Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • FA Cup (21/2) - Sutton United 0 - 2 Arsenal
  • La Liga Spanyol (21/2) - Las Palmas 2 - 1 Malaga
  • Imigrasi - Pihak Imigrasi menolak pengajuan paspor puluhan TKI
  • Barcelona - Banding ditolak, Neymar akan menjalani sidang skandal transfernya ke Barcelona
  • Malaysia - Malaysia panggil pulang duta besarnya di Korea Utara
  • Nasional - Pekerja industri 2017 ditargetkan 16,3 juta orang.
  • Otomotif - Vietnam impor 1.800 lebih mobil dari Indonesia.
  • Jakarta - Itensitas hujan yang tinggi mengakibatkan sebagian Jakarta banjir.
  • Top 1 - Top 1 jalin kerjasama dengan tim Formula 1 Mclaren
  • Banjir - 54 Titik di Jakarta Terendam Banjir
  • Bulog -  Bulog Sulawesi Tengah canangkan penanaman cabai minimal 100 pohon di setiap gudang.
  • Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro siap bangun sudetan 780 meter di Desa Kedungsumber.
  • Anggaran - Pemkab Penajam Paser Utara berlakukan efektivitas anggaran belanja bagi pemerintah desa.

Arcandra Sebut Panas Bumi Kearifan Lokal Energi Indonesia

Foto Berita Arcandra Sebut Panas Bumi Kearifan Lokal Energi Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar menyebutkan, dalam upaya memenuhi kebutuhan energi, setiap negara pasti memanfaatkan kearifan lokal.

Untuk Indonesia sumber energi yang merupakan kearifan lokal adalah energi geothermal atau panas bumi, ujar Arcandra Tahar ketika mengunjungi Pertamina Geothermal Energi (PGE) Area Kamojang.

Melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (8/1/2017) Arcandra mengungkapkan, produksi listrik dari sumber energi panas bumi juga memiliki tingkat keandalan produksi yang stabil dan tidak terpengaruh cuaca.

"Kestabilan ini membuat listrik dari panas bumi bisa menjadi base load penyediaan listrik bagi masyarakat oleh PLN," katanya.

Sebagai base load, lanjutnya, ketika penggunaan listrik berada pada titik terendah, misalnya lebaran, maka Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) tetap hadir dengan kapasitas penuh, sedangkan pembangkit yang menggunakan BBM dan batubara dimatikan.

Terkait masa depan geothermal, Wamen ESDM mengatakan, sesuai Cetak Biru Perencanaan Energi 2005-2025, pada 2025 peran minyak dalam bauran energi dikurangi hingga 30 persen, sementara penggunaan panas bumi akan dinaikkan, sehingga diharapkan, pembangkit tenaga listrik panas bumi dapat menyumbang 9.500 MW.

Tantangannya, lanjut Acandra, bagaimana membuat harga listrik panas bumi lebih kompetitif dibanding sumber energi lain sehingga hal itu menjadi satu hal yang harus dipikirkan bersama untuk jalan keluarnya.

Data Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, total potensi panas bumi di Tanah Air mencapai 29 GWe dan menyebar di 265 lokasi. Potensi besar itu membuat 40 persen sumber daya panas bumi dunia berada di Indonesia. Jika potensi itu diwujudkan, terjadi penghematan bahan bakar minyak (BBM) 1,2 juta barel per hari.

Sementara itu Direktur Operasi PGE Ali Mundakir menyampaikan, sampai akhir 2016 kapasitas terpasang yang dimiliki PGE sebesar 537 MW setara listrik. Dari 14 Wilayah Kerja Panas bumi (WKP), terdapat empat area yang sudah berproduksi secara operasi sendiri (own operation), yaitu Area Kamojang (Jawa Barat), Sibayak (Sumatera Utara), Lahendong (Sulawesi Utara), dan Ulubelu (Lampung).

