Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Ekonomi - Bank Dunia nilai dinamika politik Indonesia terkini tidak terlalu pengaruhi iklim investasi.
  • Cyber - Kementerian BUMN dan Telkom menyatakan siap untuk jadi pelaksana Badan Cyber Nasional.
  • Cabai - Harga cabai di pasar-pasar di Pangkalpinang bergerak turun.
  • Freeport - Kementerian BUMN ingin cepat beli saham dari Freeport Indonesia sebanyak 51 persen sesuai PP 1/2017. 
  • Pelindo III - Pelindo III tambah kekuatan alat produksi berupa 15 unit kapal tunda.

Setnov Pede Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Lebih

Foto Berita Setnov Pede Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Lebih
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua DPR Setya Novanto mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla selama ini telah bekerja keras membangun perekonomiam bangsa di tengah krisis ekonomi global dan optimistis mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional 2017 di atas lima persen.

"Secara umum, di tahun ketiga kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, saya mengapresiasi kerja keras yang selama ini dilakukan," kata Ketua DPR Setya Novanto di Jakarta, Minggu (8/1/2017).

Ketua Umum Partai Golkar itu lebih jauh mengatakan, di tengah situasi perekonomian global yang cenderung tidak stabil dan berdampak pada eksistensi perekonomian dalam negeri, Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla cukup mampu mengelola situasi dengan baik.

Sebagai bukti, defisit yang tetap terjaga di bawah tiga persen dan angka pertumbuhan lima persen menunjukkan bahwa pemerintah mampu menjamin stabilitas ekonomi hingga akhir tahun, meski situasi perekonomian global saat ini memang tidak stabil.

"Pemerintah cukup realistis dalam mengelola roda perekonomian. Karena itulah, saya cukup optimistis dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 ini akan berada di atas 5 persen," kata dia.

Melihat situasi saat ini, lanjut Novanto, upaya-upaya pemerintah yang begitu serius dalam menjaga situasi nasional, khususnya menjamin iklim investasi, akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Memang tantangan-tantangan akan selalu ada. Namun demikianlah sejatinya situasi bangsa saat ini.
"Tantangan adalah dinamika yang harus kita hadapi dengan kerja keras, sekaligus menunjukkan bahwa bangsa ini adalah pekerja keras, pemerintah Joko Widodo dan seluruh jajarannya adalah pekerja keras dan pastinya Rakyat Indonesia juga pekerja keras," katanya.

Novanto menegaskan, Partai Golkar akan selalu mendukung segala kebijakan pemerintahan Joko Widodo yang berpihak kepada rakyat dan bertujuan menaikkan harkat dan martabat rakyat sebagai rakyat yang berdaulat, mandiri, adil, aman dan sejahtera.

Senada dengan Novanto, Senator asal NTT, Adrianus Garu mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga iklim perekonomian bangsa di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu.

"Kami sangat menghargai kerja keras pemerintah, dalam kondisi ekonomi dunia yang kurang baik masih bisa menjaga pertumbuhan di angka 5 persen," kata Adrianus.

Politisi Partai Hanura itu lebih jauh mengatakan, Presiden Jokowi tentu bisa memacu lagi bawahannya agar bekerja lebih keras lagi, sehingga janji target pertumbuhan 7 persen selama lima tahun sampai 2019 bisa tercapai," katanya.

Sampai dengan Triwulan III tahun 2016, pertumbuhan ekonomi nasional baru mencapai 5,02 persen dengan prediksi sampai akhir tahun mencapai 5,037%. Hal ini tentu masih di bawah target pertumbuhan yang ditetapkan 5,2 persen dalam APBNP-2016. (Ant)

Tag: Setya Novanto, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ekonomi Indonesia

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Ferry Hidayat

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55