Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • KPK - KemenPAN RB akan berkoordinasi dengan KPK untuk mencegah jual beli jabatan di daerah
  • F35 - Departemen Pertahanan AS menyepakati kontrak senilai US$ 9 Miliar dengan Lockheed Martin Corp untuk pemelian pesawat F35.
  • Australia Open - Wozniacki lolos ke babak ketiga Australia Open usai mengalahkan Vekic dengan skor 6-1, 6-3.

Petugas Imigrasi Tangkap Warga Tiongkok Jualan di Pasar Palopo

Foto Berita Petugas Imigrasi Tangkap Warga Tiongkok Jualan di Pasar Palopo
Warta Ekonomi.co.id, Palopo -
Palopo, Warta Ekonomi -- Petugas Intelijen Imigrasi Palopo menangkap seorang warga Tiongkok bernama Huang Huaying (50) saat sedang menjual pelbagai aksesoris di Pusat Niaga Palopo, Ahad, 8 Januari. Wanita paruh baya itu ditangkap lantaran menyalahi prosedur. Huang Huaying tidak memiliki izin kerja dan izin tinggalnya sebatas kunjungan atau sebagai turis.
 
"Kami amankan setelah mendapat laporan warga. Warga Tiongkok itu kedapatan berjualan aksesoris, padahal dia datang ke Indonesia dengan visa kunjungan. Pelanggarannya jelas yaitu menyalahi izin tinggalnya yang sebatas kunjungan," kata Kepala Sub-Bagian Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Sulsel, M Yani, kepada Warta Ekonomi, Ahad (8/1/2017).
 
Berdasarkan pemeriksaan awal, Huang Huaying bermodalkan paspor yang berlaku sampai 15 Januari 2022. Selama di Indonesia, warga Tiongkok ini menetap di sebuah rumah kontrakan yang terletak cukup jauh dari Kota Palopo. "Tinggalnya di rumah kos di Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Adapun jualannya itu perhiasan imitasi," ucap Yani sembari menyebut pihaknya masih mengumpulkan data dan keterangan dari warga Tiongkok tersebut. 
 
Hingga kini, Huang Huayin masih dalam proses pemberkasan untuk Berita Acara Perkara di Kantor Imigrasi Palopo. Untuk penindakan lanjutan, Yani menyebut akan dilimpahkan ke Kantor Imigrasi Parepare. Musababnya, sarana dan prasarana Imigrasi Palopo yang baru saja terbentuk belum cukup memadai.
 
Yani menegaskan Huang Huaying akan dideportasi ke negara asalnya. Namun, pihaknya belum bisa memastikan alokasi waktunya. Petugas masih melakukan pemeriksaan dan pemberkasan terkait pelanggarannya. "Pasti kita deportasi setelah lengkap bukti dan berkasnya. Sebelumnya, kita sudah buktikan mendeportasi beberapa warga asing yang menyalahi izin tinggal."
 
Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulsel, Ramli HS, mengatakan pihaknya sudah mendeportasi 34 warga asing sepanjang 2016. Rinciannya yakni 10 warga Bangladesh, 10 warga India, lima warga Perancis, lima warga Tiongkok, dua warga Malaysia, dan masing-masing satu warga Jerman dan Pakistan. Pelanggaran mereka beragam, mulai dari overstay hingga penyalahgunaan maupun pemalsuan izin tinggal.
 
Khusus warga Tiongkok, Ramli menyebut beberapa di antaranya memang dideportasi lantaran bekerja di sektor perdagangan tanpa izin. Sebelum kasus Huang Huaying, disebutnya juga ada kasus serupa pada tahun lalu. Lalu, adapula dua warga Tiongkok lainnya yang kedapatan menjual keramik di Mal Makassar. 
 

Berdasarkan data Kemenkumham, warga Tiongkok memang mendominasi tenaga kerja asing di Sulsel. Tercatat 227 warga Tiongkok dari total 391 pekerja asing di Sulsel. Mayoritas pekerja asing itu bekerja di sektor konstruksi. Sisanya mencari nafkah di sektor perdagangan dan jasa.

Tag: China (Tiongkok), Tenaga Kerja Asing Ilegal

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Sucipto

Foto: Kemenkumham Sulsel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5294.784 27.846 541
2 Agriculture 1919.455 33.515 21
3 Mining 1403.235 7.104 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.483 2.143 66
5 Miscellanous Industry 1347.813 12.896 42
6 Consumer Goods 2352.629 17.077 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.724 3.122 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.541 2.528 56
9 Finance 806.133 4.369 89
10 Trade & Service 846.283 -0.890 122
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 68 85 17 25.00
2 UNIC 1,755 2,190 435 24.79
3 OASA 364 454 90 24.73
4 GZCO 83 103 20 24.10
5 MTSM 374 456 82 21.93
6 SKLT 695 795 100 14.39
7 ADMG 138 155 17 12.32
8 BWPT 286 320 34 11.89
9 SRIL 230 256 26 11.30
10 IKBI 316 350 34 10.76
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 3,200 2,400 -800 -25.00
2 ARII 486 366 -120 -24.69
3 HOTL 180 145 -35 -19.44
4 VINS 84 75 -9 -10.71
5 CNTX 865 800 -65 -7.51
6 PICO 216 200 -16 -7.41
7 PGLI 59 55 -4 -6.78
8 SMDM 95 89 -6 -6.32
9 SAFE 80 75 -5 -6.25
10 RMBA 450 422 -28 -6.22
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 230 256 26 11.30
2 BIPI 137 136 -1 -0.73
3 BWPT 286 320 34 11.89
4 DGIK 68 85 17 25.00
5 GZCO 83 103 20 24.10
6 BUMI 420 426 6 1.43
7 BABP 73 76 3 4.11
8 DYAN 64 65 1 1.56
9 SMDM 95 89 -6 -6.32
10 MCOR 193 210 17 8.81