Sedangkan 5 WKP lain dioperasikan dengan mitra, meliputi WKP Sarulla (Sumatera Utara), Gunung Salak, Darajat, Wayang Windu, ketiganya di Jawa Barat, dan Bedugul di Bali.

Ali menambahkan, Area Kamojang merupakan area panas bumi pertama di Indonesia yang diproduksikan secara komersial yang mana pada 1978 berhasil dibangun PLTP Monoblok dengan kapasitas 250 kWe, yang diresmikan Menteri Pertambangan dan Energi saat itu, Subroto.

Produksi secara komersial di Kamojang dimulai sejak 1983 dengan beroperasi Kamojang Unit-1 (30 MW), disusul Unit-2 dan Unit-3 pada 1987 dengan kapasitas masing-masing 55 MW.

"Ketiga PLTP tersebut milik Indonesia Power, anak usaha PLN. Dengan demikian PGE menjual uap kepada IP," jelas Ali.

Sedangkan PLTP Kamojang Unit-4 yang mulai beroperasi 2008 (60 MW) dan PLTP Unit-5 (35 MW) yang mulai beroperasi 2015, dibangun dengan skema total project. Mulai dari tahapan eksplorasi dan pengembangan lapangan uap hingga pembangunan serta pengoperasian PLTP dilakukan PGE, "Listrik yang dihasilkan dijual ke PLN untuk didistribusikan kepada konsumen, tambah Ali. Dengan demikian total kapasitas terpasang Area Kamojang sebesar 235 MW setara listrik, dan masuk ke dalam jaringan listrik tegangan tinggi 150 KV Jawa-Bali-Madura (Jamali).

Ali menambahkan, Area Kamojang sudah enam kali secara berturut-turut meraih penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) periode 2011-2016.

Pada kesempatan itu, Arcandra juga mengunjungi Geothermal Information Center (GIC), wilayah operasi hingga PLTP, area wisata Kawah Kamojang, dan Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) yang dikembangkan oleh PGE bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Turut hadir kunjungan tersebut, Dirjen Energi Baru dan Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Ridha Mulyana dan Direktur Panas Bumi Yunus Saefulhak. (Ant)

Tag: Archandra Tahar, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), energi terbarukan, geothermal - panas bumi

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5359.288 8.356 539
2 Agriculture 1868.443 3.178 21
3 Mining 1431.212 19.623 43
4 Basic Industry and Chemicals 572.794 -2.999 66
5 Miscellanous Industry 1334.999 9.216 42
6 Consumer Goods 2339.398 -9.984 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.713 -2.256 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.734 1.669 56
9 Finance 827.849 4.658 89
10 Trade & Service 856.674 2.856 122
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 416 520 104 25.00
2 MTSM 394 492 98 24.87
3 ERTX 140 170 30 21.43
4 PGLI 64 77 13 20.31
5 TIRA 230 276 46 20.00
6 MYTX 76 90 14 18.42
7 MCOR 250 294 44 17.60
8 AIMS 150 170 20 13.33
9 RDTX 10,800 12,000 1,200 11.11
10 FPNI 126 140 14 11.11
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 130 85 -45 -34.62
2 ALKA 180 134 -46 -25.56
3 BKDP 86 67 -19 -22.09
4 SCBD 1,800 1,500 -300 -16.67
5 BAYU 800 670 -130 -16.25
6 PRAS 210 183 -27 -12.86
7 PTSN 86 76 -10 -11.63
8 SDPC 129 115 -14 -10.85
9 NIKL 2,920 2,620 -300 -10.27
10 MICE 432 390 -42 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 550 560 10 1.82
2 SDPC 129 115 -14 -10.85
3 MCOR 250 294 44 17.60
4 PRAS 210 183 -27 -12.86
5 BUMI 362 380 18 4.97
6 MYRX 130 125 -5 -3.85
7 BNLI 700 695 -5 -0.71
8 ENRG 50 50 0 0.00
9 ELTY 71 73 2 2.82
10 PBRX 458 456 -2 -0.44