Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Obligasi - Reliance Capital Management optimistis rating surat utang WOM Finance tidak akan turun setelah akuisisi rampung.
  • Gambia - Gambia melakukan pelantikan presiden baru, Adama Barrow, di Senegal.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. mengincar nasabah super kaya  di bisnis kartu kreditnya tahun ini.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. meluncurkan OCBC NISP Voyage, kartu kredit yang terbuat dari logam.

HNSI Minta Ikut dalam Seleksi Asuransi Nelayan

Foto Berita HNSI Minta Ikut dalam Seleksi Asuransi Nelayan
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Sumatera Utara meminta Dinas Kelautan dan Perikanan di provinsi itu agar dapat dilibatkan dalam penyeleksian pemberian asuransi terpadu terhadap nelayan tradisional.

"Sebab, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang selama ini dianggap mengetahui mana berprofesi nelayan atau bukan nelayan," kata Sekretaris DPD HNSI Sumut Pendi Pohan di Medan, Minggu (8/1/2017).

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut, menurut dia, jangan sampai terkecoh dengan orang yang tidak bertanggung jawab dan mengaku-ngaku sebagai nelayan tradisional untuk mendapatkan bantuan asuransi.

"Padahal mereka itu, tidak berhak disebut sebagai nelayan kecil, karena tidak pernah terlihat menangkap ikan di laut," ujar Pendi.

Ia mengatakan, dalam program pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyejahterakan kehidupan nelayan tradisional, ada-ada saja orang yang kesempatan berusaha mencari keuntungan pribadi.

Cara-cara yang licik dan tidak terpuji seperti itu harus dapat dicegah DKP, sehingga tidak merugikan keuangan negara.

"Nelayan palsu atau ilegal tersebut, harus segera dibatalkan karena mereka tidak berwenang memperoleh bantuan asuransi dari pemerintah pusat," ucapnya.

Pendi menjelaskan, mengenai nama-nama nelayan tradisional yang benar berprofesi sebagai nelayan ada datanya pada pengurus DPD HNSI Sumut.

Bahkan, data nelayan Sumut yang masih aktif, ada dalam catatan pengurus HNSI di daerah tersebut, dan tidak bisa dibohongi atau ditipu.

Oleh karena itu, kata dia, HNSI Sumut memiliki kompetensi untuk menentukan nelayan yang akan diberikan asuransi tersebut.

"Keterlibatan HNSI Sumut itu, untuk mencegah nelayan yang tidak jelas atau 'abal-abal' dan juga untuk menyelamatkan uang negara," kata mantan Ketua DPC HNSI Kota Medan itu.

Sementara itu, jumlah nelayan tradisional yang mendapatkan bantuan asuransi dari DKP Sumut tahun 2016, tercatat 10 ribu orang.

Diharapkan pada tahun 2017, 20 ribu lagi nelayan tradisional Sumut dapat bantuan asuransi. Jumlah nelayan tradisional tercatat di DKP Sumut tercatat 250 ribu orang. (Ant)

Tag: Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Nelayan, Asuransi

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5298.948 4.164 539
2 Agriculture 1918.809 -0.646 21
3 Mining 1397.304 -5.931 43
4 Basic Industry and Chemicals 537.652 1.169 66
5 Miscellanous Industry 1351.421 3.608 42
6 Consumer Goods 2345.216 -7.413 39
7 Cons., Property & Real Estate 523.147 1.423 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.979 1.438 56
9 Finance 806.126 -0.007 89
10 Trade & Service 854.274 7.991 122
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 50 67 17 34.00
2 WICO 50 67 17 34.00
3 WAPO 53 67 14 26.42
4 UNIC 2,190 2,720 530 24.20
5 POLY 61 75 14 22.95
6 ARII 366 430 64 17.49
7 PGLI 55 61 6 10.91
8 GZCO 103 113 10 9.71
9 LPIN 5,500 6,000 500 9.09
10 ASRI 380 412 32 8.42
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,850 3,640 -1,210 -24.95
2 MGNA 139 121 -18 -12.95
3 BCIP 210 183 -27 -12.86
4 OASA 454 410 -44 -9.69
5 YULE 77 71 -6 -7.79
6 BINA 466 430 -36 -7.73
7 MITI 68 63 -5 -7.35
8 MCOR 210 198 -12 -5.71
9 JKON 620 590 -30 -4.84
10 MASA 268 256 -12 -4.48
No Code Prev Close Change %
1 GZCO 103 113 10 9.71
2 ISSP 232 232 0 0.00
3 BIPI 136 141 5 3.68
4 BWPT 320 312 -8 -2.50
5 BUMI 426 420 -6 -1.41
6 SRIL 256 252 -4 -1.56
7 ASRI 380 412 32 8.42
8 BABP 76 79 3 3.95
9 PBRX 432 440 8 1.85
10 LMAS 50 67 17 34.00