Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Perikanan - Menteri Susi Pudjiastuti berkomitmen menangani dampak sampah plastik di wilayah pesisir dan laut.
  • Freeport - Menteri Luhut Katakan Presiden Jokowi telah menyiapkan opsi penyelesaian kisruh perubahan status kontrak Freeport.
  • La Liga (25/2) - Palmas 0 - 1 Real Sociedad
  • Bundesliga Jerman (25/2) - Wolfsburg 1 - 2 Werder Bremen
  • Ligue 1 Perancis (25/2) - Nice 2 - 1 Montpellier
  • Eredivisie Belanda (25/2) - ADO Den Haag 1 - 1 FC Twente
  • Scotland Premiership (25/2) - Inverness CT 2 - 1 Rangers
  • Malaysia - Malaysia berikan akses KBRI untuk menemui tersangka pembunuhan Kim Jong-Nam, Siti Aisyah

Petugas Imigrasi Tangkap Warga Tiongkok Jualan di Pasar Palopo

Foto Berita Petugas Imigrasi Tangkap Warga Tiongkok Jualan di Pasar Palopo
Warta Ekonomi.co.id, Palopo -
Palopo, Warta Ekonomi -- Petugas Intelijen Imigrasi Palopo menangkap seorang warga Tiongkok bernama Huang Huaying (50) saat sedang menjual pelbagai aksesoris di Pusat Niaga Palopo, Ahad, 8 Januari. Wanita paruh baya itu ditangkap lantaran menyalahi prosedur. Huang Huaying tidak memiliki izin kerja dan izin tinggalnya sebatas kunjungan atau sebagai turis.
 
"Kami amankan setelah mendapat laporan warga. Warga Tiongkok itu kedapatan berjualan aksesoris, padahal dia datang ke Indonesia dengan visa kunjungan. Pelanggarannya jelas yaitu menyalahi izin tinggalnya yang sebatas kunjungan," kata Kepala Sub-Bagian Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Sulsel, M Yani, kepada Warta Ekonomi, Ahad (8/1/2017).
 
Berdasarkan pemeriksaan awal, Huang Huaying bermodalkan paspor yang berlaku sampai 15 Januari 2022. Selama di Indonesia, warga Tiongkok ini menetap di sebuah rumah kontrakan yang terletak cukup jauh dari Kota Palopo. "Tinggalnya di rumah kos di Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Adapun jualannya itu perhiasan imitasi," ucap Yani sembari menyebut pihaknya masih mengumpulkan data dan keterangan dari warga Tiongkok tersebut. 
 
Hingga kini, Huang Huayin masih dalam proses pemberkasan untuk Berita Acara Perkara di Kantor Imigrasi Palopo. Untuk penindakan lanjutan, Yani menyebut akan dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Parepare. Musababnya, sarana dan prasarana Imigrasi Palopo yang baru saja terbentuk belum cukup memadai.
 
Yani menegaskan Huang Huaying akan dideportasi ke negara asalnya. Namun, pihaknya belum bisa memastikan alokasi waktunya. Petugas masih melakukan pemeriksaan dan pemberkasan terkait pelanggarannya. "Pasti kita deportasi setelah lengkap bukti dan berkasnya. Sebelumnya, kita sudah buktikan mendeportasi beberapa warga asing yang menyalahi izin tinggal."
 
Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulsel, Ramli HS, mengatakan pihaknya sudah mendeportasi 34 warga asing sepanjang 2016. Rinciannya yakni 10 warga Bangladesh, 10 warga India, lima warga Perancis, lima warga Tiongkok, dua warga Malaysia, dan masing-masing satu warga Jerman dan Pakistan. Pelanggaran mereka beragam, mulai dari overstay hingga penyalahgunaan maupun pemalsuan izin tinggal.
 
Khusus warga Tiongkok, Ramli menyebut beberapa di antaranya memang dideportasi lantaran bekerja di sektor perdagangan tanpa izin. Sebelum kasus Huang Huaying, disebutnya juga ada kasus serupa pada tahun lalu. Lalu, adapula dua warga Tiongkok lainnya yang kedapatan menjual keramik di Mal Makassar. 
 

Berdasarkan data Kemenkumham, warga Tiongkok memang mendominasi tenaga kerja asing di Sulsel. Tercatat 227 warga Tiongkok dari total 391 pekerja asing di Sulsel. Mayoritas pekerja asing itu bekerja di sektor konstruksi. Sisanya mencari nafkah di sektor perdagangan dan jasa.

Tag: China (Tiongkok), Tenaga Kerja Asing Ilegal

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Sucipto

Foto: Kemenkumham Sulsel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51