Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Obligasi - Reliance Capital Management optimistis rating surat utang WOM Finance tidak akan turun setelah akuisisi rampung.
  • Gambia - Gambia melakukan pelantikan presiden baru, Adama Barrow, di Senegal.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. mengincar nasabah super kaya  di bisnis kartu kreditnya tahun ini.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. meluncurkan OCBC NISP Voyage, kartu kredit yang terbuat dari logam.

KPK Catatkan 17 OTT Sepanjang 2016 Terbanyak Sepanjang Sejarah

Foto Berita KPK Catatkan 17 OTT Sepanjang 2016 Terbanyak Sepanjang Sejarah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

KPK mencatatkan 17 operasi tangkap tangan (OTT) atau jumlah terbanyak sepanjang sejarah sejak lembaga antirasuah ini berdiri. "Kegiatan OTT yang dilakukan pada 2016 merupakan jumlah OTT terbanyak sepanjang sejarah KPK berdiri. Terdapat 17 kasus yang merupakan hasil OTT, " kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers bertema "Capaian Kinerja KPK 2016 di gedung KPK Jakarta," Senin (9/1/2017).

Dari operasi tersebut, KPK telah menetapkan 56 tersangka mulai dari aparat penegak hukum, anggota legislatif hingga kepala daerah. Jumlah tersebut belum termasuk tersangka yang ditetapkan dari hasil pengembangan perkara. "Lebih dari Rp497,6 miliar telah dimasukkan ke kas negara dalam bentuk PNBP (penerimaan negara bukan pajak) dari penanganan perkara tindak pidana korupsi," jelas Basaria.

Secara keseluruhan pada 2016, KPK melakukan 96 kegiatan penyelidikan, 99 penyidikan dan 77 kegiatan penuntutan, baik kasus baru maupun sisa penanganan perkara pada tahun sebelumnya. Selain itu juga melakukan eksekusi terhadap 81 putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Dari jumlah tersebut, suap masih menjadi jenis tindak pidana korupsi yang paling banyak terjadi yaitu 79 perkara, selanjutnya 14 perkara pengadaan barang dan jasa sebanyak 14 perkara serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) sebanyak tiga perkara.

Lebih lanjut, 26 perkara dari penyidikan KPK melibatkan sektor swasta; 23 perkara melibatkan anggota DPR-DPRD; 10 perkara, melibatkan pejabat eselon I, II dan III; serta delapan perkara yang melibatkan bupati dan walikota dan wakilnya.

Koordinasi penindakan Selain menangani perkara sendiri, KPK juga melakukan koordinasi bidang penindakan sebanyak 163 penanganan perkara, atau lebih dari 76 perkara yang ditargetkan pada 2016. Selanjutnya supervisi terhadap 201 perkara, lebih dari 156 perkara yang ditargetkan. "Macam-macam yang dilakukan, selain membantu mendatangkan ahli dalam penanganan perkara, juga turut membantu penangkapan daftar pencarian orang (DPO)," ungkap Basaria.

Salah satunya, ketika KPK membantu Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah menangkap tersangka Suryo Handoko di Blitar, Jawa Timur dan membantu Kejaksaan Negeri Kepulauan Mentawai menangkap terpidana Manatap Ambarita di Jakarta. KPK pun memprakarsai Surat Perintah Dimulainya Penyidikan secara elektronik (e-SPDP) sebagai upaya sinergi dalam penanganan perkara korupsi di antara lembaga penegak hukum lain.

"Semua SPDP di tingkat penyidikan dimasukkan ke sistem ini. Kita harapkan pada 2017 sudah benar-benar riil sistem ini berjalan dipakai polisi kejaksaan dan KPK. Untuk 2016, KPK telah menerima pemberitahuan penyidikan tindak pidana korupsi dari aparat penegak hukum lain sebanyak 661 SPDP dari Kejaksaan, dan 255 SPDP dari Kepolisian," jelas Basaria.

KPK kemudian juga masih menggelar Pelatihan Bersama Aparat Penegak Hukum di Jawa Barat, DKI Jakarta, Aceh, dan Sumatera Barat. Ada 713 aparat penegak hukum dari Kepolisian dan Kejaksaan, serta auditor pada BPK, BPKP dan PPATK yang mengikuti kegiatan itu.

"Masukan kritik kami harapkan dan kami menghargai upaya untuk melawan korupsi. Kami meyakinkan diri untuk konsisten melaksanakan amanah sekaligus mengajak semua pihak untuk bersama-sama merapat untuk mewujudkan Indonesia bebas korupsi," tambah Basaria. (Ant)

Tag: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Hukum

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5298.948 4.164 539
2 Agriculture 1918.809 -0.646 21
3 Mining 1397.304 -5.931 43
4 Basic Industry and Chemicals 537.652 1.169 66
5 Miscellanous Industry 1351.421 3.608 42
6 Consumer Goods 2345.216 -7.413 39
7 Cons., Property & Real Estate 523.147 1.423 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.979 1.438 56
9 Finance 806.126 -0.007 89
10 Trade & Service 854.274 7.991 122
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 50 67 17 34.00
2 WICO 50 67 17 34.00
3 WAPO 53 67 14 26.42
4 UNIC 2,190 2,720 530 24.20
5 POLY 61 75 14 22.95
6 ARII 366 430 64 17.49
7 PGLI 55 61 6 10.91
8 GZCO 103 113 10 9.71
9 LPIN 5,500 6,000 500 9.09
10 ASRI 380 412 32 8.42
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,850 3,640 -1,210 -24.95
2 MGNA 139 121 -18 -12.95
3 BCIP 210 183 -27 -12.86
4 OASA 454 410 -44 -9.69
5 YULE 77 71 -6 -7.79
6 BINA 466 430 -36 -7.73
7 MITI 68 63 -5 -7.35
8 MCOR 210 198 -12 -5.71
9 JKON 620 590 -30 -4.84
10 MASA 268 256 -12 -4.48
No Code Prev Close Change %
1 GZCO 103 113 10 9.71
2 ISSP 232 232 0 0.00
3 BIPI 136 141 5 3.68
4 BWPT 320 312 -8 -2.50
5 BUMI 426 420 -6 -1.41
6 SRIL 256 252 -4 -1.56
7 ASRI 380 412 32 8.42
8 BABP 76 79 3 3.95
9 PBRX 432 440 8 1.85
10 LMAS 50 67 17 34.00