOLD 580 680 100 17.24
5 PRAS 222 260 38 17.12
6 BBHI 170 186 16 9.41
7 OKAS 78 85 7 8.97
8 HDFA 184 199 15 8.15
9 MKNT 1,320 1,425 105 7.95
10 AMAG 382 410 28 7.33
No Code Prev Close Change %
1 BIMA 116 92 -24 -20.69
2 PUDP 640 545 -95 -14.84
3 DGIK 69 60 -9 -13.04
4 TALF 360 314 -46 -12.78
5 RMBA 450 398 -52 -11.56
6 MLPT 555 500 -55 -9.91
7 LION 975 885 -90 -9.23
8 SQMI 550 500 -50 -9.09
9 VINS 198 180 -18 -9.09
10 ENRG 120 110 -10 -8.33
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 352 8 2.33
2 MBSS 366 376 10 2.73
3 PUDP 640 545 -95 -14.84
4 MLPL 218 212 -6 -2.75
5 WAPO 101 95 -6 -5.94
6 INDY 935 990 55 5.88
7 BUMI 288 274 -14 -4.86
8 HMSP 3,740 3,590 -150 -4.01
9 MPPA 750 750 0 0.00
10 KREN 418 426 8 1.91